Pilamo Ala Papua dan Rumah Bulat Ala Pulau Timor

Miliaran keberagaman, tapi cuma 1 yaitu Indonesia (dok.pri)

Miliaran keberagaman, tapi cuma 1 yaitu Indonesia (dok.pri)

“Miliaran kekayaan flora dan fauna, Jutaan senyum ramah oleh penduduknya, ribuan pulau terhampar luas, ratusan bahasa ada di mana-mana, puluhan kepala daerah ada diseluruh pelosok negeri, namun saya tak percaya itu hanya satu yaitu Indonesia”.

Dalam perjalanan saya ke kawasan timur Indonesia, saat itu berteduh dibawah atap rumah dari ilalang. Cuaca yang panas terik terselubungi oleh anyaman-ayaman  Imperata cylindrica yang tersusun rapi menjadi atap rumah. Pulau Timor, namun sepertinya saya sedang di Lembah Baliem di tengah-tengah pegunungan Papua. Kenyataanya saya sedang di suku Molo bukannya suku Dani, namun yang membuat imajinasi saya adalah bentuk rumah.

1380767915810207157
Pilamo atau Honai laki-laki di Lembah Baliem yang ditinggali suku Dani (dok.pri)

Suku Dani yang tinggal di pegunungan di tengah Pulau Papua terkenal dengan Honai-nya. Honai merupakan tempat perlindungan dari cuaca ekstrim yakni hawa dingin. Honai terbuat dari susunan bilah-bilah kayu yang di susun membentuk lingkaran sebagai dinding rumah. Atap berbentuk setengah lingkaran cenderung kerucut tumpul terbuat dari anyaman ilalang yang sudah kering. DI dalam honai terdapat para-para yang digunakan sebagi tempat tidur. Di bagian bawah para-para terdapat tungku perapian yang selalu menyala menjelang senja hingga fajar sebagai penghusir hawa dingin.

13807679831125379402
Suku Molo di Pulau Timor juga memiliki Honai yang disebuta Rumah Bulat (dok.pri)

Suku Molo di kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki tempat tinggal yang sama. Rumah Bulat, demikian namanya. Dinding terbuat dari bilahan-bilahan bambu atau kayu yang di susun melingkar. Bagian atap terbuat dari ilalang atau jerami yang ditata melingkar membentuk kecucut. Bagian dalam terdapat tungku perapian dan di atasnya ada para-para. Para-para bukan sebagai tempat tidur namun sebagai lumbung padi, jagung dan kacang-kacangan.

Rasa penasaran ini belum habis manakala di Honai perempuan itu berbentuk kotak, mirip juga dengan rumah kotak di Pulau Timor. Honai perempuan tak jauh beda fungsi dan konstruksinya dengan honai laki-laki (Pilamo), hanya bentuknya saja yang berbeda. Sedangkan rumah kotak di Pulau Timor sudah mirip rumah modern, berfungsi sebagai tempat tinggal dan menerima tamu.

13807680401939296227
Pilamo sebelah kanan dan Honai Perempuan di sebelah kiri saling berdampingan di tengah perkampungan di Lembah Baliem Papua (dok.pri)

Entah mengapa nenek moyang mereka memiliki ide yang sama untuk membuat konstruksi bangunan untuk bertahan dari tekanan lingkungan. Rumah berbentuk bulat atau kotak dengan atap dari ilalang. Apakah mereka dulunya pernah bersama sehingga memiliki konsep yang sama dalam membuat sebuah bangunan.

Imajinasi saya terbang pada sejarah Keluar dari Afrika. Ribuan tahun yang lalu mereka berjalan dari Afrika hingga menembus Indonesia. Pertanyaan sederhana, apakah mereka memiliki konsep yang sama dalam membangun tempat hunian?. Saya hanya berandai-andai saja siapa tahu benang merah ini ada, sebab di kutub utara sana juga ada bangunan serupa namun terbuat dari bongkahan es. Apa bedanya rumah bulat, Pilamo dan iglo?. Secara fungsi dan bentuk mirip, walau dengan bahan dan modifikasi yang berbeda.

13807681211593870670
Rumah Kotak pulau Timor yang mirip honai perempuan suku Dani (dok.pri)

Andaikata Escape from Africa itu benar, pasti satu guru satu ilmu. Otak dan imajinasi berkembang bagaimana mengakali tekanan lingkungan alam ini dengan membuat tempat hunian. Iglon cuaca ekstrim, papua cuaca dingin, daerah Timor panas dan nyatanya mereka tetap bertahan dan nyaman tinggal disana.

Saya beranggapan apa yang ada saat ini adalah cerminan masa lalu. Pilamo ataupun rumah bulat adalah sebuah mahakarya nenek moyang yang jauh-jauh dibawa dari asalnya yang nan jauh disana. Sejarah evolusi dan perkembangan jaman perlahan-lahan merubah itu semua, tetapi setidaknya masih ada yang bisa tetap di pertahankan. Rumah kotak saat ini sudah yang beratapkan seng, rumah bulat perlahan bergeser fungsinya, pilamo dan honai  masih setia mengawal perubahan jaman. Saya kagum dan tak percaya ini Indonesia.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. waaah…baru tau ni mengenai rumah2 ini…rumah bulat, di jogja di buat juga rumah dome untuk korban gempa mas

  2. keren !

    i love papua

  3. waduh poto yg atas jangan ke bawahan ambil gambarnya… nanti yg gelundung2 keliatan

  4. Mantap mas, eh itu ce2 nya masih ngak pake bra yaaa ???? #SalahFokus

  5. mungkin pada awalnya peradaban semua manusia itu sama kali ya

  6. Keren ya.
    Benar2 bikin berpikir mas keragaman itu asal muasalnya dari mana. Satu orangkah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Madu Hutan Leuweung Sancang

8.000 – 10.000 tahun yang lalu nenek moyang kita sudah merampok cadangan makanan lebah. Lukisan dinding goa di Valensia-Spanyol menjadi bukti tindakan tidak berperilebahan tersebut. ...