Sirih Pinang untuk Selamat Datang

Ucapan selamat datang dengan sirih pinang, inilah ikan dan ilalang saat menjunjung langit (dok.pri).

Ucapan selamat datang dengan sirih pinang, inilah ikan dan ilalang saat menjunjung langit (dok.pri).

Pepatah mengatakan “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”. Sungguh aneh jika datang ditempat yang baru, tetapi tidak bisa menyesuaikan diri. Lain halnya dengan pepatah yang satu ini “lain ladang lain ilalang, lain lubuk lain pula ikannya”, yakni setiap tempat baru memiliki adat istiadatnya sendiri-sendiri.

Kepala saya tiba-tiba pening, padahal sebelumnya baik-baik saja. Saat itu suhu udara sekitar 32C mendadak badan terasa dingin dan mengeluarkan keringat. Pandangan ini seolah melihat kontur bukit-bukit menjadi miring hendak terjungkal. Mulut ini terus saja mengunyah dan cairan merah pekat itu keluar dari mulut saya disertai badan tumbang membentur pohon asam.

1376879510994798595
Saya membalas orang-orang yang menertawakan saya hanya dengan senyuman saja. Bada ini terasa lemas dan dingin dipanasnya udara Timor. “mas mabuk pinang ko…?” yanya mereka (dok.pri).

Tak satupun yang menolong, tatapan mereka mengelilingi saya sambil mengacung-acungkan jarinya “anak kau mabuk sirih pinang ko..?” katanya sambil tertawa lepas. Saat ini saya ada di Pulau Timor, dan pengalaman pahit saya rasakan saat merasakan getirnya sirih dan kerasnya pinang disertai panasnya batu kapur.

Sirih pinang, bagi adat di Indonesia timur adalah sebuah ritual penghormatan, persaudaraan dan ucapan selamat datang. Mereka yang telah dewasa, baik kaum lelaki dan perempuan semuanya memaknai adat ini dalam kehidupan kesehariannya. Tak salah jika di setiap sudut tempat selalu dijumpai bercak-bercak merah yang tercecer.

1376879640872373247
Tas kecil yang disandangny adalah harta berharga. Walau isinya hanya sirih pinang, itu menjadi bekal untuk persaudaraan disana (dok.pri).

Datang di Desa Binaus, di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT disambut dengan sajian sirih pinang. Begitu sebaliknya, saya sebagai tamu juga harus menjamu dengan memberi sirih pinang sebagai bentuk penghormatan. Usai tukar menukar saatnya menyirih rame-rame. Inilah bentuk ucapan selamat datang di Pulau Timor disaat kita datang bertamu, berjumpa di tengah jalan pastikan berhenti untuk menikmati sirih pinang terlebih dahulu.

Bukan perkara yang mudah menikmati sirih pinang. Jika tidak diketahui cara dan komposisinya bisa menjadi pening tujuh keliling dan berkeringat dingin. Buah pinang juga tidak boleh sembarangan. Saat menjumpai seorang anak yang sedang diminta untuk memetik buah pinang. 15meter tinggi pohon dipanjat dengan mudahnya hanya dengan memakai seutas pengikat dikedua telapak kaki. kedua tangan disatukan untuk merangkul batang pohon dan dengan gerakan tangan dan kaki bergantian dalam sekejap sudah sampai di atas pohon.

13768797011562364119
Alam menempa anak-anak sebagai pemanjat yang hebat walau hanya untuk memetik pinang setinggi lebih dari 10m (dok.pri).

Usai pinang di petik, pemanjat tidak boleh menjatuhkan tetapi harus dipegang. Cara turunya tidak boleh memutar dan menempel pada batang pohon, sebab diyakini pinang akan membuat mabuk. Cara turunya harus lurus kebawah dengan cara melorot. Sebuah ketrampilan yang hanya dimiliki beberapa anak berbakat saja saya kira.

Buah pinang dikupas lalu dimakan bagian dalamnya dengan cara dikunyah. Air perasan biji pinang harus dibuang dengan cara diludahkan, jika tidak rasakan akibatnya sebab saya pernah tumbang gara-gara ketelan. Selanjutnya masukan daun sirih atau bungan jantannya dengan dicocol dengan kapur. Kapur yang dimaksud terbuat dari batu gamping atau cangkang hewan laut yang dibakar lalu ditumbuk halus. Hati-hati dengan kapur, sebab bisa menyebabkan mulut terasa terbakar. Reaksi CaCo3 dengan H2O bisa menimbulkan panas, tetapi itu sensasinya. Saatnya dikunyah dan ludahpun berwarna merah.

Nyirih memiliki sifat yang adiktif dan stimulan. Sehari saja penduduk disini tidak menyirih, sepertinya ada yang bermasalah dengan dirinya. Rokok tak lebih populer dari menyirih, dan inilah budaya bagai warha di Pulau Timor. Seorang kakek tua renta masih sehat, dengan gigi yang kuat sebab biji pinang yang keras saja masih dihajar dengan gigi yang masih utuh.

Jika menjadi korban gegara sirih pinang yang tertelan, mereka sudah punya caranya sendiri buat pendatang baru seperti saya. Buang sirih pinang dalam mulut lalu ketuk-ketuk ujung gigi seri bagian atas dan bawah dengan ujung kuku dengan cara menyentil. Dengan memberi sentuhan pada ujung gigi, maka saraf-saraf yang teler akan kembali bangun dan tersadar sehingga bumi kembali pada posisi yang semula miring. Lalu, bersihkan mulut dari kotoran dengan cara berkumur. Minum air putih dan kunyah gula pasir. Efek mabuk akan turun drastis, walau rasa dingin dan pusing agak lama hilangnya.

13768797651113531280
Walau tidak tahan kopi, saya tidak akan menolak untuk ajakan menikmati air hitam pekan dan panas ini (dok.pri).

Pusing belum usai, kembali harus bertamu. Dalam rumah kotak tuan rumah dengan senyum hangatnya mempersilahkan duduk. Sepiring kue donat dan segelas kopi kental dihidangkan. Bisa diyangkan rasanya menikmati kuliner yang satu ini. Saya tidak bisa menolak, walau jarang mencicipi kopi.

Sirih pinang, sebuah warisan leluhur jauh sebelum rokok dikenal. Warisan leluhur untuk mengikat tali silaturahmi, relaksasi dan wujud penghormatan kepada sesama. Sirih pinang mungkin sudah semakin tergeser, namun inilah warisan yang banyak memberi manfaat. Di timor saya menemukan banyak sodara dengan menikmati sirih pinang bersama, tak terasa selendang timor melingkar di leher saya. “jangan mengaku pernah ke Timor kalau belum makan sirih pinang” katanya.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. ih aku pengen banget tas itu si bapak… keren yaaa

  2. ganteng om kalo bibirnya merah gitu (eeh….
    jadi inget waktu genit2an dengan para mama di pasar (modus) http://dananwahyu.com/2013/01/21/explore-timor-flores-2012-part-17-kearifan-lokal-renggarasi/

  3. latihan to kaka, sapa tau dapa istri orang timor 😛

  4. Enak mabuk minuman lokal apa mabuk sirih pinang mas? #eh hihihihi

  5. Pas lagi mabuk pinang gak di foto, Dhave? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...