Buah maja atai Kabila.

Majapahit di Pulau Timor

Pohon buah maja (AEGLE MAKMELOS) yang tumbuh di NTT.

Matahari yang terik, angin pantai yang menderu, seolah menyingkirkan hawa panas di atas tanah yang kering dan gersang. Rumput yang menguning, pepohonan yang meranggas, tanah yang pecah, serta debu tebal yang mengepul adalah suasana di Selatan Pulau Timor, tepatnya di Kecamata Panite, Kabupaten Timor Tengah Selatan-NTT. Saya seolah seperti pengawal Raden Wijaya yang sedang membabat Tanah Tarik. Bagaimana tidak, di Selatan Timor ini saya menemukan buah maja, jika di Jawa inilah cikal bakal Majapahit yang masyur tersebut.

Petan Panite di Pulau Timor-NTT.

Beragam komentar, opini, bahkan klaim acapkali berkecamuk jika menyebut buah maja sebagai salah satu penanda lahirnya Kerajaan Majapahit. Maja bahkan menjadi simbol bagi Kota Mojokerta dan Kabupaten Mojokerto. Kadang jika harus berdepat mana yang benar, rasanya ingin sekali memiliki mesin waktu untuk melihat apa yang dimakan anak buah Raden Wijaya pada waktu itu.

Maja Amerika Selatan
Selama ini banyak yang menganggap buah maja dengan nama ilmiah Crescentia cujete adalah buah maja yang dimakan anak buah Raden Wijaya. Buah maja ini memang rasanya pahit, sepat, dan masuk akal saja jika ini dianggap buah yang dimaksud.

Sejarah botani mengatakan, jika buah Maja ini adalah tumbuhan asli dari Benua Amerika yang tersebar dari Meksiko hingga Brasil. Maja jenis ini dibawa oleh Belanda dan Portugis ke Indonesia tahun 1800-an. Sepertinya tidak mungkin jika anak buah Raden Wijaya pada tahun 1293-1527 (Majapahit), sudah memakannya, bahkan Belanda saja belum datang. Namun, bolehlah jika ingin berkisah dengan gothak gathuk kadang tidak mathuk (menyambung-nyambungkan yang kadang tidak nyambung, menjadi sebuah cerita.

Maja Asia
Ada kemungkinan, anak buah Raden Wijaya waktu itu memakan buah maja dengan mana ilmiah Aegle makmelos. Maja jenis ini banyak tumbuh di Asia selatan hingga Asia tenggara. Bahkan Indonesia bagian selata yakni di Pulau Timor-NTT saya juga menemukannya, dan orang lokal sana mengatakan “itu buah maja“, ada juga yang menyebut dengan kabila.

Buah maja atai Kabila.

Buah maja asli Asia ini memang waktu muda rasanya juga pahit, getir, begitu juga saat sudah masak juga tidak begitu manis. Orang lokal di Timor, tidak banyak yang mengonsumsi buah maja karena rasanya yang tidak enak dan lengket. Masyarakat Timor memakai buah maja dengan cara di ambil getahnya sebagai lem. “Dulu kami untuk mengelem amplop surat selain pakai nasi ya pakai getah buat maja” kata Pak Simon Rajapono yang menemani saya keliling NTT.

Majapahit
Tidak ada yang pasti, apakah nama Majapahit itu memang benar-benar diambil gegara anak buah Raden Wijaya memakan buah maja versi Amerika atau Asia, yang pasti sama-sama pahit. Ada juga yang mengungkapkan jika majapahit, bukanlah buah maja yang pahit.

Maja pahit berasal dari kata maja (buah) dan pahit (modal). Dengan modal buah maja, maka dibangunlah sebuah kerajaan yang nantinya akan mencapai masa kejayaan pada era Hayam Wuruk dengan Maha Patih Gajah Mada. Beragam versi mengatakan dari mana nama Majapahit, jangankan namanya lokasinya juga menjadi pergunjingan.

Mungkin yang membuat kita sadar adalah infromasi botani dari buah maja. Apakah itu maja versi Crescentia cujete atau Aegle makmelos, itu yang terpenting. Jangan sampai kita salah ambil jenis buah maja yang dimaksud. Andakata kita henda membuat kerajinan dari tempurung buah maja, hendaklah mengambil yang jenis Crescentia cujete, begitu juga jika hendak mengelem surat cinta maka pakailah getah Aegle makmelos. Yang pasti jangan terbalik, seperti gothak gathuk yang tidak mathuk. Majapahit tetaplah nama kerajaan, sedangkan buah maja adalah nama lokal, dari 2 jenis spesies yang berbeda, dan jangan salah pilih,

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Danau Gunung Tujuh, Terluas dan Tertinggi di Asia Tenggara

Dari puncak Gunung Kerinci saya menyaksikan sebuah danau yang luas di tengah-tengah gunung. Danau yang sangat luas, seperti mangkuk raksasa yang bagian tepinya berbentuk tidak ...