Kunyit Asam bahan baku utama jamu.

Mudik Sambil Promosi Jamu Sebagai Salah Satu Identitas Bangsa

Kunyit Asam bahan baku utama jamu.

Mudik adalah sebuah tradisi dimana para perantau kembali ke kampung halamannya untuk tujuan tertentu. Indonesia dengan kekayaan budayanya telah menciptakan fenomena mudik. Mudik dilakukan untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing kerena ada momentum seperti hari raya dan  libur panjang. Aktifitas pulang kampung bisa dilakukan secara individu, kelompok, bahkan masal.

Momentum Mudik

Sepertinya merayakan liburan atau libur panjang tidak afdol jika tidak dilakukan di kampung sendiri. Berbagai upaya dilakukan agar bisa mudik, terutama bagaiaman caranya agar sampai dikampung halaman. Mudik tidak lepas dari sarana transportasi. Bagi mereka yang memiliki uang lebih akan mengambil lalu lintas udara. Bagi mereka yang memiliki keluarga besar dan kendaraan, maka akan memakai kendaraan bersama. Bagi mereka dengan anggaran pas-pasan akan naik kendaraan yang terjangkai seperti; kereta api, kapal laut, dan bus. Bagi yang menginginkan mudik hemat, acapkali ada yang rela mengendarai kendaraan bermotor.

Mudik dan Kesehatan

Mudik tidak lepas dari aktifitas yang fisik. Demi mengejar pesawat udara atau kereta api banyak yang harus bangun pagi-pagi agar tidak ketinggalan. Bagi yang naik kapal laut atau bus antar kota antar provinsi harus kuat menahan waktu yang panjang dalam perjalanan. Yang mengerikan adalah yang mengendarai sepeda motor harus rela menerima terpaan angin, hujan, terik panas matahari, debu dan polusi. Hal yang banyak terganggu adalah kondisi kesehatan pemudik itu sendiri.

Perjalanan yang penjang dari lokasi perantauan hingga kampung halaman memaksa tubuh bekerja ekstra kali lipat. Kesehatan menjadi taruhan bagi para pejuang mudik. Tak ayal mereka acapkali memersiapkan tubuhnya dengan baik melalui suplemen makanan dan minuman, bahkan obat-obatan.

Sebuah kekawatiran, makanan dan minuman tambahan/suplemen hanya menjadi pemicu saja tanpa memberikan dukungan fungsi fisiologis bagi tubuh. Banyak mereka yang mengonsumsi suplemen makan dan minuman tumbang ditengah jalan karena tubuhnya dipaksa untuk mengatasi kelelahan fisik. Ada juga yang mengonsumsi obat-obatan untuk mendukung kekuatan tubuh. Obat hanyalan stimulan tetapi tidak memberikan soluosi bagi tubuh yang benar-benar membutuhkan nutrisi yang diperlukan. Tubuh perlu suplemen khusus yang aman agar benar-benar bisa memenuhi kebutuhan asupan tubuh.

Jamu Suplemen yang Aman

Nenek moyang kita sudah lama mengenal jamu. Jamu adalah suplemen bagi tubuh untuk kondisi kebutuhan tertentu. Sebagai warisan turun-temurun, jamu menjadi salah satu bagian dalam budaya pengobatan tradisional. Jamu dipercaya memiliki khasiat karena sudah terbukti dalam kurun waktu yang lama.

Ilmu pengetahuan juga mengakui jika jamu adalah bukanlah obat tetapi suplemen makanan dan minuman yang aman. Jamu berasal dari bahan-bahan alami tanpa ada penambahan bahan kimia sintetik yang berbahaya. Jamu sepenuhnya berasal dari material organik baik hewani maupun nabati. Jamu secara efektif memberikan khasiatnya karena sudah diseleksi oleh nenek moyang kita dan diklasifikasikan sesuai fungsinya masing-masing.

Meracik jamu, kegiatan yang masih dijumpai di Pasar Gede Solo.

Bekal Jamu untuk Mudik

Saya terbiasa membawa jamu untuk setiap kali perjalanan. Namun acapkali saya ditertawakan oleh rekan-rekan seperjalanan saya gegara saya membawa jamu. Mereka berceloteh saya mirik dengan orang tua jaman dulu, bahkan ada yang mengatakan saya mirip dengan orang-orang pada jaman Saur Sepuh atau orang-orang kerajaan.

Jamu acapkali dipamami hanya satu sisi saja oleh sebagian orang. Jamu memiliki dimenasi yang luas jika dilihat dari beragam perspektif. Banyak orang beranggapan, jamu hanya yang dikonsumsi secara oral yang didalamnya terdapat berbagai jenis serbuk yang berbau menyengat, lalu telur, madu dan diseduh dengan air panas lalu diminum.

Transformasi Jamu

Jamu identik dengan aroma yang menyengat, rasa pahit, dan rasa yang tidak enak. Jaman telah berkembang, berikut juga dengan industri jamu. Jamu-jamu tradisional saat ini sudah dikembangkan dalam bentuk jamu yang modern, praktis dan semua bisa mengonsumsinya.

