Jenis-jenis plastik (http://www.cfs.gov.hk/english/multimedia/multimedia_pub/multimedia_pub_fsf_60_01.html_)

Ancaman Mikroplastik dan Nanoplastik Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Mikroplastik (https://qz.com/786576/banning-microbeads-may-not-be-enough-to-stop-water-pollution-in-our-freshwater/)

Beredar pemberitaan tentang kandungan mikropasltik dalam air minum dalam kemasan. Sejumlah air minum dalam kemasan berbagai merek diambil uji petik untuk dianalisis kandungan mikroplastiknya. Sederet angkat dikemukakan berapa total mikroplastik dalam kemasan tersebut. Munculah berbagai pendapat dengan pro dan kontranya masing-masing. Masyarakat resah begitu juga dengan mereka yang berbisnis air minum dalam kemasan. Ada juga yang acuh tak acuh, bisa mendapatkan air bersih saja sudah beruntung, perkara mikroplastik nantilah.

Cemaran Plastik

jauh sebelum wacana mikroplastik berkembang, sudah marak tentang dampak plastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Paling terlihat nyata adalah pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah plastik yang tidak sebagiamana mestinya. Ataupun pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkunan seperti di bakar yang memindahkan bahan cemaran ke udara. Sepertinya isu cemaran plastik bagi lingkungan bukan sesuatu yang asing bagi kita.

Wacana berikutnya adalah cemaran dari repihan-repihan plastik berukuran kecil atau kurang dari 1mm yang dikenal dengan mikroplastik. Yang paling terdampak dari cemaran ini adalah organisme aquatik atau perairan. Mikroplastik ini tidak larut dalam air tetapi akan tercampur dalam air dan terkonsumsi oleh organisme aquatik.

Mikroplastik dalam Air Minum

Saat ini wacana tentang cemaran mikroplastik berkembang saat ada penelitian yang mengambil uji petik air minum dalam kemasan plastik. Kemasan plastik sudah sangat familiar sebagai bahan pengemas segala jenis produk, baik makanan, minuman, obat, pakaian, kertas dan masih banyak lagi. Dari sisi teknologi pengemasan plastik memberi banyak keuntungan, yakni murah, mudah dibentuk, tahan lama, mudah didapat dan lain sebagainya. Di sisi lain, plastik juga memiliki dampak buruk terutama cemaran lingkungan dan gangguan kesehatan manusia.

Jenis-jenis Plastik

Dalam teknologi pengemasan, plastik menjadi pilihan selain pengemas lain seperti; kertas, kaca, kayu, daun, dan logam. Plastik adalah senyawa polimer yang ditambah zat-zat tambahan agar sesuai dengan keinginan pembuatnya. Dalam pengolahan plastik menjadi bahan pengemas akan ditirunkan beberapa produk seperti; PET, PE-HD, PVC, PE-LD, PP, PS, dan PC.

Jenis-jenis plastik (http://www.cfs.gov.hk/english/multimedia/multimedia_pub/multimedia_pub_fsf_60_01.html_)

PET (polyethylene terephthalate) digunakan untuk kemasan minuman berkarbonasi, PE-HD polyethylene high density untuk botol plastik, PVC polyvinyl chloride untuk pipa dan kemasan obat, PE-LD polyethylene low density untuk kabel dan plastik kreses, PP polypropylene untuk alat tulis dan rumah tangga, PS. PSE polystyrene untuk pengemas makanan, PC Polycarbonate dan PLA polyamide untuk botol minuman dan pakaian. Hampir sebagian besar yang ada di lingkungan kita penuh dengan plastik dan semua berpotensi menjadi bahan pencemar.

Bisa saja plastik itu aman dan sangat aman, tetapi saat ada bagian material/monomer yang terlepas ke lingkungan atau masuk dalam tubuh akan meminbulkan masalah. Lepasnya monomer tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti; panas, benturan, gesekan, paparan bahan kimia, paparan cahaya UV, paparan anti biotik, paparan asam dan lain sebagainya.

Lepasnya monomer tersebut bisa berukuran besar yang disebut mikroplastik dan yang sangat kecil atau nanoplastik. Lepasnya material ini ke lingkungan akan masuk ke dalam sistem rantai makanan. Zooplankton dapat mudah terkontaminasi material tersebut, yang kemudian akan dimangsa mahluk yang lebih besar dan selebihnya manusia yang akan menjadi tempat sampah terakhir.

