Padling di Grindulu.

Grindulu yang Merindu

Suasan pagi di Muara Grindulu

Warna airnya yang hijau tosca, alirannya tenang, dan tepian kanan kiri yang menghijau mengingatkan saya pada sungai Loboc di Bohol-Filipina. Berbeda dengan sungai Loboc yang sudah ditata dengan baik dan menjadi salah satu destinasi wisata yang terkenal dengan restoran terapungnya. Sungai ini bernama Grindulu yang berhulu di Gunung Gembes dan berhilir di Teluk Pacitan. Belum tersentuh, itu kesan saya.

Pagi di Grindulu

Matahari baru saja menampakkan dirinya dari balik bukit dan mulai menyinari permukaan Grindulu. Kabut tipis menghiasi bukit-bukit karst yang berdiri kokoh. Saya berjalan pelan menghampiri 2 orang nelayan yang sedang mengadu peruntungan pagi itu.

Nelayan setempat mengadu peruntungan di tepian Grindulu.

Sebuah jala berkali-kali diterbarkan, tak satu pun yang tersangkut. Salah soerang menunjukan isi dari kepisnya. Di dalamnya ada beberapa ikan hasil penjalaanya dan salah satunya ikan kerapu. “Ikan di sini banyak yang berkurang, karena dari atas sana sudah banyak yang memasang jaring membentang suang” keluhnya. Namun dia menganggap menjala sebagai hiburan untuk mencari peruntungan. Jika hanya untuk lauk, sudah lebih dari cukup-imbuhnya.

Hasil tangkapan nelayan pagi itu.

River Padling

Matahari semakin meninggi dan kemolekan Grindulu masih menyandera saya untuk berlama-lama di sana. Beberapa perahu nelayan sudah mulai berdatangan dari laut. Mimik-mikik nelayan yang saya sapa menunjukan ekspresi yang berbeda, entah apakah ada hubungannya dengan peruntung melautnya, entahlah.

Padling di Grindulu,.

Dari kejauhan tetiba saya di panggil Mas Budi. Dia sambil duduk bersimpuh di padle board dia mendayung menuju tepian Grindulu. Lalu dia menyerahkan dayung kepada saya untuk mencoba berperahu di sungai. Memori saya kembali semasa kecil saat tinggal di Kalimantan. Bukan perkara yang susah jika mendayung sampan sembari berdiri. Namun, memorik keseimbangan di kaki tak sekuat yang ada di otak. Alhasil berkali-kali terguling juga.

Potensi wisata lokal yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi atraksi wisata baru di Grindulu.

Sungai dengan aliran yang tenang, arus yang tidak terlalu kuat, dan tidak terlalu dalam sangat baik untuk river padle. Muara grindulu dengan lintasan yang panjang, dan konon bisa masuk ke area kampung nelayan. Mungkin bagi beberapa orang adalah hal yang biasa, tapi bagi sebagian orang adalah pengalaman yang tak terduga.

Lokasi muara Grindulu.

Entahlah, saya belum melihat operator atau aktivitas padle river di sana. Sungai ini bisa mendatangkan banyak sisi yang menarik, tinggal mengemas dan mendisain sedemian rupa. Alam sudah menyediakan, tinggal kita kapan mengerjakan.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

2 comments

  1. aku penasran sama mbaknya yang lagi ndayung
    *abaikan 2 laki laki yang berpose sebelumnya
    hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berpeluh di Gua Rana Sepuluh

“Dulu gua-gua di sini jadi rebutan dan akhirnya di lelang untuk dipanen sarang waletnya. Tahun 84 saya harus rela kehilangan sodara saya yang terjatuh dan ...