Gunung Andong Trail Run

DCIM110GOPRO

Sebuah sensasi tersendiri berlari di punggung gunung dengan sisi kanan kiri jurang yang dalam dan penuh dengan kabut. Tidak membayangkan pula jika ada benda jatuh kebawah sana, lalu hilang ditelan tebalnya kabut. Jika dibayangkan yang ada hanyalah sebuah kengerian saja, namun jika dilakukan akan menjadi sesuatu tindakan yang membuat ketagihan. Gunung Andong yang kini menjadi tempat pindah makan dan tidur oleh para pendaki, sudah menjadi randevous saat akhir pekan.

Ransel kecil di punggung berisi air minum, GPS dan tongkat siap untuk dikenakan. Sejenak memandang dengan merahkan mata dari kaki gunung hingga puncak, hanyalah deretan kabut pekat yang bergerak cepat. Gunung Andong 1726 mdpl berselimut kabut tebal. Begitu jenuhnya uap air acapkali meneteskan air seperti hujan. Kali ini keputusan besar harus di ambil, melanjutkan perjalanan atau tunda.

14213728151857280333

Vegetasi di Gunung Andong. Nampak sebuah bunga Senggani/Senduduk (Melastoma polyanthum) yang sedang mekar (dok.pri).

Sesekali nampak puncak Andong, sebentar dan samar. Seketika itu pula, hanya satu kata “berangkat”. Langkah kaki pertama yang berat karena menjadi awal untuk berlari melintasi jalan setapak untuk menggapai puncak. Aktivitas ini banyak yang menyebut trail run, yakni berlari melintasi jalur pendakian untuk menuju puncak gunung. Sudah banyak even yang melombakan lari lintas alam atau gunung ini, seperti; Rinjani dan Bromo-Semeru.

Andong sebenarnya bukan medan yang sulit, untuk pendaki pemula bahkan buat mereka yang hobi trail running. Medan yang tidak terlalu menanjak, tidak terlalu tinggi dan memiliki jalur yang aman. Entah sudah berapa kali saya mendaki dan berlari di gunung ini, namun seolah tiada bosan karena medannya yang bervariasi. Selain itu, pemandangan di sini sunggu fantastis karena berada di tengah-tengah pegunungan, namun kali ini harus gigit jari karena cuaca berkabut.

1421372990251295169

Rute lari yang cukup menanjak antar puncak (dok.pri).

Jalan setapak yang menanjak dengan sisi kanan kiri pohon Pinus (Pinus merkusii) yang banyak ditumbuhi Lumut Janggut (Usnea barbata) menjadi awal perjalanan setelah melewati lahan penduduk yang digunakan untuk area pertanian. Jalanan semakin menanjak manakala hutan pinus milik perhutani semakin berkurang. Vegetasi berganti menjadi semak belukar yang di dominasi oleh semak seperrti; Senggani (Melastoma polyanthum), Tembelekan (Lantana camara) dan Wedusan (Agerantum conyzoides), tumbuhan mirip kumis kucing (Epatorium riparium). Semakin tinggi vegetasi didominasi oleh Ilalang (Imperata cylindrica) dan beberapa jenis rumput berdaun jarum. Di sela-sela ilalang dijumpa bunga Lili dan Anggrek Tanah yang saat itu sedang bermekaran.

Sebuah mata air yang di alirkan lewat sebuah pipa menjadi penanda sudah sampai ditengah-tengah perjalanan. Ini saatnya mengerahkan tenaga untuk mencapai puncak. Jalan menuju puncak tak lagi terjal namun landai, karena mengikuti kontur punggung gunung dengan alur memutar. Tak butuh waktu lama dan akan sampai di puncak.

1421372935523807934

Puncak Gunung Andong yang terdapat plang penunjuk (dok.pri).

Puncak gunung, yang cukup memprihatikan karena bukan lagi menjadi arena gladian petulanga, tetapi tempat kumpul orang dolan. Berdirinya warung yang menyediakan makanan minuman bagi pendaki kadang sangat menyayat hati bagi mereka yang jauh-jauh hari bersiap diri. Namun bagi mereka yang tak ingin repot maka akan sangat membantu sekali. Sebuah catatan, mendaki gunung pasti repot.

14213734491100022746

Peta jalur pendakian gunung andong (dok.pri).

Sesaat di puncak saatnya menikmati lari di angkasa. Berlari melewati punggung gunung yang menjadi jalur antar puncak acapkali menjadi sesuatu yang dicari para pelari. Berlari di angkasa karena benar-benar terpuaskan lari di ketinggian dengan sisi kanan kiri jurang. Tak berselang akhirnya harus turun karena rintik air dari kabut yang semakin jenuh. dalam kondisi hujan dan kabut tebal harus meretas jalan turun karena esensinya adalah turun dengan selamat.

VIDEO ADA DI SINI

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. Baru tau kalau bunga di atas namanya bunga Senggani 😀 Iya udah pengen banget nyoba trail running, tapi di sini nggak ada gunung yang bisa didaki. Mungkin harus ada lagi istilah beach running kali ya soalnya di sekeliling pulau cuma ada pesisir pantai dan hutan bakau 😀

    http://www.linasasmita.com

  2. tenaganya super ya, bisa lari ke gunung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bangkit Setelah 300.000 Tahun Terkubur

Saya membayangkan tanah Jawa sekitar 300.000 tahun yang lalu. Sebuah hutan hujan tropis yang lebat dengan pepohonan seperti pencakar langit. Di angkasa berterbangan kepak-kepak sayap ...