Salah satu penerima kacamata,.

Kodim 0701 Banyumas Bersama Sejuta Kacamata Membagikan Kacamata Bagi Warga Purwokerto

Pemeriksaan kacamata oleh TNI pada warga,

Biasanya orang akan canggung jika berhadapan dengan aparat, apalagi duduk berhadapan 4 mata. Kali ini saya melihat wajah-wajah canggung,campur gembira, dan campur aduk. Bagimana tidak, biasanya tentara memegang senjata, namun kali ini memegang kacamata untuk para warganya. Berkenaan dengan HUT TNI yang ke 74 bekerja dengan sejuta kacamata, maka Kodim 0701 Banyumas membagi-bagikan kacamata baca bagi warga pra sejahtera di Purwokerto.

Biasanya kami relawan dari Sejuta Kacamata hanya mampu melayani dan membagikan kacamata sekitar 200 – 400 kacamata dalam sehari. Kali ini data yang masuk di kami adalah sekitar 900-1000 peserta yang akan mendapatkan kacamata, Bisa dibayangkan berapa lama kami bisa melayani, jika satu orang membutuhkan pemeriksaan 3 – 5 menit, bahkan lebih.

Pembukaan kegiatan pembagian kacamata gratis pada warga.

Kami relawan awalnya sangat pesimis jika harus melayani 1000 orang. Kami akan kewalahan dalam melayani warga, sedangkan kami biasanya hanya bekerja sekitar 30 jam dengan jumlah kami tak lebih dari 10 orang, dan itupun dibagi tugasnya di pembagian kacamata, pemeriksaan kacamata, pendaftaran peserta, mengatur peserta, dan dokumentasi.

Memberikan arahan pada anggota Kodim 0701 Banyumas.

Kami sedikit bernafas lega saat kami survey lokasi di Markas Kodim 07-1 Banyumas. Pak Pasiter yang hari itu bersama kami mengatakan “butuh berapa anggota untuk membantu kegiatan ini..?“. Kami menghitung kira-kira untuk melayani 900 orang butuh berapa relawan lagi dengan durasi 3 jam kegiatan. “Lima puluh orang bisa pak?” tanya kami. “Besok jam 7 pagi, saya siapkan 50 personil dan siap diperintahkan“.

Keesokan paginya, kami datang sedikit terlambat sekitar 15 menit. Di luar sana bapak-bapak TNI dengan pakaian dinas lengkap sudah berbaris. “Aman.. aman.. aman..” dalam hati saya berguman. Akhirnya kami berkumpul di ruang serbaguna untuk koordinasi. Memang enak bekerja dengan aparat “mereka langsung masuk, duduk dengan rapi, dan mendengarkan dengan seksama, bertanya jika tidak tahu” celoteh rekan saya. Hanya sekali kami mengajari dan memberikan simulasi, setelah itu mereka segera berimprovisasi.

Tak berselang beberapa minibus berdatangan. Saya melihat satu persatu penunpang turun yang didominasi oleh lansia. Sekali rombongan warga ini membawa 30 – 50 penumpang. Untung jadwal kedangan masing-masing warga sesuai dengan Koramilnya masing-masing diatur dengan waktu yang berbeda.

Banyaknya warga yang atusias membuat sedikit kericuhan di penyerahan kacamata.

Sempat terjadi insiden, warga banyak yang berebut. Ini yang saya suka dari aparat, dalam sekejab segera bisa ditertibkan. Tidak terbayangkan jika itu kami, bisa-bisa kami angkat tangan dan kaki. Warga kemudian bisa mengantri dengan tertib dan rapi, sehingga semua dapat dilayani satu persatu.

Awalanya perasaan saya agak bagaimana melihat rakyat duduk di hadapan aparat. Saya seperti melihat adegan film perang dimana rakyat sipil diintrograsi oleh tentara. Saya lupa, saya sedang di Purwokerto. Tentara di sini memang sangar-sangar, kalau bicara waduh saya kadang harus menahan tawa karena aksennya “ngapak-ngapak“.

Pemeriksaan kacamata.

Kekawatiran saya tidak terbukti. Saya teringat masa kecil saya yang kesehariannya bersama AMD (ABRI Masuk Desa), dimana tentara begitu dekat dengan rakyat. Tentara tak lagi menakutkan, terlebih dengan tentara yang menjadi Babinsa yang setiap hari turun dari desa ke desa untuk bertemu dengan masyarakat.

Warga yang berhadapan dengan aparat yang awalnya canggung menjadi biasa saja bahkan banyak bercandanya. Saya hanya membayangkan, dari sekian banyak warga pasti sebagian besar yang baru pertama kali masuk di Kodim. Jangankan masuk, baru lewat digerbangnya sudah dilirik oleh petugas jaganya.

Anggota TNI yang membutuhakn kacamata baca juga bisa mendapatkan guna menunjang tugas kesehariannya.

Di HUT TNI kali ini, warga di Purwokerto yang membutuhkan kacamata baca mendapat kado istimewa dari tentara. Kami dari sejuta kacamata juga sangat terbantu, dimana amanah kami yang harus bisa membagikan kacamata sudah dibantu oleh TNI di Purwokerto. Selamat HUT TNI, tentara kuat bersama rakyat dan kali ini tentara kuat bersama rakyat yang kembali bisa melihat.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Rumah Merah Tiongkok Kecil Sarat Sejarah

“Bang saya minta fotonya ya..?” dua orang santri menyegat saya di tengah jalan. Dalam hati saya bersenandika, siapa mereka. Dia lalu menyodorkan gawai pintarnya dan ...