Mengikir kunci

Duplikasi DNA oleh Tukang Kunci

Perkakas duplikat kunci.

Malam semakin larut dan arloji terus berjalan menuju pergantian tanggal. Pelan kaki ini melangkah menuju pintu kamar, berharap tidak ada yang terganggu dengan derap langkah yang menjinjit. “Astaga kunci kamar ketinggalan di kantor” semenjana saya berteriak. Rintik hujan perlahan turun dan berharap ada tukang duplikat kunci dan berapa pun akan saya bayar untuk jasanya.

Pagi nampak berseri tak seperti wajah saya yang semalam kedinginan menahan angin malam. Kaki melangkah tegap dan berharap mendapat peruntungan pagi ini dengan bertemu dengan tukang kunci. Saya paham betul letak tukang kunci itu membuka lapaknya dan hari ini saya untuk pertama kali akan menggunakan jasanya.

Pengganda Kunci

Jari telunuk kirinya tak seperti jemari orang normal pada umumnya. Mungkin sebagian akan menganggap telunjuk kirinya cacat atau pernah mengalami kecelakaan. Mata awam saya langsung menjatuhkan vonis demikian. Telunjuk yang aneh, dalam benak saya berpikir demikian, ketika saya bertegur sapa sekaligus mengutarakan maksud dan tujuan saya untuk menggandakan kunci.

Jari telunjuk yang tergores pekerjaan.

Pak Gio,biasa dia dipanggil. Ketika saya bertanya, “sudah berapa lama pak kerja menjadi pengganda kunci“, “masih sebentar mas, dari tahun 92” dia menjawab sembari mengambil mal kunci yang akan digandakan. Bagi ahli kunci, saya menyebutnya demikian sangat mudah mengidentifikasi jenis kunci yang akan saya gandakan dengan duplikatnya.

Pengganda kunci

Dia mengambil anak kunci dengan bentuk dan pola yang sama lalu menyandingkan dengan anak kunci saya. Kaca mata plusnya diturunkan diujung hidung lalu dengan cermat dia mengamati lekukan anak kunci aseli dan membuat gambar duplikatnya. Geser ke kanak geser ke kiri memastikan semua presisi dan tidak ada yang meleset.

Mengikir kunci

Anak kunci duplikat lalu diletakkan dipenjepit kayu yang sudah aus oleh goresan kikir. Telinjuk dan jempolnya menjepit anak kunci dan tangannya menggenggam kikir lalu mengasahnya. Dari sini, saya tersadar mengepa telunjuk tangan kirinya tidak normal. Ternyata goresan kikirlah yang menyebabkan telunjuk tangan kiri berbentuk demikian. Risiko dari pekerjaan yang harus dibayar dengan ketidakwajaran.

Penggadaan DNA

Lekukan-lekukan papan yang sudah aus mengingatkan saya dari sebuah bagian sel yang berlekuk-lekuk dan ilmuwan menyebutnya dengan ribosom. Ribosom ini memiliki tugas tidak beda jauh dengan pak Gio, yakni menggandakan protein. Protein berupa untaian DNA ini tidak berbeda jauh dengan anak kunci yang polanya tidak ada di anak kunci lainnya kecuali digandakan. Prinsip penggandakan kunci dan DNA tidak berbeda jauh seperti yang dilakukan oleh Pak Gio dan Ribosom.

Sintesis DNA dalam Ribososm (httpswww.thinglink.coms – Copy)

Anak kunci adalah DNA asal yang akan diamati dan ditranskripsi atau disalin dalam DNA baru dalam bentuk mRNA (pesan RNA). Proses ini mirip dengan pak Gio mengamati anak kunci lalu mencari polanya dan menjadi pesan kira-kira hendak mengambil jenis duplikat yang mana. Dari pesan ini kemudian akan ditranslasi atau diterjemahkan dalam pola-pola tertentu yang seperti yang terlihat dari kaca plus-nya. Lalu DNA pada kunci aseli dikatkan pada kunci duplikat dan dikikir hingga mirip kunci aslinya. Keberhasilan penggandaan protein DNA ini ditandai dengan terciptanya sel baru yang mirip dengan sel induknya. Keberhasilan penggandaan kunci ditandai dengan berhasilnya pintu kamar saya yang bisa dibuka dengan kunci duplikat.

Menduplikasi kunci.

Mungkin pagi ini saya menjadi pemimpi di pagi bolong gegara semalam hanya tidur ayam. Setidaknya melalu Pak Gio saya diingatkan tentang bagaimana proses penggandaan sel, sel punca, kloning, bahkan bagaimana kerja enzim. Iseng-iseng saya mengamati arloji saya sejak saya serahkan kunci dan saya terima berserta duplikatnya. “Ini mas sudah jadi, tuju ribu lima ratus” kata Pak Gi0. “3 menit lebih 20 detik, lebih cepat dari ribosom“.

 

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...