pawang dan buaya yang sudah di;atih.

Hewan-hewan Liar dalam Sangkar Emas

pawang dan buaya yang sudah di;atih.

Suatu hari saya berkunjung ke sebuah kebun binatang di Bangkok-Thailand. Saya diajak melihat pertunjukan sirkus di kandang buaya. Setahau saya, bauya sebagai binatang liar, tetapi ditangan para pawang dijadikan boneka mainan. Awalnya mengerikan dan menegangkan, saat kepala pawang dimasukan ke dalam mulut buaya. Saya baru menyadari jika buaya-buaya ini sudah dikondisikan dalam situasi demikian sehingga tidak lagi seperti bauya di alam liar. Domestifikasi menjadi kunci bagaimana hewan liar manjadi jinak.

Buaya bak seperti boneka yang gampang dimainkan.

Bisa membayangkan jika hidup kita bak ditengah-tengan alam liar Afrika atau Amazone dengan hewan-hewan liar nan buas. Bisa saja kehadiran kita ditengah-tengah hewan liar akan membuat mereka ketakutan atau malah menjadi mangsa empuk bagi para predator. Mungkin binatang piaraan yang sekarang ada ditengah-tengah kita awalanya adalah hewan-hewan liar dan buas.

Buaya dihabitatnya dengan hukum rimba.

Menurut arkeolog, hewan liar pertama yang dijinakan adalah anjing. Manusia pada masa pleistosen akhir sudah mendomestifikasi anjing menjadi binatang piaraan. 15.000 tahun yang lalu serigala berhasil dijinakan dan menjadi patner hidup manusia. Domestifikasi hewan adalah upaya menangkap, menjinakan, memelihara, membudidayakan hewan liar menjadi binatang piaraan. Tujuan dari domestifikasi bermacam-macam, ada yang sekedar sebagai binatang piaraan, pemenuhan kebutuhan pangan, membantu pekerjaan manusia, penjaga, dan lain sebagainya.

Menjinakan kuda sekaligus melatihnya.

Tercatat sudah banyak sekalai hewan yang sudah diubah perangainya oleh manusia menjadi binatang piaraan. Hewan penjaga seperti anjing, sudah diperolah banyak ras dan jenis. Kucing sebagai binatang piaraan juga sudah memiliki ras, peranakan hingga perkawinan silang. Dahulu sapi adalah hewan liar kini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sebagai sumber susu dan daging. Kuda yang dahulu adala hewan liar dengan tenaga dan kecepatan larinya berhasil didomestifikasi sebagai sarana trasportasi dan membantu pekerjaan di ladang.

Nuri yang baru saja ditangkap harus dijinakan terlebih dahulu.

Ide manusia acapkali tidak berkesudahan berkaiatan dengan kegemaran memelihara binatang. Acapkali manusia berusahan menjinakan hewan-hewan liar agar bisa dipelihara dan bisa hidup bersama dengan manusia. Sebut saja luwak (Paradoxurus sp) yang sebelumnya adalah hewan liar kini menjadi binatang piaraan yang eksotis. Beragam jenis ular tidak berbisa juga sudah menjadi bagian hidup dari manusia, padahal sebelumnya bisa dikatakan sebagai musuh bebuyutan.

Tanpa disadari acapkali kehadiran binantang piaraan menjadi bumerang bagi manusia. Zoonosis atau penyakit yang disebabkan oleh binantang. Mungkin saja binatang bukan sumber penyakitnya, tetapi menjadi vektor atau agen pembawanya. Sebut saja burung-burung kicauan, bisa saja setiap saat menjadi sumber malapetaka dengan menularkan virus flu burung. Kucing yang lucu bisa menjadi musibah karena menjadi agen toxoplasma yang menjadi momok bagi ibu hamil. Banyak penyakit atau parasit yang ada pada binatang dan menjadi ancaman bagi manusia. Inilah sisi buruknya binatang piaraan terlebih jika kurang baik perawatan dan pemeliharaannya.

Nuri yang sudah jinak dan dipakai untuk pertunjukan.

Ancaman saat ini adalah semakin maraknya usaha domestifikasi hewan liar. Sepertinya kesejahteraan hewan liar bakalan terancam, meskipun kebutuhan pakan dan hunian akan terjamin. Mungkin seperti dalam lagu “Hatiku Bagai di Sangkar Emas” oleh Deddy Dores dimana hewan akan lebih sejahtera di alamnya. Yang pasti ada sisi positif dan dampak negatifnya, dan hendaklah kita bijak.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...