Produsen jamu mamahami selera lidah generasi saat ini. Jamu yang identik dengan rasa pahit, amis, tidak enak dan ribet sudah ubah dalam perspektif yang berbeda. Jamu sudah dibuat dalam kemasan yang praktis, takarannya pas, serta rasa yang dapat diterima oleh lidah kebanyakan orang. Jamu juga sudah distandariasai dengan CPOB (cara pengolahan obat yang baik) dan sudah melewati uji klinis. Jamu saat ini sebenarnya sudah menjadi trend bagi masyarakat tanpa disadari.

Mudik dan Jamu

Saya tidak bisa melepaskan kotak obat saya dari jamu sachetan buatan pabrik. Selain jamu cair, saya juga membawa jamu dalam bentuk dan fungsi lain yakni jamu gosok. Penatnya perjalanan acapkalai harus membuat tubuh ini butuh recovery untuk menjaga dan mengembalikan kondisi tubuh yang kelelahan.

Jamu dengan kandungan ekstrak tumbuhan adalah suplemen yang baik bagi tubuh. Tubuh lelah butuh senyawa antioksidan yang bisa menyegarkan tubuh. Antioksidan ini banyak dalam ekstrak dalam tumbuhan/herbal. Secara logika, ekstrak herbal dalam jamu adalah antioksidan kuat yang baik dalam tubuh. Antioksidan tersebut akan membantu buh melawan radikal-radikal bebas dalam tubuh, sehingga tubuh akan tetap terjaga kondisinya.

Jamu semakin praktsi karena sudah dikemas bagus dan praktis.

Di dalam jamu juga terdapat madu. Tidak banyak yang menyadari fungsi madu dalam jamu. Banyak yang mengira madu digunakan untuk menyamarkan rasa pahit atau tidak enak dalam jamu, sehingga dengan ditambah madu maka jamu akan terasa manis. Madu adalah gula sederhana yang dapat dengan mudah diserap dalam tubuh. Gula adalah bahan bakar untuk tubuh yang paling mudah diserap dan dimanfaatkan. Madu akan memberikan tambahan energi dalam tubuh, sehingga tubuh dapat dengan cepat me-recovery dirinya.

Jamu dalam bentuk oles selama ini dipahami sebagai minyak urut atau anti gigitan serangga. Pamahaman ini sepenuhnya tidak salah. Jamu dalam bentuk oles sebenarnya adalah usaha memberikan tubuh asupan berupa bahan-bahan herbal. Seperti halnya suntik vitamin C, demikian jamu oleh memiliki prinsip. Jika dengan injeksi akan langsung menusuk pada sasaran, tetapi jamu memiliki pelepasan zat-zat kimia secara perlahan dan memberikan kesempatan tubuh untuk adaptasi dan menyerapnya. Mengapa usai tubuh diberi obat gosok akan terasa segar, kerena tubuh menyerap senyawa biokatif dan menyalurkan dalam peredaran darah.

Jamu Tidak ada Efek Samping

Konsumsi jamu sesuai dengan petunjuk dan kebutuhan tidak akan memberikan efek samping atau dampak buruk bagi tubuh. Jamu terbuat dari material organik sehingga tubuh juga bisa mengeluarkan sisa-sisa jamu yang tidak terpakai dalam tubuh dalam bentuk sekresi baik melalui keringat atau urin.

Jamu tidak menyebabkan alergi, ketagihan, ketergantungan, bahkan keracunan jika dikonsumsi sesuai aturan. Berbeda dengan obat-obatan yang acapkjali memiliki sifat sedatif atau memberikan ketergantungan pada pemakainya. Sehingga jamu benar-benar aman bagi tubuh selama kita memahami dosis pemakaiannya.

Promosi dengan Jamu

Suatu saat saya mudik bersama-sama dari luar negeri. Dalam  mudik tersebut saya mengajak rekan-rekan dari manca untuk jalan-jalan. Seperti biasa, dalam perjalana saya mengeluarkan senjata pamungkas saya berupa jamu cair scahetan.

Dalam perjalanan tersebut ada rekan dari manca sepertinya sedang mengalami kondisi badan yang kurang sehat. Jika dalam bahasa kita disebut dengan masuk angin. Saya pesankan teh panas lalu saya seduh dengan jamu sachetan tersebut. Saya meyakinkan jika ini bisa membuat tubuhmu baik. Tak berapa lama dia bisa bersendawa dan mengakui khasiah jamu herbal bawaan saya. Sampai saat ini jika berkunjung ke Indonesia selalu memborong jamu sachetan dan sambil bercanda dia menirukan jargonnya “orang luar minum stop wind”. Bukankan ini promosi yang bagus untuk Indonesia yang kaya akan jamu.

Jamu tak lagi dipandang sebagai obat tradisional masa lalu. Saat ini jamu bisa menjadi identitas bangsa. Kekayaan alam Indonesia adalah sumber daya tak ternilai, dan jamu adalah buktinya.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berpeluh di Gua Rana Sepuluh

“Dulu gua-gua di sini jadi rebutan dan akhirnya di lelang untuk dipanen sarang waletnya. Tahun 84 saya harus rela kehilangan sodara saya yang terjatuh dan ...