Jejak-jejak tukik di pantai Maluk - Sumbawa. Paling cepat dia akan kembali sekitar 10tahunlagi setelah berjulang lolos dari peluang hidup 1:1.000. Minimal dia sudah meninggalkan jejak.

Jejak Mungil Tukik Untuk Hidup 100 Tahun

Jejak-jejak tukik di pantai Maluk - Sumbawa. Paling cepat dia akan kembali sekitar 10tahunlagi setelah berjulang lolos dari peluang hidup 1:1.000. Minimal dia sudah meninggalkan jejak.

Jejak-jejak tukik di pantai Maluk – Sumbawa. Paling cepat dia akan kembali sekitar 10 tahun lagi setelah berjulang lolos dari peluang hidup 1:1.000. Minimal dia sudah meninggalkan jejak.

Dengan sumringah, salah seorang teman saya kegirangan melihat hasil USG istrinya yang
sedang hamil tua. Calon jabang bayi ternyata laki-laki dari hasil cetak foto scan 3D. Lain
kisah yang dihadapi dengan beberapa ilmuwan kelautan di beberapa belahan dunia. Suhu
yang berubah akibat pemanasan global membuat calon jabang bayi yang berjumlah ratusan
ekor akan dipenuhi betina. Inilah kegelisahan ilmuwan saat melihat fenomena kehidupan
dari penyu yang jenis kelaminnya didasarkan naik turunnya suhu. Di pantai Maluk –
Sumbawa, jangankan memikirkan jenis kelamin penyu, angka telur menetas saja sudah
menjadi sebuah prestasi. Arifin Rayes, yang bertanggung jawab terhadap penangkaran
penyu di pantai maluk dan bekerja sama dengan PT.Newmont Nusa Tenggara memberikan
banyak informasi menai keunikan mahluk melata yang hidup di laut ini.

Penyu, mahluk hidup yang tidak berubah sejak jaman purbakala. Reptil ini yang dulu hidup
bersamaan dengan dinosaurus kini menghadapi ancaman, tak hanya alam tetapi juga
dengan predator yang bernama manusia. Hewan eksotis ini, ada yang hidup secara
terestrial ataupun akuatik. Mereka mampu hidup selama puluhan tahun, bahkan ratusan
tahun. Inilah salah satu kehebatan hewan bercangkang, yakni memiliki rentang umur yang
panjang tapi perbandinganya hanya 1 dari 1.000.

Siklus hidup penyu.

Siklus hidup penyu. A. Penyu bertelur. B. Induk penyu akan kembali ke lautan. C. Tukik yang menetas akan mengarungi lautan. D. Tukik yang berhasil bertahan hidup akan mengarungi lautan hampir 1 dekade menjadi penyu dewasa. E. Penyu yang secara seksual sudah matang akan mencari pasangan. F. Penyu betina akan kawin dengan beberapa pejantan untuk memperbesar peluang pembuahan. G. Penyu Jantan akan kembali ke lautan. H. Penyu betina akan Homing Natal untuk bertelur. Sumber www.seaturtlestatus.com

Sebanyak 50-200 telur akan dikeluarkan dalam sekali proses persalinan. Indukkan yang
siap bertelur akan homing natal, yakni kembali pada lokasi dimana dia dilahirkan.
Bagaimana mereka mengetahui tempat asalnya, tak ada yang bisa memastikan secara
ilmiah. Hewan secara naluri memiliki kemampuan ekolokasi, yakni mengenali daerahnya
untuk navigasi. Ada yang mengatakan kemampuan ini berdasarkan magnet bumi, seperti
kompas, ada juga yang mengatkan hewan memiliki daya ingat yang kuat tentang lokasi
tertentu agar tidak tersesat.

Homing nantal dilakukan pada malam hari untuk menghindari predator diurnal. Sesampai
di bibir pantai akan masuk dalam kawasan berpasir. Dengan lengannya dia akan menggali
sarang sedalam 0,5-1 m, usai itu dia kemudia bertelur. Dalam sekali bertelur akan diletakan
pada lubang yang sama dengan kisaran 50-200 butir. Usai bertelur, induk akan menutup
lubang dan membuat beberapa sarang sebagai kamuflase. Setelah itu induk akan pergi dan
alam akan mengerami telur-telur tersebut selama 40-70 hari.

