Potret Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngarasa Kusumawardhani

Ullen Sentalu Cerminan Masa Lalu Tanah Jawa

Tarian bedaya ketawang yang sakral.

Tarian bedaya ketawang yang sakral.

Babad Tanah Jawa, sebuah buku yang berkisah tentang sejarah tanah Jawa dari perkawinan dan menelurkan embrio hingga melahirkan para raja. Berawal dari kisah Mataram Kuno, Medang, Kediri, Singosari, Majapahit, Demak, Pajang, dan Mataram hingga 4 sempalannya yakni Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran, dan Pakualam buku ini bercerita. Saya diajak menerawang ke masa lalu dan saya merasa gelap nyaris tidak ada bayangan. Masa lalu tanah Jawa itu pun perlahan terbuka tabirnya saat nyala blencong menerangi pikiran dan imajinasi saya. Sematik cahaya blencong inilah yang ada di museum Ullen Sentalu bisa memberikan secercah cahaya di tanah Jawa berikut kisah asmara 2 putri raja.

buku tentang sejarah tanah jawa.

buku tentang sejarah tanah jawa.

Ullen Sentalu konon mendapat predikat sebagai salah satu museum terbaik di Indonesia, tetapi bagi saya cukup mengaggukan kepala, memang benar demikian. Berada di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Jl, Boyong, Kec. Kaliurang, Kab. Sleman-DIY. Museum yang didirikan oleh keluarga Haryono ini memang lain dari pada yang lain, dan memiliki khas sebagai salah satu museum yang menyimpan dan memamerkah mahakarya masa lalu.

Ken, salah seorang pemandu menyambut ramah kedatangan kami serombongan berjumlah lebih dari 20 orang. Mungkin sangat tidak efektif melayani lebih dari 20 pasang mata dengan rasa kekaguman dan penasaran yang berbeda-beda. Waktu kunjungan yang dibatasi hanya 50 menit untuk mengitari ruangan pamer terkesan terburu-buru.

Ruangan pertama akan langsung melihat rangkaian gamelan dan beberapa lukisan menjadi gerbang selamat datang. Ullen Sentali yang memiliki makna nyala blencong menjadi kisah pembuka keberadaan museum ini, Blencong adalah lampu atau pelita yang digunakan dalam pertunjukan wayang, dan nyala dari blencong inilah yang menjadi makna filosofi museum ini.

Museum ini berkisah tentang tentang apa yang ada didalam kerajaan Mataram pada masa lalu hingga saat ini. Berawal dari kisah tahun 1400an saat Penembahan Senapati menjadi raja pertama hingga saat ini pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buono X.  Kisah-kisah dan intrik kerajaan dipamerkan dan bukan menjadi rahasia lagi pada saat kerajaan harus pecah dan kini sempal menjadi 4 bagian.

Gusti nurul saat menari di Belanda di usia yang masih 15 tahun.

Gusti nurul saat menari di Belanda di usia yang masih 15 tahun.

Ada 2 kisah yang menarik bagi saya dan menahan saya berlama-lama di ruangan tersebut. Jujur saja dalam benak saya tanpa tahu sosok siapa dia sebenarnya saya diam-diam mengagumi kecantikan paras ayunya pada sebuah lukisan. Hampir semua barang-barang yang dipemerkan di sini tidak ada tulisan yang menerangkan, tetapi sepenuhnya informasi ada di dalam genggamam para pemandu.

Sesaat Ken menjelaskan siapa sosok yang membuat saya sesaat terpaku, dia adalah putri tunggal dari pasangan Mangkunegara VII dan Gusti Ayu Timur yakni Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngarasa Kusumawardhani. Putri cantik ini biasa dipanggil Gusti Nurul. Secanti apakah dia sehingga membuat saya terpana dan cukup berlama-lama memandangi lukisannya. Putri dengan bakat yang luar biasa, dimana saat usia 15 tahun diundang untuk menari di depan ratu Wihelmina saat menikahkan putrinya yang bernama Juliana.