Dampak Mikroplastik

Lantas apa dampak yang ditimbulkan oleh mikroplastik dan nanoplastik bagi kesehatan manusia? Ada sebuah penelitian yang mengatakan jika materil tersebut mampu menyumbat dinding usus yang seharunya digunakan untuk menyerap sari-sari makanan. Perlu diketahui sifat material tersebut sangat sulit untuk didegradasi atau diuraikan. Akibat tersembatnya permukaan usus, maka penyerapan nutrisi terhamabat dan seseorang bisa kekurangan energi dan nutrisi.

Bagaimana jika pertikel-partikel yang berukuran 50-100 nm atau (0,000005 – 0,000010 mm) ini masuk dalam pembuluh darah manusia. Manusia memiliki mekanisme partahanan diri pinocytosis dan fagositik yakni untuk mengeluarkan material asing dari dalam tubuh. Mikroplastik dan nanoplastik yang masuk dalam pembuluh darah akan dibawa ke hati untuk untuk dibuang ke empedu dan selanjutnya dibuang bersama feses. Bagaimana jika jumlah berlebih, tentu saja akan menyebabkan gangguan hati, empedu.

Mekanisme pengeliaran mikroplasyik dari dalam tubuh (ec.europa.eu/environment/…10/pdf/GESAMP_microplastics%20full%20study.pdf).

Mungkin langkah bijak harus dari diri sendiri dengan menyadari potensu cemaran yang ada. Lepasnya mikroplastik dam nanoplastik bisa dihindari dengan penanganan kemasan yang baik. Menghindarkan dari paparan panas dan cahaya secara langsung, menghindari benturan dan gesekan, tidak mencampur zat-zat kimia, dan memerhatikan batas pemakian, apakah dipakai sekali atau bisa dipakai berulang. Menjadi konsumen harus cerdas bisa memilah dan memilih kemasan plastik.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

12 comments

  1. Isu plastik & dampaknya ini memang selalu ada tapi terkesan susah selesainya ya. Di sisi lain plastik ini jadi kemasan yang praktis kalau dibandingkan dengan kemasan kaca atau aluminium.
    Eh la kalo plastik botol minum yg katanya sudah food grade itu gimana? Beda cerita kah?

    • Kalau yang sudah food grade itu artinya dia tahan terhadap panas, microwave, asam dsb biasanya begitu. Tetapi tetap ada masa pakai, yang pasti hati-hati saja.Minimal dengan memilih bagian pantatnya ada sendok garpu sudah jaminan dahulu deh hehe

  2. Ngowoh thok.
    Hiks..hiks…
    Kerennnnn

  3. Jadi memang ada potensi cemaran kalau menggunakan plastik dengan “tidak benar”, kah?

  4. Okee..makasih untuk informasinya mas dhave. Sangat bermanfaat. Jadi lebih paham tentang penggunaan botol plastik, apalagi air minum kemasan.

    • Semoga berkenan dan selalu berhati-hati, lebih baik botol kendi…
      Yang penting adalah dari mana sumber airnya, lalu dikemas dalam bentuk apa… Paling aman ya botol termos/logam, kaca… tapi lebih penting jangan dehidrasi dulu deh hahaha baru mikir kemasan hahahaha

  5. Satu tips lg, hindari minum dr air mnm kemasan yg sdh terbuka lalu ditinggal di dlm mbl selama sehari or lebih. Apalagi jk sdh terpapar sinar matahari. Paparan sinar matahari berdampak buruk pd botol kemasan plastiknya, persis spt yg disampein Dave di atas.
    Lbh baek buang sj meski air mnm kemasan msh separuh…jk mmg tertinggal n nginep di dlm mbl.
    Ah…aku klo lg KZL knapa rodo cerdas gini ya. Duh

    • Nah itu dia… benar sekali, apalagi air minum yang ditinggal mantan, mending di buang deh daripada jadi kenangan hehehe

  6. Duh, ngeri juga dampaknya ya mas. Mungkin ada baiknya untuk mengurangi pemakaian plastik

    • Kalau mengurangi boleh, tapi yang penting adalah hati-hati, terutama anak2 yang suka minum pake plastik, cilok pakai plastik, padahal airnya panas dan minyak. Potensi lepasnya monomer sangat besar, itu yang harus hati-hati sekali…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Menyapa Curug Muara Jaya, Majalengka

Sangat teringat pelajaran SD dulu tentang sumber daya alam. Indonesia terkenal sebagai penghasil batu bara, sedangkan Jepang dengan batu bara putih. Apa bedanya kedua batu ...