Mercu Suar Goa Cemara

IMG_9905

Hempasan sang bayu membuat kaki ini goyah ketika mata menatap kebawah. Benar saja, saat ini sayang sedang di teras menara suar di Pantai Pandan Sari. Mercusuar setinggi lebih dari 40m membuat yang tak terbiasa dengan urusan gravitasi akan merasa merinding saat berdiri di teras tertingginya. Mata memandang luasanya laut selatan dengan deburan ombak yang terus mengoyak pasir hitam. Mata saya terjebak akan sebuah pemandangan tak lazim akan ekosistem pantai.

1361251198829939092

Pantai Goa Cemara ada mikroklimat sebagai zona nyamam dan aman (dok,pri)

Hutan nan hijau hampir memenuhi bibir pantai saat saya berdiri di menara suar ini. Rimbun dan nampak lebat, seolah kontras dengan pantai-pantai di sisi selatan Pulau Jawa. Berlama-lama di atas ketinggian sepertinya tidak cocok bagi saya yang tercipta sebagai mahluk boreal dan terestrial. Meniti pelan tangga dari besi yang mulai berkarat harus ekstra hati-hati, sebab hidung ini kadang tersamar oleh aroma goano.

Langkah selanjutnya adalah saatnya memasuki hutan pantai, tepatnya di Pantai Goa Cemara. Sekilas nama yang aneh dengan pantai yang ada di Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini. Tak ada lobang goa saat saya memasuki pelatarannya, yang ada hanya pohon-pohon cemara yang berderet rapi, rimbun dan bernuansa gelap karena cahaya matahari tak menembusnya. Akhirnya jawaban dari rasa penasaran itu muncul juga saat saya sampai di tepi pantai. Saya seperti keluar dari mulut goa, saat balik kanan melihat saya tadi muncul dari mana. Lorong-lorong diantara pohon cemara inilah yang memberi inspirasi mengapa disebut sebagai Goa Cemara.

13612513161826571115

Lorong diantara pohon, inilah mengapa disebut Gua Cemara (dok.pri)

Cemara udang, demikian penduduk sekitar menyebutnya. Tumbuhan ini memang unik, sebab begitu mendominasi lebih tepatnya sebagai tanaman monokultur. Awalnya Cemara Udang ini didatangkan dari Pulau Madura dan di tanam disini. Casuarina equisetifolia demikian nama ilmiah tanaman ini sangat cocok untuk lokasi di pantai ini. Tidak salah jika pohon berdaun jarum ini menempati habitat yang bisa dibilang ekstrim karena hempasan ombak selatan yang terkenal ganas.

Cemara Udang secara fisiologis adalah tumbuhan yang mampu hidup dilahan berpasir, miskin unsur hara dan tahan di lahan dengan kadar garam tinggi. Perakaran yang kuat mampu mencengkeram tanah atau pasir, batang yang kuat mampu menahan hempasan angin dan daun yang lebat menjadi habitat bagi aneka macam fauna. Karakteristik inilah yang dipakai Cemara Udang sebagai tanaman pelindung untuk pantai.

Rimbunya dedauan ini juga memberikan dampak yang positif bagi para pengunjung. Dibawah naungannya tercipta mikroklimat, yakni terlindung dari paparan sinar matahri dan menjaga kelembapan. Udara sejuk dan angin yang mampu menembus sela-selau dedauanan inilah mampu menciptakan zona nyaman dan aman. Tak salah lagi, di sela-sela pohon banyak para pengunjung yang memanfaatkan layanan ekologis untuk beragam aktifitas.

1361251447165201527

Menara inilah yang membuat langkah kaki kemari (dok.pri)

Cahaya temaram disisi barat mengusik saya yang sedari tadi menikmati belaian nyaman Cemara Udang. Inilah momentum matahari terbenam yang ditunggu-tunggu para pengunjung. Duduk diatas batang kayu yang tumbang dan saatnya menikmati atraksi alam senja ini. Perlahan-lahan sang surya menuju peraduannya di sisi-sisi barat dengan cahaya hangatnya. Di kaki langit nampak pantulan sinar berwarna kuning keemasan yang satu garis lurus dengan matahari. Langit timur tak kalah menariknya karena giliran mendapat jatah golden sunset usai matahari terbenam.

Dari kejauhan nampak menara suar yang hanya kelihatan ujungnya saja karena diselimuti Cemara Udang. Saatnya berjalan pelan meninggalkan pantai dan hutan cemara. Menyisir lorong-lorong goa dengan hempasan angin laut dan uap air dan semakin masuk kedalam. Goa cemara, goa nan hijau pelindung pantai.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. wah boleh masuk&naik mercusuarnya ya?? 😀

  2. Sunset-nya koq cuma lewat narasi, fotonya mana, Dhave?

  3. kenapa namanya cemara udang sih..
    itu foto paling atas pake mata ikan ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sangiran, Warisan Nenek Moyang yang Diakui UNESCO

Ada sebuh cerita, dulu ditempat ini banyak sekali raksasa. Kehadiran raksasa ditunjukan dengan adanya tulang-tulang berukuran besar. Meskipun tulang-tulang tersebut tidak utuh, tetapi bisa membuktikan, ...