Pemeriksaan kaca mata,

Sejuta Kaca Mata Bagi Warga Lereng Sindoro-Wonosobo

Pemeriksaan kaca mata,

Musik gending jawa terdengar bertalu-talu dari pengeras suara. Tetembangan yang memanggil warga untuk segera datang di lokasi acara. Dari kejauhan saya memerhatikan, “sepertinya akan ada hajatan disini”. Saya melangkahkan kaki, aneh tujuan saya mengarah pada sumber suara. Saya melihat warga dusun sudah duduk rapi di kursi plastik merah maroon. Luar biasa antusian warga disini, dan ternyata itu hajatan dari kami untuk membagikan kacamata pada warga.

Program Sejuta Kaca Mata

1000mata.org sebuah organisasi yang bergerak dibidang sosial khususnya untuk membagikan kaca mata pada keluarga pra sejahtera. HB Denny sebagai ujung tombak organisasi ini sudah mengontak saya jauh-jauh hari untuk bergabung. Kali ini adalah kesempatan saya yang kali kedua untuk ikut membantu membagikan kacamata pada warga.

Sejuta kacamata

Pagi ini kami kami di Dusun Anggrungondok, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Kab Wonosobo-jawa Tengah. Di lereng tenggara Gunung Sindoro kami sudah menyediakan hampir 1000 kaca mata untuk warga disini.

Jauh-jauh hari warga sudah diberi informasi dari aparat desa berkaitan dengan acara ini. Mereka sudah dibagikan kupon. Nantinya warga cukup datang membawa kupon, KTP kemudian daftar ulang dan selanjutnya diperiksa lalu diberi kaca mata.

Relawan Sejuta Kacamata
Kembali saya mendapat jatah untuk memeriksa mata warga yang membutuhkan kaca mata. Aksi kali ini adalah memberikan kaca mata baca yakni kaca mata plus. Pada umumnya seseorang yang sudah berusia 40 tahun ke atas akan mengalami gangguan mata. Ganggun tersebut selain disebabkan uleh usia dan kebiasaan. Gangguan tersebut biasanya adalah rabun dekat yakni susah mendapatkan fokus pada obyek yang berjarak dekat sehingga harus menjauh.

Briefing pada relawan yang akan membantu.

Untuk mengatasi rabuh dekat, maka mata harus dikoreksi dengan bantuan kaca mata plus. Kami sebagai relawan sebelumnya dilatih dahulu untuk memeriksa mata warga dalam mencari kaca mata baca yang pas. Kami tidak harus menjadi dokter mata atau ahli optik dengan peralatan khusus untuk menentukan ukuran lensa kaca mata berkait dengan penerimanya.

Pemeriksaan mata.

Dengan selembar kertas dengan huruf font 8, 10, dan 12 sudah bisa menjadi alat untuk memeriksa mata. Pada jarak 30 cm, jika saat diminta membaca tetiba dia memundurkan kepalanya atau memajukan kertas maka ini adalah indikator rabun dekat. Cukup ditanya berapa usia, lalu dicek pada buku panduan berkaitan usia dan ukuran lensanya.

Dalam pemeriksaan kaca mata akan diberikan varian ukuran kacamata hingga mendaptan ukuran yang pas dan nyaman. Jika di rasa nyaman, tidak pusing, dan bisa membaca dengan jelas maka ini menjadi keputusan dalam pemberikan ukuran lensa kacamata.

Menjadi masalah bagaimana dengan mereka yang buta huruf. Kita sebagai relawan dilatih untuk improvisasi. Untuk ibu-ibu paling gampang adalah dengan memasukan benang dalam lubang jarum. Saat mereka memasukan dengan mudah, maka itulah ukuran kacamata. Bagaimana jika tangganya sudah gemetar/buyuten. Cara sederhana, tunjukan uang saja pasti mereka memahami. Saat mereka bisa melihat nominal uang dan menyebutkan dengan benar, pasti itu ukuran yang pas. Ada juga yang diminta menunjukan gambar burung garuda di KTP mereka dan masih banyak lagi.

Pengambilan kaca mata,

Akhirnya, dari pukul 08.00 sampai 12.00 peserta berangsur sudah mulai berkurang. Total ada 8 titik pemiriksaaan. Saya tidak tahu sudah melayani berapa banyak warga. Namun yang saya tahu adalah senyum warga saat mereka bisa melihat kembali. Bahkan ada yang membuat saya sedikit harus menahan nafas saat ada kakek-kakek mengatakan “ini kaca mata pertama saya, dan sangat senang bisa membaca”.

Senyum dan pelukan dari warga.

Begitu banyak testimoni dan senyum yang merekah. Yang pasti hawa dingin di Lereng Sumbing berubah hanya berkat keceriaan mereka. Saya sangat senang bisa menjadi bagian mereka dan merasakan suasana luar biasa ini. Nantikan kisah selanjutnya, kami berjalan tak sekedar melihat, tetapi juga dengan keyakinan-Sejuta kaca mata untuk Indonesia.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

2 comments

  1. surat jalan gak keluar…
    hihi
    ikut senang dan haru melihat testimoni warga, salut buat mas dev dan temen temen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hujan Lumpur Merkuri di Hulu Sungai

Pada musim hujan, air sungai akan berwarna kuning kecoklatan. Asumsi yang muncul di benak kita, di hulu terjadi erosi sehingga material tanah, lempung, batuan akan ...