Lukisan dinding du Gua Sungai Lului.

Lukisan Gua 60 Ribu Tahun di Sungai Lului

Lukisan dinding du Gua Sungai Lului.

Menjelang masa Plestosen akhir sekitar 60 ribu tahun yang lalu hingga awal masa Holosen diperkirakan manusia purba tinggal di gua-gua karst. Kehadiran mereka ditandai dengan benda-benda peninggalan peradaban pada saat itu.

Manusia Gua

Gua menjadi menjadi tempat yang ideal untuk bermukin. Gua menjaga mereka dari ancaman gangguan lingkungan. Gua juga menjadi tempat mereka bermasyarakat, sehingga banyak aktivitas di lakukan di gua. Gua yang menjadi tempat hunian ini mirip dengan sebuah kampung kecil, sehingga mereka melakukan apa saja di dalam gua.

Di Kabupaten Sarolangun-Jambi terdapat sebuah gua yang menjadi salah satu apartemen manusa prasejarah/purba. Salah satu gua di sana yang menyimpan bukti prasejarah tersebut adalah Gua Sungai Lului. Gua ini sudah ditetapkan menjadi benda cagar budaya dan dilindungi undang-undang.

Mulut Gua Sungai Lului.

Sebagai salah satu kawansan konservasi budaya, gua ini menyimpan bukti pra sejarah berupa lukisan dinding gua gambar cadas. Belum diketahui secara pasti, kapan gambar cadas ini dibuat. Yang pasti, dinding gua menjadi saksi bisu ada orang jaman dahulu yang menggoreskan benda dan melukisnya.

Di bawah naungan Ficus benjamina, mulut gua Sungai Lului tertutup rapat oleh akar-akar gantung yang menjuntai membentuk tirai. Lintah-lintah yang haus darah mencari kesempatan untuk masuk melalui celah-celah pakian kami. Gua yang nyaris pernah ada ada yang menyentuh.

Ikan Baung penghuni gua.

Gua Sungai Lului, melihat namanya pasti di dalam gua terdapat sungai. Benar saja, hari ini agenda kami selain melihat lukisan dinding gua juga akan mancing di dalam gua. Konon kata penduduk sekitar di dalam gua banyak ikannya, salah satunya jenis ikan baung (Hemibagrus sp).

Saya mengikuti Pak Teguh pagawai Balai Arkeologi Palembang. Dengan joran dan beberapa umpan dia masuk ke lorong gua dengan antusias. Di dala gua terdapat kolam yang tidak begitu luas, dan dengan sekali lempar dia berharap umpannya tersambar.

Tak berapa lama menunggu, joran Pak Teguh sudah melengkung dan senar pancing sudah tegang. Dengan cekatan dia menarik rel dan mendaratlah seekor ikan baung. Rasa penasaran pemancing terobati.

Gambar Cadas

Kembali saya menyusuri lorong-lorong gua. Dinding-dinding gua terdapat beberapa lukisan yang kadang saya tidak memahami apa makna lukisan tersebut. Menurut saya, lukisan masih sangat sederhana dan abstrak maknanya. Namun, jaman dahulu pelukisnya adalah seorang maestro yang mengerti seni dan ingin meninggalkan pesan.

Gambar hewan melata.

Saya menangkap gambar lukisan tersebut adalah fauna yang ada di sekitar gua, seperti; ikan, binatang melata, dan burung. Mereka menggambarkan dirinya sudah utuh anggota badannya. Ini adalah salah satu jejak masa lalu yang masih ada hingga saat ini.

Mungkinj orang jaman dahulu sedang berlari-lari saat di gambar,

Satu dari sekian banyak gua yang terdapay gambar cadas menjadi salah satu kekayaan tak ternilai. Harta karun berusia 60 ribu tahun yang saat ini masih tersimpan dan menunggu tangan dingin para peneliti. Entah kapan misteri lukisan ini akan terungkap, kita nantikan publikasi para peneliti. Sekarang saatnya menikmati ikan baung goren dari Gua Sunga Lului.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Enggano Pulau Pisang yang Tak Pernah Matang

Truk-truk nampak tergopoh-gopoh memasuki dermaga. Di sisi lain katrol dari KM Perintis melambai-lambai menguras isi palka. Seorang wanita paruh baya dengan gesit menggoreskan kuas bernodakan ...