Perjalanan menuju puncak dari Pos 4 Watu tulis.

Merbabu Saya Datang Lagi

Perjalanan menuju puncak dari Pos 4 Watu tulis.

Pagi itu saya merasa kurang yakin dengan diri saya begitu sebuah mobil berhenti dan menurukan 5 penumpangnya. 5 Bule dengan 3 perempuan dan 2 lelaki menjejakan kaki di halaman base camp Cuntel Gunung Merbabu. Badan yang tegap, tinggi, dan kaki yang kekar, dengan sepatu boot nampak gagah berdiri di depan saya yang terlihat mungil seperti orang asia kebanyakan. “Are you ready..?” kata saya lirih, “yeesss lets go” jawab mereka serempak.

Pagi ini saya diminta mengantarkan 5 pendaki asal Ceko. AWalnya hanya 2 orang yang meminta yakni Nicole dan Caterine, tetapi tetiba tambah menjadi 3 orang. Mereka adalah mahasiswa Ph.D dari Czech University of life sciences Prague yang sedang berkunjung di Indonesia. Mereka ingin mengunjungi gunung berapi di Indonesia.

Peta jalur pendakian.

Pukul 09.00 kami mulai meninggalkan base camp Cuntel. Saya agak ciut, melihat langkah lebar mereka. Tetapi saya tetap tenang, karena saya yang menguasai jalurnya. 20 menit kami berjalan, sampailah di Pos Bayangan 1. Sejenak kami beristirahat lalu lanjut menuju pos bayangan 2 yang berjarak 700m.

Gila. Dari pos bayangan 1 menuju bayangan 2 tidak ada jeda istirahat. Alhasil hanya butuh waktu 50 menit kami sampai di pos bayangan 2. Baru saja menghela nafas, mereka sudah berdatangan. Tetiba Caterin meminta istirahat karena kondisinya tidak fit. Saya memutuskan Caterin tetap melanjutkan perjalanan dan bisa istirahat di Pos 1.

20 menit kami berjalan, sampailah di Pos 1. Kebetulan ada 3 tenda berdiri dan penghuninya hanya berkemah. Maka saya menitipkan Caterim di Pos 1 dan akan dijemput nanti saat turun. Kami melanjutkan perjalanan.

Dengan langkah kaki yang tidak berimbang, tercecerlah saya di barisan belakang. Yang terpenting, mereka masih dalam jangkauan pandangan mata saya. Pos 2 telewati dan pos 3 sudah di depan mata.

Merbabu memiliki jalur terberat yakni saat mendaki puncak pemancar atau pos 4 Watu Tulis. Langkah gontai saya belum mampu mendekati mereka. Akhirnya sampai juga di puncak ke-3. Hanya butuh 3 jam untuk berdiri di tempat ini. Sesaat kami istirahat, maka diputuskan untuk melanjutkan pendakian menuju puncak Syarif 3119 mdpl. Nicole memutuskan turun untuk menemui Caterine dan saya menghantarkan turun sampai jalur yang benar.

Sampai di Pos 4.

Saya kembali naik menyusul 3 pendaki yang sudah berjalan di depan di dampingi Rizal. Kaki ini terasa berat manakala harus mengitari Jembatan Setan namun nasib sial menimpa saya. Saya salah jalur, hingga malah menemubus puncak barat. Akhirnya saya banyak kehabisan waktu dan memutuskan memotong jalur menuju Ondo Rante.

Ngadem di Ondo Rante tepat sete;ah Jembatan Setan di bawah pohon cantigi.

Di bawah pohon Cantigi saya berhenti dan menunggu mereka turun. Tidak mungkin mengejar mereka yang sudah terlampau jauh. Pukul 13.00 mereka menginjakkan kaki di Puncak Syarif. Pukul 13.30 kami perlahan turun menuju base camp Cuntel. Pukul 16.30 kami sampai dengan selamat di base camp dan selanjutnya kami menikmati dinner bersama untuk merayakan keberuntungan kami.

 

Video

 

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Grindulu yang Merindu

Warna airnya yang hijau tosca, alirannya tenang, dan tepian kanan kiri yang menghijau mengingatkan saya pada sungai Loboc di Bohol-Filipina. Berbeda dengan sungai Loboc yang ...