Rejasa, Keanggunan Jelitanya Ratu Malam

Mahkota bunga rejasa (http://thegardengeeks.com/home/index.php?option=com_sobi2&sobi2Task=sobi2Details&catid=6&sobi2Id=9279&Itemid=132)

Anak SD mungkin banyak yang tahu jika kota-kota di Indonesia memiliki julukan. Sebut saja Serambi Mekah, pasti akan merujuk Aceh. Kota Gudeg, serentak menyebut Yogyakarta, Kota Pahlawan tentu saja Surabaya. Julukan kota yang berdasar pada sejarah atau penciri tertentu yang melekat dan akhirnya disematkan pada kota tersebut. Namun sadarkan kita jika kota-kota di Indonesia juga memiliki julukan sebagai identitasnya, salah satunya mengacu pada flora identitas.

Flora identitas untuk provinsi (https://www.kompasiana.com/nprih/5a0aafef516995032f33f7d3/rejasa-flora-identitas-kota-salatiga)

FLora identitas untuk kota dan kabupaten di Jawa Tengah (https://www.kompasiana.com/nprih/5a0aafef516995032f33f7d3/rejasa-flora-identitas-kota-salatiga)

Flora Identitas

Flora identitas adalah sebuah jenis tumbuhan yang dijadikan penciri suatu daerah. Kota serambi mekah juga memiliki flora identitas, yakni Cempaka (Michelia champaka), Kota gudeng dengan buah kepel (Stelechocarpus burahol), kota Pahlawan dengan Polyanthes tuberosa atau bunga sedap malam. Bagai mana dengan kota kecil seperti kota, kota madya, dan kabupaten. Salatiga adalah sebuah kota kecil di Jawa Tengah di pinggang gunung Merbabu. Bunga rejasa atau (Elaeocarpus grandiflorus) adalah identitas kota Salatiga.

Tidak banyak yang mengetahui jika rejasa adalah identitas kota Salatiga, mungkin termasuk warga atau pegawai pemerintahannya. Rejasa dipilih karena memiliki keunikan, keindahan, manfaat, dan daya tarik yang memikat, terlebih bunganya saat mekar.

Bunga Rejasa

Rejasa atau nama ilmiahnya Elaeocarpus grandiflorus J.E. Smith adalah tumbuhan hias dari marga Elaeocarpus. Nama elaeocarpus berasal dari bahasa Yunani , berarti ‘buah zaitun’, atau ‘dengan buah-buahan yang menyerupai zaitun. Grandiflorus diartikan sebagai bungan yang tampan atau cantik. Bunga rejasa jika masih kuncup akan berwarna merah, tetapi saat mekar akan berwarna putigh seperti mahkota. Pada saat bunga ini gugur, di sinilah letak keindahan bunga ini. Lantai tanah akan berhamparan warna mahkota berwarna putih bersih dan berserakan-sangat indah.

Bunga rajasa ada yang menyebutnya dengan queen of the night, atau ratu malam. Sebutan demikian karena kemolekan dari bunga ini. Lambaian mahkota bunga yang tertiup angin, seperti lonceng-lonceng mungil di bawah pergola dari tajuknya. Sangat teduh, berdiam dan berlama-lama dibawahnya.

Ilustrasi rejasa (http://www.dnp.go.th/botany/Botany_Eng/illus_Eng2.html).

Khasiat dan Manfaat Rejasa

Bunga dengan nama lokal anyang-anyang, Ki ambit (Sunda); kemaitan, maitan, raja sor, Orang asing menyebut dengan elaeocarpi Fructus. Secara tradisional, tumbuhan ini digunakan sebagai obat. Buah memiliki khasiat untuk menyembuhkan desentri dan sakit kandung kencing.Kulit kayu untuk pengobatan radang ginjal dan borok. Daun untuk mengobati demam, lesu, mual, dan sakit kuning.

Tumbuhan ini mampu tumbuh di tanah yang kering, tandus, basah, apalagi subur. Ada yang menyebut tumbuhan ini dengan “Lily of the Valley Tree“. Tumbuhan ini dijadikan tanaman hias karena mampu menjadi tanaman peneduh karena kanopinya akan menyerupai payung jika dipangkas dengan benar. Daun-daunnya memiliki masa hidup yang lama, sehingga tidak mudah gugur dan menimbulkan sampah.

Di balik khasiat, keindahan, dan uniknya tumbuhan ini masih memiliki manfaat ekologis lain. Selain sebagai tumbuhan peneduh dan hias, perakaran rejasa memilik daya cengkeram yang kuat sehingga mampu menahan tanah dari erosi. Daun yang lebat dan berbentuk payung bisa menjadi pelindung dari sengatan sinar matahari, hembusan angin, penyaring udara, dan pelindung dari tetesan air hujan yang bisa meredam aliran permukaan.

Rejasa menjadi salah satu identitas kota Salatiga. Merskipun flora ini tersebar dari Asia Tenggara di Indonesia (Sumatera, Jawa, Bali), Singapura, Thailand, Filipina, namun akhirnya betah di Salatiga. Rejasa, keanggunanmu molek saat menghias pinggang merbabu, Salatiga.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kisah Balung Buto dari Sangiran

“Mas ini fosil tulang apa?” tanya seorang mahasiswa. “oh itu gigi rusa” saya menjawab sekenanya saja. Saya teringat 2 tahun yang lalu saat saya menemukan ...