OMB UKSW 2017

Maso Minta Satya Wacana Kepada Warga Salatiga

Peserta OMB sedang matutu diri dengan gincu sebelum tampil.

Salatiga siang ini nampak gerah manakala pengukur suhu menunjukan angka 33C. September yang merupakan puncak musim panas untuk kota diketinggian 600-an m dpl. Predikat kota sejuk mungkin hanya berlaku saat menjelang sore, malam hingga pagi saja. Namun, Amalina dan Sella nampak sibuk mematut diri dengan gincu dan pemulas wajah. Dia nampak antusias karena sebentar lagi akan menjadi pelakon utama di jalan-jalan utama Salatiga. Hari ini 1.700 mahasiswa baru Universitas Kristen Satya Wacana akan kulanuwun kepada warga Salatiga.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jika prosesi maso minta kata orang Timor atau Kulonuwun dalam bahasa Jawa adalah agenda awal kuliah bagi mahasiswa baru UKSW. Acara yang bertajuk “Berdaya Cipta dan Jadilah Teladan” adalah bagian dari orientasi mahasiswa baru. Orientasi kampus yang biasa dikenal hanya mengenalkan lingkungan kampus berikut dunia akademiknya, tetapi di UKSW juga dikenalkan dengan lingkungan kampus, bahkan kota tempat kampus tersebut berdiri.

OMB UKSW 2017

Layaknya anak baru lahir, begitu juga dengan mahasiswa baru UKSW yang datang dari 8 penjuru mata angin Nusantara harus dikenalkan dengan tempat barunya. UKSW ingin mengenalkan anak barunya kepada warga Salatiga, jika ada anak baru yang matanya sipit, rambutnya kribo, bicaranya cepat, kulitnya kuning langsat, makannya jagung dan sagu, hingga memiliki nama yang tidak familiar bagi orang Salatiga. Mereka akan diarak sepanjang jalan utama Salatiga; Diponegoro, Sudirman, Kartini, dan Monginsidi.
Mahasiswa baru ini akan berjalan dengan mengenakan pakaian adatnya masing-masing, ada pula yang memberikan tetabuhan dengan drum dan pentongan, anake kostum karnaval, hingga kesenian daerah. Akan ada beberapa penampilan yang akan disuguhkan

Iring-iringan karnaval OMB UKSW 2017.

dalam karnaval ini seperti, barisan bhinneka tunggal ika, bird of paradise, kostum adat, flag, Drumblek Gempar, Drumblek Teksas Squad 234, Drumblek Gadalisa, Drumblek Red 74, Drumblek NGK dan juga Sendratari Ramayana “Wijisari”. 2 tema yang menarik dalam karnaval ini adalah bhineka tunggal ika dan bird of paradise.

Kostum bernuansa burung.

Slogan bhineka tunggal ika yang tercengkeram cakar garuda dalam lambang negara merupakan asa bangsa ini yang berbeda namun harus bersatu. Dalam grup ini akan di tampilkan sejumlah etnis yang ada di UKSW. Tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat Salatiga khususnya bahwa bangsa Indonesia memiliki banyak keragaman dan perbedaan. Mahasiswa yang datang dan belajar di Salatiga pun demikian karena berasal dari berbagai penjuru Nusantara.

Bird of Paradise menjadi bagian dari karnaval yang menjadi simbolisasi kecantikan Nusantara. Burung sebagai fauna yang banyak terdapat di Nusantara juga memiliki banyak ragam, bentuk, warna, kicauan yang di kini diwakili oleh 20 kostum peserta karnaval. Burung-burung surga ini mengingatkan betapa kayanya Nusantara ini akan kekayaan alam, yang saat ini semakin tergusur oleh perilaku yang tidak ramah. Perburuan dan perdagangan illegal terhadap satya menjadi salah satu keprihatinan tersendiri dan dari karnaval ini bisa menjadi momentum untuk berefleksi tentang ketimpangan alam ini.

Sendratari Ramaya yang ikut memeriahkan OMB UKSW 2017.

Peserta yang terakhir adalah pasukan sapu jagad. Nama yang unik, namun merekalah barisan tak kelihatan namun memberikan kontribusi yang besar untuk kota peraih dua adipura. Mereka hanya berdiri di tepi jalan sembari melihat kawan-kawannya menampilkan kepiawaiannya di tengah jalan. Dengan kantong sampah, sapu lidi dan cikrak mereka akan beraksi setelah penonton bubar. Mereka akan menyapu, mengumpulkan sampah dan memasukan dalam kantong-kantong sampah yang mereka bawa. Akhirnya pesta usai dan ada harapan untuk “Berdaya Cipta dan Jadilah Teladan guna memajukan garba ilmiah kita“.

Pasukan sapu jagad yang sedangf menyasikan teman-temannya tampil, mereka tampil setelah semua pulang. Sampah adalah jatah karnaval mereka.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

2 comments

  1. Tes.. Tes..
    Belajar komen di blog orang 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sangiran, Warisan Nenek Moyang yang Diakui UNESCO

Ada sebuh cerita, dulu ditempat ini banyak sekali raksasa. Kehadiran raksasa ditunjukan dengan adanya tulang-tulang berukuran besar. Meskipun tulang-tulang tersebut tidak utuh, tetapi bisa membuktikan, ...