Kisah Selembar Kertas dari Hutan hingga Menjadi Media Tulisan

pulp 1

MPV (Multi-Purpose Vehicle) yang seharusnya berjalan di jalanan kota yang beraspal mulus, kali ini harus meraung-raung manakala usai melintasi jembatan Siak. Jalanan dari tanah merah yang berkerikil dilibas tanpa mengenal belas kasihan pada armadanya, tetapi yang saya perhatikan bukan guncangan dalam mobil namun pemandangan di luar sana. Deretan tanaman kayu putih/ekaliprus berjajar rapi seperti barisan anak SD yang hendak upacara bendera. Selain itu, hilir muda truk-truk logging yang mengangkut kayu-kayu berukuran tanggung. Sebuah perjalanan melintasi hamparan ekaliptus hingga menjadi lembaran-lembaran kertas.

Truck logging yang membawa kayu-kayu siap diolah menjadi pulp.

Truck logging yang membawa kayu-kayu siap diolah menjadi pulp.

Kampanye penggurangan penggunaan kertas/paper less semakin marak saat ini. Imbas dari kampanye ini berasa pada penerbit surat kabar dan majalah, kerena pembaca setianya pindah dalam format digital. Meskipun beberapa penggunaan kertas sudah berubah dalam format digital dalam berbagai aspek, tetap saja industri kertas masih tetap kokoh berdiri. Hal inilah yang saya saksikan saat berada di PT. Indah Kiat Pulp and Paper di Riau.

Di arboretum, budidaya tanaman HTI di awali.

Di arboretum, budidaya tanaman HTI di awali.

Blususkan saya diawali dari hutan di Perawang-Kab. Siak yang lahan rawa-rawanya disulap menjadi Hutan Tanaman Industri (HTI). Sebelum du tanaman di HTI, benih-benih dipersiapkan dulu di arboretum. Berawal dari kultur jaringan, lalu disemaikan hingga siap tanam di HTI. Ada 3 spesies tanaman yang dibudidayakan untuk dijadikan bahan baku pembuatan kertas yakni, kayu putih, waru, dan akasisa. Hanya akasia yang terlihat begitu menonjol manakala memasuki kawasan HTI yang penuh dengan jajaran rapi pohon-pohon yang siap panen.

Diagram alir pembuatan kertas/http://www.ilocis.org/documents/chpt72e.htm

Diagram alir pembuatan kertas/http://www.ilocis.org/documents/chpt72e.htm

Tidak sembarang menentukan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan sebagai bahan baku kertas. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain mengandung serat, cepat tumbuh, memiliki nilai ekonomis, dan mudah dibudidayakan. Serat merupakan pertimbngan utama, karena unsur utama dalam kertas adalah serat. Serat merupakan representasi dari karbohidrat yang dalam tumbuhan yang terdiri dari; alfa selulosa, hemi selulosa, dan lignin. Bisa dikatakan, jika kertas adalah lembaran karbohidrat dalam bentuk serat, sehingga tidak mengherankan beberapa herbivora mengonsumsinya. Di pulau Bungin-NTB, binatan kambing biasa memakan kertas, begitu juga di Timur Tengah kambing terbiasa memakan kardus. Secara prinsip tidak ada yang berbeda antara kertas dan rumput, tetapi pada kertas sudah mendapat perlakuan dan penambahan material lain.

kayu yang digiling menjadi serbuk sebelum diolah menjadi pulp.

kayu yang digiling menjadi serbuk sebelum diolah menjadi pulp.

Pohon-pohon yang sidap panen akan ditebang, kemudian diangkut dengan truck logging. Truck jenis ini khusus digunakan untuk mengangkut kayu gelodongan. Dari sinilah awal pembuatan kertas. Tahap pertama pembuatan kertas adalah penggilingan kayu menjadi serbuk-serbuk kayu yang halus. Jika berada di area ini, maka bau tidak sedap khas kayu begitu terasa, tetapi pegawai di sini mengatakan “aroma dolar yang harum”. Mereka menyadari, serbuk-serbuk kayu ini akan sangat bernilai harganya jika sudah menjadi produk.

Tahapan berikutnya, hasil penggilingan kayu akan di cuci/bleaching dan siap menjadi bubur kertas atau pulp. Pulp akan berwarna putih kerena sudah mengalami pencucian dan penambahan bahan kimia seperti; klorin, sodium hidroksida, sodium hipoklorit, oksigen, hidrogen peroksida, ozon, belerang dioksida, dan lain sebagainya.

Ruang kendali produksi kertas.

Ruang kendali produksi kertas.

Proses selanjutnya adalah pengolahan pulp menjadi lembaran kertas. Untuk memperoleh beragama jenis kertas, maka pulp akan ditambahkan material tertentu. Untuk memroduksi kertas yang tahan air, maka akan ditambahkan karet/latek. Untuk memroduksi kertas warna-warni maka akan ditambahkan pewarna, sedangkan untuk kertas yang kaku bisa ditambahkan pati. Baragamnya jenis kertas, maka beragam pula materian tambahannya agar sesuai dengan yang diinginkannya.

Pulp yang sudah diberi tambahan material kemudian akan di alirkan dan mengalami penekanana dan pengeringan. Akhir dari proses ini adalah terbentuknya lembaran kertas dengan ukuran tebal dan lebar tertentu. Dalam satu proses penggulungan kertas pada fase ini rerata berukuran 65 ton, entah seberapa panjang ukuran kertas ini. Kertas dalam gelondongan dengan lebar lebih dari 10 meter dan diameter lebih dari 2 meter siap untuk proses selanjutnya.

Kertas dipotong dalam ukuran-ukuran tertentu.

Kertas dipotong dalam ukuran-ukuran tertentu.

Proses terakhir dalam produksi kertas adalah memotong-motong kertas menjadi beragam ukuran. Kertas yang sudah dipotong kemudian dikemas dan selanjutnya siap untuk dikirim dalam peti kemas. Pelabuhan yang berada di belakang pabrik siap menyusuri sungai siak dan membawa ke laut lepas menuju tempat tujuan.

Pengapalan kertas di pelabuhan sungai Kiat.

Pengapalan kertas di pelabuhan sungai Kiat.

Kertas bagi kita mungkin sebuah barang yang sangat bernilai atau sama sekali kecil sekali nilainya. Berepapun nilai kertas tersebut, ternyata memiliki perjalanan yang sangat panjang. Berawal dari kultur jaringan, kebun semai, hutan tanaman industri, logging, pulp, hingga dicetak menjadi lembaran-lembaran kertas siap pakai. Begitu rumit dan peliknya jalan panjang kertas, setidaknya menyadarkan kita betapa berharganya kertas dari hulu hingga hilirnya, maka bijaklah padanya.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...