Trail Running Lawe-Benowo

Hutan primer yang masih terjaga kealamiannya. Hutan ini terdapat sungai yang jernih dan 2 buah air terjun yang indah, curug Lawe dan Benowo (dok.pri)

Hutan primer yang masih terjaga kealamiannya. Hutan ini terdapat sungai yang jernih dan 2 buah air terjun yang indah, curug Lawe dan Benowo (dok.pri)

Sangat jarang di temui dua buah air terjun yang terletak berdekatan dan masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. 2 buah sungai dengan masing-masing 2 anak sungai alirannya patah menuju dasar tebing. Air terjun Benowo dan Lawe, demikian nama air terjun tersebut yang terdapat di timur laut Gunung Ungaran.

Minggu pagi yang cerah. Pagi-pagi kaki melangkah menuju pasar Gunung Pati untuk menikmati kudapan pagi itu. Sepiring nasih hangat, ditambah sayur tahu, gudeg dan bakwan menjadi sarapan sebelum perjalanan panjang menuju 2 buah air terjun. Usai sarapan, kembali langkah kaki ini mencari pos ojek terdekat untuk mengantarkan menuju Kali Sidi, yakni gerbang perkebunan Cengkeh yang menjadi pintu masuk menuju air terjun.

13841466442048299899
Sebelum berangkat, sarapan di pasar Gunung Pati (dok.pri).

Jarak 7Km pagi itu diangsur dengan naik ojek menuju gerbang Perkebunan cengkeh milik PT.Cengkeh Zanzibar. Dari pintu gerbang perkebunan diwajibkan membayar Retribusi Rp.4000,00 untuk masuk kawasan wisata curug Lawe-Benowo. Dari titik inilah kedua kaki mulai berlari-lari kecil menuju pos jaga perkebunan. Dulu jalan masih berupa makadam atau tatanan batuan, tetapi saat ini sudah di aspal dan sangat mudah di akses.

Harum semerbak Cengkeh (Syzygium aromaticum) berhembus dari pohon-pohon di sisi kanan kiri jalan. Walau bukan musim buah, tetapi sisa-sisa berupa polong masih memberikan aroma yang khas. Senyawa aromatika inilah yang menyebabkan cengkeh memiliki harga jual yang mahal. Eugenol, demikian zat yang terdapat dalam  cengkeh.

13841467401129097328
Keindahan perkebunan cengkeh dengan latar belakang Gunung Ungaran (dok.pri)

Indonesia patut berbangga, karena cengkeh adalah tanaman asli Nusantara. Dahulu cenkeh banyak terdapat di Maluku, kemudian dibawa ke Zanzibar dan dimuliakan disana sehingga menjadi bibit unggul. Cengkeh Maluku, kini berubah nama jadi cengkeh Zanzibar. Polong-polong cengkih dalah bunga cengkeh yang tidak dipetik, sehingga ukurannya menjadi besar dan tidak bisa di pakai dalam industri. Polong ini akan dipakai sebagai biji untuk persemaian cengkeh.

13841468721761088929
Polong-polong cengkeh yang akan digunakan sebagai bibit (dok.pri).

1,59Km jarak yang ditempuh dari Gerbang hingga pos penjagaan. Dari pos penjagaan perjalanan dilanjutkan menuju jalan perkebunan dan sekitar 200M adal papan petunjuk mengarah ke kiri menuju lembah. Dari lembah ini perjalanan akan semakin menantang. Hutan primer masih mendominasi untuk lokasi ini.

Gemericik aliran sungai irigasi di sisi kanan dengan aliran yang deras. Di bawah sana sekitar 90m suara gemuruh sungai terdengar dengan riuhnya. Suara-suara pengguni hutan baik mamalia berupa Kera eko panjang (Macaca fascicularis) dan bangsa Aves dengan keciauan merdunya. Tak berepa lama akan dijumpai sebuah jembatan dari besi yang berfungsi sebagai jembatan air dan sungai.

13841469711614080241
Jembatan ini berfungsi untuk menyebrang sekaligus mengalirkan air di bawahnya (dok.pri).

Jembatan ini berfungsi untuk mengalirkan air dan di atasnya berfungsi untuk pejalan kaki. Lumut-lumut nampak menghijau diatas papan-papan yang selalu basah, sehingga langkah kaki harus hati-hati karen licin. Di sisi kiri jembatan bisa menikmati sungai dari ketinggian, dan bagi penikmat ketinggia inilah tempat yang menarik.

Selepas jembatan besi kembali perjalanan dilanjutkan. Di depan sana nampak ada kehebohan, ternyata ada seekor ular sedang mencari mangsa di tepi sungai. Sangat menyenangkan bisa bertemu mahluk eksotis di alam liarnya. Tubuhnya tenang tak bergerak, sepertinya sedang mengincar mangsanya. Lidahnya di julurkan untuk mendeteksi panas tubuh mangsa, sungguh reptil yang eksotik.

1384147030278546458
Hewan-hewan liar masih bisa ditemui di sini, salah satunya ular yang sedang mencari mangsa (dok.pri).

Hutan di sini masih sangat terjaga dengan baik. usut punya usut, Konon tanah disini dikuasai oleh TNI dibawah Kodam IV Diponegoro. Dengan tanah yang dikuasai militer, maka kelestarian hutannya masih terjaga dengan baik. Hutan primer yang masih seperti aslinya dan tidak ada yang mengusiknya.

