Kereta uap yang masih bisa beroperasi museum kerata api ambarawa.

Hidupnya Lokomotif Tua Untuk Menggugah Nostalgia

Kereta uap yang masih bisa beroperasi museum kerata api ambarawa.

Kereta uap yang masih bisa beroperasi museum kerata api ambarawa.

Tetiba saya teringat salah satu adegan dalam film Sang Pencerah karya sineas tanah air Hanung Bramantyo. Dalam adegan, diceritakan tentang perjalanan Ahmad Dahlan mengguanakan kereta api. Saya tahu persis, adegan tersebut dilakukan di Stasiun Ambarawa. Yang membuat saya terkagum adalah, besi tua berwarna hitam kelam mungkin dengan kode B 5112 mengaum kembali setelah lama beristirahat. B 5112 adalah satu dari sekian lokomotif uap koleksi museum kereta api ambarawa yang masih bisa dioperasikan. Jeritan suara ketel uap, persis sama dengan film-film kuno yang menampilkan adegan loko kereta uap. Kesempatan langka, karena diijinkan menaikai kereta yang sudah berumur ratusan tahun.

Niat hati hanya ingin mengunjungi museum yang entah sudah berapa kali saya kunjungi, namun serasa tiada bosan. Tak disangka ada lelaki berkacamata mendatangi saya menawarkan untuk bergabung tour kereta api dari Stasiun Ambarawa ke Tuntang lalu kembali lagi ke Ambarawa. Sambil berkelakar saya berkata “maaf mas, kalau boleh saya menolak saya pasti tidak akan menolak“.

Pagi itu ada rombongan reuni dari salah satu SMP di Juwana-Pati. Peserta reuani yang rerata berkepala 5 dan 6 ingin bernostalgia kembali mengingat-ingat masa kecilnya saat berangkat dan pulang sekolah naik kereta api. Nostalgia itu pun diwujudkan dengan mencarter kereta api yang ada di museum kereta api ambarawa. Bukan perkara yang mudah untuk bisa naik kereta api kuno ini, karena membutuhkan ijin yang tidak mudah. Konon dari pihak penyelenggara harus meminta ijin dahulu ke kantor pusat kereta api di Semarang dan jauh-jauh minggu untuk memesannya.

Harga yang tidak murah juga untuk memesan naik kereta tua ini. Harga di patok 10 juta rupiah untuk kereta lokomotif uap, dan 5 juta rupiah untuk lokomotif diesel. Harga semahal itu sebenarnya tidak hanya untuk operasional kereta saja, tetapi dalam sistem kereta api sendiri. Sepanjang rel yang ada persimpangan, dibutuhkan banyak orang untuk menjaga perlintasan. Begitu juga petugas yang berjaga di rel setiap kali hendak pindah jalur.

Salah satu anggaran yang cukup besar adalah biaya bahan bakar terutama kereta uap. Untuk memanaskan ketel uap dalam lokomotif harus menggunakan kayu jati atau kayu keras lainnya yang saat ini tidak mudah didapat, jikapun ada pasti harganya sangat mahal. Khusus loko uap, perlu waktu berjam-jam untuk memanaskan ketel sebelum lokomotofif siap diberangkatkan. Acapkali memanaskan lokomotif uap mendapat protes dari warga yang tinggal di dekat stasiun karena terganggu dari asap pembakarannya.

Dalam sejarahnya, lokomotif uap pertama di dunia yang sukses berjalan di atas rel adalah lokomotif uap yang diciptakan oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Richard Trevithick pada tahun 1804. Lokomotif uap tersebut digerakkan oleh uap air yang berasal dari ketel uap yang dipanaskan dengan kayu bakar, batubara, atau minyak bakar. Sedangkan mesin uap yang dipakai yang telah disempurnakan ditemukan oleh James Watt (1736 – 1819) pada tahun 1769.

Cara kerja lokomotif uap beserta bagian-bagianya (http://hudalogawa.blogspot.co.id/2015/08/ilmu-kereta-sekilas-tentang-lokomotif.html)

Cara kerja lokomotif uap beserta bagian-bagianya (http://hudalogawa.blogspot.co.id/2015/08/ilmu-kereta-sekilas-tentang-lokomotif.html)

Prinsip kerja dari lokomotif uap sebenarnya sangat sederhana, yakni memanfaatkan uap bertekanan tinggi dari ketel yang dipanaskan. Tungku adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk membakar kayu sehingga menghasilkan panas. Panas tersebut ditangkap oleh dinding ketel untuk mendidihkan air. Uap air yang bertekanan tinggi tersebut kemudian akan dialirkan untuk menggerakan piston yang terhubung dengan batang penghubung yang akan memutar roda. Masinis akan mengatur seberapa besar tekanan yang akan dikonversi menjadi putaran roda. Jika uap berlebih akan dibuang lewat katup yang biasa kita dengan suara “tuuut…” yang sangat khas.

Nostalgia masa lalu, mereka yang sudah merasakan dan kini merasakan kembali.

Nostalgia masa lalu, mereka yang sudah merasakan dan kini merasakan kembali.

Lokomotif yang legendaris dan kini hidup dan bisa membuat mereka yang lahir tempo dulu bisa bernostalgia. Saya bisa membayangkan secara psikologis, peserta reuni kembali seperti anak-anak kecil, seperti jaman mereka waktu SMP tepatnya. Wajah-wajah ceria penuh rona bahagia. Betapa tidak, lokomotif tua ini ternyata bisa kembali menghidupkan cerita masa lalu mereka dan mendorong simpul-simpul saraf untuk m\enghubungkan dengan memori masa lalu. Loko tua kini kembali muda, tak hanya urusan nostalgia tetapi menceritakan rodak sejarah bangsa ini.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...