Kondisi Kali benoyo.

Salatiga Menara Air yang Kadang Tidak Mengalir

Anak-anak sedang berenang di Kali Benoyo.

Beberapa waktu ini acapkali saya mendengar keluhan warga Salatiga tentang air PAM yang mati. Mungkin sangat ironis jika air PAM harus mati, karena Salatiga termasuk gudangnya sumber air. Salatiga sebuah kota kecil di timur Gunung Merbabu yang memiliki beberapa kawasan yang berhubungan dengan air yakni kali (Sungai). Secara geografis, kota ini tidak dilewati sungai besar tetapi setidaknya ada 6 wilayah dengan nama kali; Kalitaman, Kalicacing, Kalioso, Kaligetek, Kalibening, dan Kalimangkak, meskipun Kalicacing dan Kalioso tidak ada sungainya.

Peta mata air salatiga.

Salatiga Menara Air

Salatiga mendapat julukan menara air, karena banyaknya mata air di kota ini. Konon lebih dari 100 mata air di kota ini, tetapi saat ini sudah banyak yang hilang. Saat ini hanya ada 4 mata air yang besar yang menyuplay kebutuhan air di Salatiga yakni Kalitaman, Kalisombo, Benoyo, dan yang terbesar mata air Senjoyo.

Membandingkan Salatiga dengan kota-kota lain di Indonesia memang masih jauh dari panggang. Sebut saja Klayen dengan Umbul Ponggok yang berada di desa Ponggok, Kecamatan Polah Harjo, Klaten-Jawa Tengah kini menjadi ikon di kabupaten yang terletak di lereng timur Gunung Merapi. Umbul ponggok menjadi salah satu sumber air dari ratusan bahkan ribuan mata air di Klaten.

Umbul Ponggok.

Berbicara tentang Umbul Ponggok, yakni sebuah mata air yang disulap menjadi tempat wisata sepertinya terbesit ide untuk mengubah Salatiga dengan beberapa umbulnya. Umbul Ponggok sebulan bisa meraup pendapatan 3 miliar dari obyek wisata pemandiannya, Salatiga belum ada.

Kali Benoyo

Sore itu saya mengunjungi sebuah mata air di yang diberi nama Kali Benoyo dan Kali Taman. Mata air yang sudah dibangun sebuah kolam. Kolam tersebut dipakai penduduk sekitar untuk mencuci dan mandi, layaknya umbul-umbul yang ada di Klaten selain Ponggok.

Terbesit akan sebuah ide, bagaimana jika tempat tersebut dibangun. Sumber air sudah ada, akses jalan juga ada. Setidaknya jika dibangun bisa mendatangkan pendapatan bagi warga sekitar dan kota. Minimal pengunjung dari warga Kota Salatiga yang hendak berekreasi atau melepas penat. Tidak mudah memang membranding sebuah lokasi menjadi lokasi yang menarik dan mendatangkan banyak pengunjung.

Apa istimewanya Ponggok, yang pasti aksesnya mudah karena tepat ditepi jalan. Selain akses, adanya daya tarik yang lain yakni air yang jernih dan tidak begitu dalam sertanya banyaknya ikan yang sengaja diperlihara. Tujuan wisatawan ke Ponggok, bukan ingin berenang tetapi menikmati dunia bawah air. Menikmati dunia bawah air juga harus didukung dengan fasilitas penunjang seperti kamar mandi, penitipan barang, para penjaga kolam, persewaan perlengkapan dan lain sebagainya.

Bukan perkara yang sudah mendatangkan ikan-ikan besar, cukup membeli yang sudah besar dan tinggal dilepaskan. Faktanya di Benoyo dan Kalitaman sudah ada beberapa ekor ikan dan mampu hidup dan bertahan di kolam tersebut. Entah kapan pemikiran ini akan dijalankan, setidaknya Salatiga sudah memiliki modal utama, tinggal dibangun dan dibuat manajemen dengan warga. Biarkan warga yang mengelola. dari pemerintah, oleh warga, dan untuk warga.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jeep Tour de Telomoyo dan Breakfast ala Chef D’Emmerick Hotel

Beratapkan tenda dan berselimutkan hawa malam yang menusuk tulang, mata ini belum juga mau terpejam. Di tenda sebelam, riuh bunyi dengkuran menandakan sang empunya tidur ...