Akhirnya 4Km sudah ditempuh dan sampai juga di curug Benowo (1050mdpl). Lontaran air dari ketinggian nampak indah mempesona. Suara deburan air yang menghantam bebatuan bergemuruh dan inilah salah satu air terjun yang debit airnya stabil sepanjang tahun. Tidak banyak wisatawan yang mengunjungi curug ini, karena letaknya yang jauh dan medannya yang terjal. Berbeda dengan curug Lawe yang nanti akan menjadi tujuan selanjutnya.

13841470971581951033
Curul Benowo di ketinggian 1070mdpl, jarang di kunjungi karena lokasinya yang terjal dan agak jauh di banding curug Lawe (dok.pri)

Puas menikmati keindahan curug Benowo, langkah kaki menuju sisi kanan air terjun. Jalan setapak ini akan mengantarkan kaki menuju curug Lawe. Kembali masuk hutan primer yang basar, sebab gutasi dari dedauan mirip rintik-rintik hujan. Kelembapan yang tinggi membuat batang-batang tanaman ditumbuhi subur oleh lumut. Sungguh nuansa yang jarang ditemui dibeberapa hutan kita yang sudah banyak dijarah.

jarak tempuh dari Benowo menuju Lawe sekitar 1Km dengan lewat jalan setapak yang naik turun berkelok. Sesaat sebelum sampai di Lawe, kaki mau tidak mau harus berendam karena akan menyusuri sepanjang sungai. Dugaan saya benar, ternyata di Lawe sudah banyak pengunjung yang sedari tadi sudah sampai.

13841471971902895092
Ternyata curug Lawe sudah penuh dengan pengunjung yang berada tepat dibawahnya. Kayu-katu yang berserakan di bawahnya hasil dari material yang hanyut dibawa aliran sungai. Potensi bahaya yang setiap saat bisa mengancam (Dok.pri).

Tak berlama-lama di lawe karena tarlalu banyak pengunjung yang tumpah ruah dibawah air terjun. Sedikit informasi, sebenarnya ada larangan untuk berada tepat dibawah air terjun alam. Sungai diatas tidak bisa diketahui sedang menghanyutkan apa. Batangan kayu atau bongkahan batu bisa saja terbawa oleh aliran sungai dan setiap saat bisa terlontar dari atas dan menghujam ke bawah. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika pengunjung berada dibawah tanpa menyadari apa yang akan terjadi.

Indikatornya sederhana dan mudah ditemui. Jika di bawah air terjun ditemukan batangan-batang kayu berserakan, itulah material yang sudah dihanyutkan oleh sungai dan dilontarkan dari atas air terjuan. Edukasi bagi pengunjung agar terhindar dari potensi bahaya yang setiap saat bisa mengancam.

Saat hendak pulang tak sengaja bertemu dengan komunitas dari Semarang. 2 komunitas yang nyaris tak ada hubunganya berkolaborasi membuat sebuah kegiatan. Satu komunitas lari yang bernama Semarang Runners dan komunitas satunya CEO (Care Enviromental Organization). Mereka melakukan kegiatan dengan berjalan menuju curug Lawe dan pulangnya membawa sampah-sampah yang ditinggalkan pengunjung sambil memberikan edukasi. kegiatan yang menarik dan bisa menjadi model-model kegiatan ditempat lain.

13841473352026587959
CEO salah satu organisasi yang melakukan aktivitas bersih-bersih sampah di sepanjang jalan menuju curug Benowo (dok.pri).

Perjalanan dilanjutkan untuk kembali ke Gunung Pati. Perkiraan jarak tempuhnya sekitar 8-9Km. Berlari menuju jalan aspal sangat menyenangkan. Udara sejuk dan pemangdangan yang indah. Di KM.11 telapak kaki kiri saya  mengalami gangguan, tiba-tiba terasa nyeri sekali untuk menapakan kaki. Sebotol air beberapa kali saya guyurkan di sepatu untuk mengurangi rasa sakit. Dengan kaki terpincang-pincang akhirnya menyerah di 14.5Km dari target 21Km dan angkutan mengantarkan saya menuju Gunung Pati. Dingginnya es batu meredakan sakit di kaki sambil menikmati segarnya buah semangka.

VIDEO BISA DILIHAT DI SINI

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. hiks…nyesel saya dulu ga bisa nyampe curugnya >.<

  2. Salam kenal mas. Keren banget tulisannya nyh. wah gag nyangka ada tempat tempat sebagus ini di ungaran, apalagi yang jembatan kayunya itu asik banget deh. Pernah dengar syh curug lawe. itu ancer-ancer ke sananya gimana ya mas?

  3. Wah ternyata seputaran Gunung Ungaran banyak juga ya curugnya . .

  4. Itu keknya asyik banget ya mas yang lari-lari di papan. Mau mau mau! Aku mau diajakin kesana dong (ini bocah banyak maunya sih, Rawa Pening aja belum jadi hahaha)

    Ebetewe tampilan blog baru nih 🙂

  5. aku juga pernah ke curug lawe dan benowo, asik banget itu trekking kesana….
    perkebunan cengkehnya juga baguuus

  6. kok lari sih ga jalan santai… berat nih bawa gemblokan wkakakakkakak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...