Mungkin jika saya terlahir pada masa revolusi, saya tak berani sekurang ajar ini mengungkapkan rasa bisa-bisa panjang urusannya karena pesaing saya adalah Presiden Ir, Soekarno, Hamengku Buono IX, Kol.GPH Djatikusumom dan Sutan Sjahrir. Para pembesar negeri ini ternyata kepincut pada Gusti Nurul. Ir.Soekarno begitu gandrungnya sempat mengundang Gusti Nurul ke Istana Cipanas, lalu menyuruh pelukis kondang Basuki Abdulah untuk menggoreskan kanvasmya. Konon lukisan itu disimpan di runag kerja Pak Karno, mungkin jika saat ini akan dijadikan wallpaper di ponsel. Kisah cinta tak kalah peliknya adalah saat Sutan Sjahrir yang tidak berani terang-terangan, tetapi menyuruh staffnya yakni Siti Zoebaedah Osman untuk mengantar surat cinta dan kado.

Potret Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngarasa Kusumawardhani

Potret Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngarasa Kusumawardhani

Kisah cinta Gusti Nurul harus di akhiri karena dia menolak pinangan asmara dari para pengeran negeri ini dengan alas an tidak mau dipoligami. Pelabuhan asmara Gusti Nurul berlabuh pada seorang tentara yang bernama Suryo Sularso yang merupakan sepupunya sendiri. Usai sudah kisah perebutan kekuasaan cinta Gusti Nurul saat mereka melangsungkan pernikahan pada 24 maret 1951.

Kisah cinta putri raja tak hanya menjadi milik Gusti Nurul, tetapi milik Tineke yakni putri dari Pakubuono XI. Saat itu ibunda dari Tineke tidak merestui hubungan mereka karena ada perbedaan trah. Untuk menghibur kegundahan TIneke pera kerabatnya mengirimkan surat yang berisi puisi untuk menguatkan hati Tineke. Puisi yang sebagian besar berbahasa belanda dan ditulis dengan tangan menjadi pelipur lara bagi TIneke. Akhirnya kisah cintanya berakhir bahagia saat Tineke melangsungkan pernikahan dengan lelaki pujaan hatinya walau tidak mendapatkan restu dari ibundanya.

Sepertinya tidak ada habisanya jika mendengarkan hikayat kisah cinta dari keluarga kerajaan. Dahi sangat kadang mengernyit saat mendengar cerita Raja dengan 32 selirnya dan puluhan putra-putrinya. Raja jaman dahulu adalah penguasa mutlak bisa dibilang Sabda Pandita Ratu, dan tidak ada yang bisa menolaknya. Kisah masa lalu yang terekam secara apik di Ullen Sentali. Cerita berakhir saat lukisan tari Bedaya Ketawang membuat saya mundur beberapa langkah begitu melihat sosok penari terakhir yang terlihat transparan.

Akhrinya kunjungan berakhir di sebuah pelataran yang terpampang sebuah fragmen dari candi Borobudur. Fragmen ini menceritakan semakin miringnya budaya seiring berkembangannya jaman. Pesan moral yang hendak disampaikan Ullen Sentalu adalah untuk menegakkan kembali budaya itu agar tetap kokoh berdiri walau jaman dan modernisasi terus menggerus. Ullen Sentalu tak hanya menjadi secercah cahaya tentang kisah sejarah, tetapi menyampaikan pesan-pesan moral tentang kehidupan, layak menjadi museum terbaik.

Pesan moral dari Ullen Sentalu.

Pesan moral dari Ullen Sentalu.

 

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

4 comments

  1. Sekarang jadi nambah pengetahuan saya tentang Gusti Nurul

  2. Kisah Gusti Nurul memang begitu unik. Di zaman poligami adalah hal yg biasa (malah kadang dipaksa keluarga) , beliau bisa berteguh hati tidak mau didua atau tiga kan. Wanita tangguh segala bisa yang mampu hidup sesuai pilihannya. Hanya sedih akhir 2015 lalu berpulang kepada-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...