Ada fenomena yang unik manakal telur penyu tidak memiliki kromosom sek. Seperti
hewan reptil lainnya, buaya, ular, biawak yang telur-telurnya tidak jelas jenis kelaminnya.
Suhu pengeraman telur di dalam timbunan pasir berkisar 28-29 derajat celcius Apa yang
terjadi jika suhunya berubah, yang terjadi adalah pembentukan jenis kelamin. Jika suhu
kurang dari suhu kisaran maka akan menetas dengan jenis kelamin jantan, dan jika lebih
suhunya akan didominasi oleh betina. Perubahan suhu lingkungan inilah yang
dikawatirkan para ahli lingkungan. Pada saat suhu normal, angka menetasnya jantan dan
betina akan seimbang. Bagaimana jika suhu berubah, maka jenis kelamin tetasan akan
didominasi salah satunya dan bisa menimbulkan ketimpangan alam.

Waktu penetasan akhirnya tiba, jabang bayi yang bernama tukik akan berusaha keluar dari
cangkang dan timbunan pasir. Kuning telur yang masih menmpel di plasenta dan tuibuh
tukik akan menjadi sumber makanan selama bertahan hidup di darat. Usai keluar dari
timbunan pasir adalah langkah awal tukik untuk sebuah perjalanan yang jauh. Mengarungi
hamparan pasir bukan perkara yang mudah karena dia harus mencari tepian pantai. Dari
sinilah nalurinya terbentuk alamiah tentang ekolokasi terutama saat yang betina homing
natal.

Puembudidaya rumput laut menganggap penyu menjadi hama, karena memakan rumput laut.

Puembudidaya rumput laut menganggap penyu menjadi hama, karena memakan rumput laut.

Periode awal tahun adalah masa yang berat bagi sang tukik yang harus bertahan hidup di
alam liar. Predator alaminya seperti; kepiting, ikan, hiu, elang dan lain sebagainya adalah
ancaman sekaligus seleksia alamnya. Saat ukuran cangkangnya selebar piring, barulah
penyu muda ini mencapai masa amannya dari predator. Penyu adalah hewan omnivora
yakni pemakan segalanya, apapun akan dia makan. Ikan-ikan kecil, alga, lamun, karang,
krustasea, hingga ubur-ubur bersengat mematikan akan dilahapnya. Kadang sialnya penyu
salah sangka antara ubur-ubur dan plastik transparan, sehingga kadang menemui celaka
saat memakan sampah manusia tersebut.

Penyu sebagai salah satu bagian ekosistem alam memiliki peran ekologis yang tak berbeda
jauh dengan organisme yang lain. Penyu menjadi penyeimbang saat sebuah ekosistem
mengalami ketimpangan. Namun, kadang keberadan penyu menjadi ketimpangan bagi
manusia. Para pembudidaya rumput laut kadang resah dengan kehadiran penyu, karena
rumput laut adalah makanan istimewa bagi repti bercangkang ini. Hukum rimba berlaku
disini, siapa yang kuat dialah yang akan menindas, tentu saja penyu akan menjadi
korbannya.

Selama satu dekade penyu akan menjalani perjalanan yang jauh, ribuan kilo meter. Masa-
masa inilah disebut, tahun yang hilang. Disebut demikian karena dia benar-benar
menghilang, karena berada di lautan lepas dan berkelana menjelajah samudra. Menjelang
usia seksual yang matang, sekitar 10 tahun maka mereka akan mencari pasangan. Biasanya
penyu betina akan kawin dengan beberapa penyu jantan agar sel sperma optimal membuai
sel telurnya. Kemudian pasangan ini akan mendekati pesisir pantai untuk mencari tempat
untuk bertelur. Masa homing natal pun dimulai, maka siklus ini akan terus berputar pada
generasi-generasi selanjutnya.

Perjalanan panjang tukik untuk mengarungi lautan.

Perjalanan panjang tukik untuk mengarungi lautan.

Hari ini saya melepas seekor tukik di pantai Maluk Sumbawa. Seekor tukik akan berjibaku
dengan peluang 1:1.000 agar kelak 10 tahun lagi mudik untuk bertelur, jika betina. Sebuah
peluang yang kemungkinannya kecil, tetapi alam ini tetap memberikan peluang dari yang
tidak mungkin menjadi mungkin. Itulah sebabnya ada organisme yang regenerasinya
sangat banyak jumlahnya, 50-200 ekor sekali bertelur dalam 2 kali dalam setahun. Jika di
hitung matematis 1:1.000 maka di butuhkan 5 periode bertelur atau sekitar 2,5 tahun
untuk menciptakan 1 generasi. Bisa dibayangkan, betapa ketatnya seleksi alam mereka,
maka itulah betapa eksotisnya hewan ini. Ribuan peluang berhasil dia menangkan, ribuan
km dia tempuh, tetapi yang pasti dia akan kembali ditanah kelahirannya 10 tahun lagi.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

5 comments

  1. Pas di tengah samudra, makannya apa ya kira-kira mas? Kan Indomaret gak ada.

  2. Eh busyet perbandingan dia hidupnnya kecil sekali yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...