Lukis cadas di Gua Kerbau.

Kandang Kerbau yang Menyimpan Lukisan Prasejarah

Celau Tengah, bukit kapur dengan gua kandang kerbau di dalamnya.

2000 tahun yang lalu, sebuah sejarah besar tertoreh dari dalam kandang. Waktu itu lahir seorang anak yang nantinya akan memiliki pengikut terbanyak di muka bumi ini. Yesus, lahir di sebuah kandang domba. Sebentar lagi mungkin, sejarah kecil itu juga akan lahir dari sebuah kandang kerbau yang jauh lebih lama dari Yesus.

Deretan bukit barisan dari Lampung hingga Aceh menyimpan rahasian besar dari masa lampau yang belum terkuang. Bukit-bukit batu gamping itu menyimpan banyak misteri. Belum lama ini, bukit gamping di Kalimantan Utara tercetak dalam sejarah Jurnal  Nature. Ada lukisan cadas di dalam gua yang merupapakan peninggalan pra sejarah. Jauh sebelum di Kalimantan ditemukan, gua Leang-leang Sulawesi Selatan juga ditemukan lukisan berumur 40 ribu tahun.

Kars Prasejarah

Saya berdiri di bawah bukit yang diberi nama Celau Tengah. Celau artinya bukit gamping, dan tengah karena berada di antara beberapa bukit. Demikian orang Napal Melintang di Sarolangun Jambi memberi toponimi. Berada di Kars Bukit Bulan, Celau tengah berdiri dengan megah.

Saya bersama tim peneliti dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan menyambangi bukit ini karena ada temua prasejarah. Bersama Mas Rully selaku ketua riset kami diajak masuk di Gua Kandang Kerbau. Sepintas aneh, ada gua yang diberi nama kandang.

Kerbau yang dilepas liarkan.

Di Napal Melintang, penduduk memelihara kerbau yang dilepas liarkan. Kerbau-kerbau ini menjelang sore hari akan pulang ke kandang. Kandang kerbau di sini ada yang berwujud banguan, ada juga yang masih memakai lorong-lorong gua. Lorong gua yang dipakai tempat tinggal kerbau diberi nama Gua Kandang Kerbau. Tidak terbayangkan, jika kandang dari lorong gua ini menyimpan peninggalan prasejarah.

Gua Kandang Kerbau

Kami berjalan menyusuri jalan kerbau yang mengarah ke mulut gua. Pintu gua yang lebar dan di dalamnya cukup luas dan cukup menampung 10 – 20 ekor kerbau. Tidak seperti kandang pada umumnya, di kandang kerbau tidak ada kotoran kerbau dan bau busuk layaknya kandang. Kerbau memiliki perilaku tidak mau membuang kotoran di dalam kandangnya sendiri.

Lorong gua kandang kerbau.

Di sebuah dinding di ketinggian 3,5 m terdapat lukisan gua dengan corak hitam. Sepintas mata saya menerjemahkan sebagai seekor burung, burung merak tepatnya. Pola ekor yang panjang mirik dengan merak. Benang merah yang bisa saya tarik mengapa melukis merak, burung ini mudah diingat dan dilukis dan berciri khas. Sisi lain, burung ini masih ada di hutan di sekitar sini.

Lukis cadas di Gua Kerbau.

Warna lukisan di sini berbeda dengan yang ada di Kalimantan dan Sulawesi, karena di sana menggunakan bahan oker sejenis tanah liat berwarna merah. Di sini, lukisan berwarna hitam dan belum disimpulkan dari bahan apa. Menjadi pertanyaan saya, apa benar ini lukisan pra sejarah?

Saya mengintup lukisan tersebut dengan kaca pembesar. Lukisan tersebut sudah ditimpa oleh lichens/ lumut kerak. Bisa saja ini lukisan lama, tetapi tidak tahu kapan tepatnya umur lukisan ini. Persoalan itu kapan dilukis, hanya hasil riset yang bisa menjawab. Sedikit sampel diambil untuk di analisis guna mengetahui umur lukisan melalui Carbon 14. Dengan menghitung paruh waktu, bisa diperkirakan usia dari bahan lukisan tersebut.

Lukisan di gua-gua lain.

Saya terkesima bukan dengan dengan temuannya, tetapi tempat temuannya. Sebuah kandang kerbau menjadi saksi bisu masa lalu. Jika ini benar perbuatan manusia pra sejarah, bisa dipastikan akan lahir sejarah baru dari sebuah kandang di Indonesia. Mungkin kandang kerbau akan masuk dalam majalan kelas dunia; nature, national geographic, dan yang pasti sejarah dunia akan mencatat.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gua Kedundung, Lorong Vertikal di Bukit Bulan

Dari Pemenang terus ke Jambi Singgah menginap do Pelawan Ada mas Dhanang dan mas Andi Ditemani oleh Pak Irawan Gegara pantun di atas membuat saya ...