Ikan selais asap (dok.pri).

Selais, Hewan Endemik yang Boleh Dikonsumsi

Ikan selain (http://www.gosumatra.com/)

Ikan selais (http://www.gosumatra.com/)

Apa yang terbesit jika suatu saat memakan steak daging badak atau gajah, atau menikmati cendrawasih goreng. Sebuah jawaban sederhana, pasti kalau ketahuan bakal masuk bui atau didenda oleh negara. Gajah, badak, dan Cendrawasih adalah hewan-hewan endemik yang dilindungi undang-undang. Jangankan memakan dagingnya, memelihara atau menangkapnya saja tidak boleh. Mungkin di Riau-Sumatera Utara kita bisa mengonsumsi daging hewan endemik tanpa takut di penjara, yakni-Kryptopterus lais.

Sesaat saya mencoba mempelajari ikthiologi atau ilmu yang khusus mempelajari tentang ikan dan segala aspek kehidupan ikan yang meliputi taksonomi, biologi (morfologi, anatomi, fisiologi, genetika, reproduksi, dll). Kryptopterus lais atau ikan selais adalah ikan endemik air tawar yang banyak terdapat di Sungai Kampar, Kuantan, Rokan, Inderagiri, dan Segati. Mengapa ikan selais dikatakan endemik, karena di daerah lain tidak ditemukan. Uniknya ikan ini hingga dijadikan ikon Provinsi Sumetera Utara-Riau.

Sungai-sungai habitat ikan Selais (dok.pri)

Sungai-sungai habitat ikan Selais (dok.pri)

Ikan selais adalah ikan dari genus Kryptopterus dengan 18 spesies yang sudah berhasil di identifikasi. Penamaan genus ikan ini sangat unik karena berasal dari bahasa Yunani, yaitu Kryptos yang artinya tersembunyi dan Pteron yang artinya sayap. Ada penyebutan lain untuk ikan ini yakni ikan lele kaca dari asia. Ikan Selais dimasukan dalam grup gnathostomata (memiliki rahang), bentuk kepala tumpul, posisi mata di kanan-kiri kepala, posisi mulut terminal, memiliki sungut 2 pasang, tidak mempunyai sisik, memiliki sirip perut yang menyatu dengan sirip anus mulai dari perut sampai pangkal ekor, dan ikan ini tidak memiliki sirip punggung serta bentuk ekor berlekuk kembar.

Masyarakat Sumatera utara memanfaatkan ikan selais ini menjadi makanan yang istimewa. Ikan selais saat ini menjadi kuliner khas Riau dan mungkin hanya ada disana. Pengolahan ikan selais sangat sederhana, yakni cukup dijemur dan diasap. Proses penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air dan pengasapan untuk memberikan cita rasa yang khas sekaligus sebagai proses pengawetan secara alami.

Berbicara nilai ekonomi, Ikan selais ternyata memikiki harga yang sangat tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar jenis lainnya. Untuk ikan selais segar, harga per kilogramnya mencapai Rp 60.000,00. Ikan yang sudah mengalami proses pengasapan bisa mencapai harga Rp 170.000,00. Berbicara ukuran, ikan selais relatif berukuran kecil. Per ekor ikan selais bobotnya hanya 300 – 400 gram, dan jika sudah diasap akan susut menjadi sekitar 100 gram saja.

Ikan selais asap (dok.pri).

Ikan selais asap (dok.pri).

Suatu waktu saya berkunjung di Riau dan diajak makan malam di sebuah rumah makan. Hidangan utamanya adalah ikan selais yang konon menjadi andalan rumah makan ini. Benar saja malam itu mendapat suguhan ikan selais goreng, ada yang dipepes, ada yang dibumbu santan dan yang pasti saya lupa namanya tetapi masih ingat rasanya. Akhir dari kunjungan di Riau adalah buah tangan ikan selain yang di asap. Saya mengira ikan itu siap makan, maka saya hidangkan di meja makan bersamaan dengan teman-teman sekerja. Komentar mereka “alot, baunya enak, tapi kok agar hambar ya..?“. Sesaat saya bertanya pada teman saya yang mengajak ke Riau, “mas itu harus dimasak dulu, jangan dimakan mentah“, dala, benak saya “terlanjur habis“. Ingin menikmati daging hewan endemik, datanglah ke Riau.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

3 comments

  1. aku mikir nya ini td bandeng asap, ternyata beda 🙂

  2. aku mikir nya ini td bandeng asap, ternyata beda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...