Zakaria berpose di depan rumah panggungnya di pelataran pantai Bunga Jabe.

Bunga Jabe, Kampung Bugis di Ujung Kemujan

Zakaria berpose di depan rumah panggungnya di pelataran pantai Bunga Jabe.

Pesona Johnny Depp yang terkenal dengan Jack Sparrow memang memikat, terlebih wajah konyolnya yang acapkali membuat geram penggemar film-filmnya. Pelakon trilogi Pirates of the Caribbean memerankan bajak laut yang selengekan ala orang mabuk. Namun hal demikian berbeda yang dialami oleh Johnny Depp dari Legon Bajak yang bernama Jack, lebih tepatnya Zack. Legon bajak, salah satu sudut Karimunjawa yang tidak banyak dilirik orang, namun ada The Curse of the Mimosa pucida. Zakaria, putra Bugis ini yang mematut dirinya menjadi Jack Sparrow memiliki harta karun di sudut Karimunjawa yang diberi nama Bunga Jabe.

Peta karimunjawa.

Pulau Kemujan yang berdampingan dengan Pulau Karimunjawa, sepertinya kalah pamor. Namun demikian, Kemujan menjadi penyuplai kebutuhan energi terutama listrik untuk Karimunjawa dengan adanya PLTD. Pelabuhan besar juga dibangun di Kemujan untuk distribusi minyak dan sembako. Selain itu, di Kemujan juga terdapat bandara perintis. Kemujan, selama ini masih menjadi bayang-bayang Karimunjawa, selain jaraknya yang jauh juga bukan pintu masuk menuju kepulauan di utara Jepara ini. Geliat warga Kemujan, sepertinya ingin sejajar dengan Karimunjawa.

Bunga Jabe, bahasa Bugis berarti bunga Puteri Malu menjadi nama pantau mungil di dekat pelabuhan Legon Bajak, Pulau Kemujan-Karimunjawa. Nama yang disematkan tidak semata-mata karena banyak terdapat tumbuhan yang daunnya akan menguncup jika tersentuh, tetapi ada sesuatu yang menarik. Garis pantai dengan panjang sekitar 100 m memiliki bentuk yang melengkung ke dalam menjadi pemikat siapa saja yang menyinggahinya.

Halaman pantai Bunga Jabe.

Siang itu dipelataran yang asri, saya berbincang dengan Zakaria pemilik Bunga Jabe. Dibalik wajahnya yang mirip dengan bajak laut, ternyata orangnya humoris tidak berbeda jauh dengan gaya Jack Sparrow. Dia menjelaskan konsep-konsep didalam benaknya yang pelan-pelan dia ecawantahkan dalam bangunan dan sudut-sudut pekarangan.

Sebuah rumah panggung berdiri dengan kokohnya di pelataran pantai Bunga Jabe. Rumah khas suku Bugis menjadi simbol, tentang budaya yang pernah dibawa leluhurnya saat pertama kali datang dan menetap di Pulau Kemujan. Pulau Kemujan yang berhimpitan dengan Karimunjawa terkelan dengan perkampungan Bugis, karena banyaknya suku Bugis yang bermukim di sana. Keberadaan mereka dapat dengan mudah dikenal, jika ada rumah panggung pasti suku Bugis.

Orang-orang Bugis yang menetap di Karimunjawa membangun rumah panggung sebagai penciri khasnya.

Zakaria ingin tetap menjaga tradisi leluhurnya. Sepetak tanah yang luas dengan garis pantai yang panjang, beberapa kali sempat ditawar orang untuk dibeli. Dia menyadari, warisan dari leluhurnya sangat strategis untuk dikembangkan menjadi obyek wisatya. Dia tetap teguh memertahankan tanahnya dan pelan-pelan membangunnya.

Sebuah rumah bugis sudah berdiri. Modal awal untuk mendatangkan tamu, setidaknya jika tidak ada tamu maka koleganya bisa memakainya. Rumah sebagai penciri khas suku Bugis dibangun untuk menunjukan penciri yang unik, selain beberapa rumah mungil di sisi kanan rumah panggung. Rumah-rumah mungil berkapasitas 2 orang ini mirip dengan tenda dibangun juga untuk para tetamu yang menginginkan tinggal di alam bebas.

Rumah berukuran kecil disediakan bagi tamu yang ingin menikmati suasana alam bebas.

Sebuah pohon kelapa yang menjorok ke laut menjadi salah satu ikon di tempat ini. Dari tempat ini kala fajar bisa menyaksikan sang surya merangkah dari kaki langit di sembari melihat gugusan Pulau Cilik, Pulau Tengah dan Pulau Sintok. garis pantai yang panjang dan pasir putih yang lembut menambah semarak tempat ini.

Sembari berjalan mengitari pantai Bunga Jabe saya bertanya, selain bangunan dan suasana pantai yang asri, apa lagi yang ditawarkan. Sambil terkekeh dia menjawab “menginap saja, nanti juga tahu” jawab Zack sambil tersenyum mirip mimik Johnny Depp. “Dasar bunga jabe, bisa aja bikin malu” sahut saya.

Pantai Bunga Jabe

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sangiran, Warisan Nenek Moyang yang Diakui UNESCO

Ada sebuh cerita, dulu ditempat ini banyak sekali raksasa. Kehadiran raksasa ditunjukan dengan adanya tulang-tulang berukuran besar. Meskipun tulang-tulang tersebut tidak utuh, tetapi bisa membuktikan, ...