Gunung Mutis, Negeri Highlander di Indonesia

Gunung Mutis di saksikan dari kilo 12. Salah satu titik pengamatan yang strategis untuk menikmati pesona alam di Kabupaten Timor Tengah Selatan (dok.pri)

Gunung Mutis di saksikan dari kilo 12. Salah satu titik pengamatan yang strategis untuk menikmati pesona alam di Kabupaten Timor Tengah Selatan (dok.pri)

Pada rumput hijau yang luas dengan kontur berbukit. Tumbuhan berumur ratusan tahun masih kokoh berdiri. Sapi dan kuda berkeliaran kesana kemari untuk mencari rumput yang segar. Diantara ranting-ranting pohon, kicau burung bersahutan. Akhirnya semua pelan-pelan tertutupi halimun tipis Gunung Mutis.

Gunung Mutis berjarak sekitar 40Km sisi utara Kota SoE di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur adalah titik tertinggi di Pulau Timor. Perjalan kesana, teringat negeri para higlander di benua eropa. Pohon-pohon dengan diameter 2 pelukan manusia kokoh berdiri. Lumut janggut (Usnea barbabata) menggelayut mengikuti arah angin.

13765330282114426048
Hutan bonsai, begitu kata orang untuk menyebut bentuk pepohonan berusia ratusan tahun (dok.pri).

Hutan bonsai, begitu masyarakat sekitar menyebut untuk kawasan hutan di Gunung Mutis.  Eucalyptus albaatau Minyak Kayu Putih mendominasi di hutan ini. Kayu dengan warna kulit putih begitu kontras dengan hijaunya rerumputan. Kawasan yang dikelola perhutani masih sangat terjaga keasriannya. Sepertinya tak ada tangan jahil yang mencoba mengusik apa yang ada disana. Hanya sapi dan kuda saja yang dilepasliarkan untuk mencari makan setiap harinya.

13765330901622726638
Akses menuju kawasan hutan Gunung Mutis sangat mudah, karena akses jalan sudah ada. Beberapa penduduk memanfaatkan kekayaan hutan untuk mendapatkan kayu bakar (dok.pri).

Akses menuju Gunung Mutis, sangat mudah karena akses jalan sudah ada. Jika dari Kupang langsung menuju SoE ibu kota kabupaten Timor Tengah Selatan yang berjarak 100Km dengan waktu tempuh 2 jam. Dari SoE langsung menuju Kecamatan Molo lalu dilanjutkan menuju Desa Fatumnasi dengan jarak temouh sekitar 40Km selama 2,5jam.

Hutan Ampupu, sebutan lain untuk kayu putih. Gunung setinggi 2427mdpl sangat eksostis pemandangannya. Dari KM12, yakni sekitar 4Km dari Desa Binau di Molo Utara menjadi titik yang indah untuk mengamati GUnung Mutis dari kejauhan. Bukit menghijau dengan lembah yang bergelombang menambah pesona pulau timor.

13765331561424649468
Sapi dan kuda di lepas liarkan untuk mencari makan sendiri di padang rumput. Sebuah pemandangan yang jarang kita dapatkan di daerah lain. Mirip negara-negara Eropa, tetapi ini Indonesia (dok.pri).

Masuk di desa Fatumnasi, akan langsung berhadapan dengan pohon-pohon besar di sisi kanan kiri jalan. Acapakali akan berpapasan dengan penduduk lokal yang mencari kayu bakar dari sisi pohon yang telah mengering. Hutan yang lebat tak seperti hutan kebanyakan yang penuh semak belukar. Hutan disini mirip taman atau kebun raya. Hampara rumput yang mirip karpet hijau dengan beberapa sisi tertanam pohon Ampupu dengan batang berukuran besar.

Hela nafas memenuhi paru-paru saat melihat salah satu bukit yang di pangkas. Ini adalah gunung marmer, begitu masyarakat  menyebutnya. Benar saja, dibalik padang rumput dan hutan ampupu, tersimpat batu putih nan menawan. Dibawah kaki ini berdiri terdapat marmer sebesar gunung yang siap untuk di gali dan potong-potong. Salah satu ancaman dan potensi kerusakan untuk taman eden di Pulau Timor.

13765332341673724436
Halimun sudah turun di sela-sela pepohonan. Sunyi dan senyap, terasa saat melintas di tengah belantara hutan. (dok.pri)

Waktupun beranjak dan kabut tebal sudah menghadang. Lambaian lumut-lumut berusia puluhan tahun memberi salam perpisahan. Kuda-kuda yang sedari tadi merumput satu persatu menghilang dari pandangan. Suara lonceng yang dipasang di leher sapi pelan-pelang menghilang dari balik pepohonan. Gunung Mutis, titik tertinggi nan eksotis di Timor.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. apik mas… bt punya foto pendakian keatas bukitnya mas bro

  2. Keren mas,,,, tapi kalau musim kemarau, padang rumputnya udh g bagus lagi. dan satu hal yg disesali, pemerintah di daerah sana blm memperhatikan infrastruktur jalannya. masih hancur!

  3. Itu beta pu tanah kelahiran , Trimaksih kak buat tlisannya ^^

  4. Bangga beta orang kupang

  5. mas danang.. kalo balik titip yang di foto ya…

  6. Mas, ini cakep bener. Belum lama ini saya abis baca soal Gunung Mutis di majalah wisata, eh dirimu sudah duluan kesana hehehe. Ditunggu cerita soal kain Timor yg daku pake ini 🙂

  7. suka sama tanah merah dan hijaunya pepohonan 🙂

  8. wah… kampungnya toni asyik ya

  9. Asyik juga ya lihat alam yang masih asri begitu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sangiran, Warisan Nenek Moyang yang Diakui UNESCO

Ada sebuh cerita, dulu ditempat ini banyak sekali raksasa. Kehadiran raksasa ditunjukan dengan adanya tulang-tulang berukuran besar. Meskipun tulang-tulang tersebut tidak utuh, tetapi bisa membuktikan, ...