"Sains Itu Menyenangkan" Katanya….

Bagaimana membuat sains bukan lagi menakutkan, namun mengagumkan dan penuh keajaiban..?

Sains yang kadang diterjemahkan sebagai ilmu pengetahuan alam acapkali menjadi momok para pelajar. Katakanlah biologi, kimia, dan fisika dengan beragam nama latin, reaksi dan rumus-rumus yang kompleks menjadikan sesuatu yang menakutkan. Mengapa sains kadang dicinta, namun tidak sedikit yang merana olehnya ? Hal klasik di negeri ini, dimana sains dianggap sebagai ilmu yang susah dipahami dan tidak jelas kegunaannya. Para pendidik yang kadang dengan arogansinya dengan menggunakan bahasa-bahasa ilmiah yang sudah dipahami demi gengsi agar tidak tersaingi menambah gairah siswa untuk membenci pelajaran yang satu ini.

1352540658319316875
Suasana nonton bareng film sains

Entah sampai kapan stigma IPA diangga sebagai ilmu yang menyenangkan dan banyak digemari dibanding ilmu sosial atau seni. 1-15 Desember 2012, Goethe Institut mengadakan festival film sains. Film-film pendek coba ditayangkan, dengan gaya bahasa semudah mungkin untuk dipahami siswa-siswi dari SD hingga SMU. Mengambil konsep dari kejadian yang ada keseharian yang berkaitan langsung dengan sains akan dijelaskan dengan sinematografi yang apik dan menarik.

Penyelenggaraan festival film sains yang menginjak tahun ke-3 ini berlangsung di 17 kota di Indonesia. Secara kebetulan 2 tahun terkahir festival film oleh Goethe Institut ini mampir di Salatiga tanggal 9-10 November. Bekerja sama dengan Univeristas Kristen Satya Wacana, makan acari ini mengundang ratusan murid-murid SD, hingga SMA berharap mampu menyembatani pemahaman konsep sains lewat film agar mudah diterima sekaligus menarik bagi siswa-siswi sekolah. Di hari pertama ada sekitar 700an siswa yang hadir dan hari kedua ada sekitar 200an. Sangat meriah acara ini, dengan beragam kemasan acara yang menarik.

1352540710823945995
Antusias, itu yang tergambar.

Diawali dengan nonton film bareng, anak-anak sekolah ini diwajibkan menyimak dengan baik tentang isi film. Di penghujung film selesai akan baru diadakan kuis, layaknya ulangan yakni dengan memberikan pertanyaan seputar film yang barusan ditonton. Hadiah-hadian menarik disedikan panitia bagi setiap siswa yang mampu menjawab setiap pertanyaan yang diberikan dari pembawa acara.

13525407571757498614
Membuat anak suka sains, salah satunya dengan peragaan dari hal-hal yang ada dalam keseharian.

Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya sedikit demonstrasi. Lewat layar lebar, demonstrasi ini di rekam dan ditayangkan agar semua yang hadir bisa menyaksikan dengan jelas. Tidak ketinggalan, setiap kali ada demonstrasi penyelenggara acara mengajak beberapa siswa untuk berpatisipasi langsung. Demonstrasi yang mengulik fenomena keseharian yang berhubungan dengan sains diperagakan dan diberikan penjelasan secara ilmiah pula.

Ada 13 film yang diputar pada festival film sains ini. Pada tahun ini mengambil tema air, sehingga peserta yang hadir adan dibawa masuk untuk menyelami makna air untuk kehidupan. Beberapa film yang bertemakan air diharapkan mampu menggugah siswa akan betapa pentingnya air untuk kehidupan lewat media film.

1352540832117858742
Dandellion, Water Power film yang menceritakan air sebagai pembangkit energi listrik.

Dandelion, water power sebuah film yang menjelaskan bagaimana fungsi air sebagai pembangkit tenaga listrik. Selama ini anak-anak sekolah hanya di jelaskan bahwa PLTA itu dari air terjun sebagai penggerak turbin. Di film ini dijelaskan bagaiaman memanfaatkan aliran sungai, ombak, hingga perbedaan tekanan air untuk menggerakan turbin yang nantinya memutar generator dan menghasilkan listrik. Pemahaman anak dibuka, bahwa PLTA tidak hanya dari air terjun dan bendungan semata.

Song for tukik, salah satu film lokal yang menghiasi festival film sains kali ini. Film yang dibintangi Nugie ini menceritakan bagaimana anak-anak penyu berkembang biak. Dengan mengambil seting di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, siswa diajarkan bahwa suhu akan mempengaruhi jenis kelamin penyu dari setiap telur. Makna yang ditangkap adalah tidak baik jika telur yang menetas itu jantan semua atau betina semua, gara-gara perubahan suhu yang terjadi saat ini. Pemanasan global ikut memberikan andil dalam setiap perubahan suhu yang akan berpengaruh pada tukik-tukik mungil ini.

13525409241442148058
Sains ternyata begitu dinikmati saat sudah menemukan keasyikannya.

Masih banyak film-film lain yang mampu menggugah minat siswa untuk belajar sains. Media film adalah salah satunya, sehingga konsep-konsep sains akan ditampilkan dengan cara yang menarik. Satu lagi kegitan yang membuat para siswa tergagum adalah saat peragaan. Mungkin siswa tidak tahu bagaimana kerja dari sabun saat mencuci tangan. Mengapa sabun mampu mengusir kotoran dan membunuh kuman. Lewat peragaan yakni dengan menuang pewarna makanan pada susu, lalu menetesinya dengan sabun cair sudah membuktikan fungsi dari sabun. Setelah sabun diteteskan makan pewarna makanan pada permukaan susu cair akan langsung terpisah dan terpencar dengan warna-warni. Artinya kotoran yang menempel pada tubuh saat tercuci dengan sabun juga langsung akan terpisah.

13525409881403616313
“Sains itu menyenangkan” katanya.

Sains itu menyenangkan, kira-kira itu tanggapan salah satu siswa SD usai menyaksikan pemutaran film dan peragaan sains. Sebuah harapan besar dari acara ini, bagaiamana menyampaikan sains dengan cara yang apik dan menyenangkan agar mudah dipahami dan dipraktekan. Diharapkan juga festival ini bisa menyambangi setiap kota di Indonesia guna ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...