Persembahkan Tubuhmu untuk Kehidupan

Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, karena itu adalah ibadahmu yang sempurna. Terngiang-ngiang sebuah petikan dari ayat di kitab suci. Pertanyaan sekarang, tubuh mana yang bisa aku persembahkan sebagai persembahan agar menyempurnakan ibadah.?

Memang tak mudah untuk memenuhi persembahan yang dimaksud diatas. Sekarang bukan jamannya nabi-nabi seperti diceritakan seorang nabi yang rela mengorbankan anaknya yang kemudian diganti anak domba. Bukan jaman lagi ala suku-suku di pedalaman Amerika Selatan yang mempersembahkan jantung manusia untu para dewa.

Jaman sudah berubah namun kesadaran bahwa kita hidup tidak sendiri kadang susah untuk direalisasikan. Pernah ada kisah tragis di rumah sakit dimana seorang pasien harus meregang nyawa gara-gara kekurangan darah karena stok darah habis. Sangat menyedihkan dan ironis sekali bukan? dengan jumlah penduduk yang luar biasa banyak kenapa stok darah di PMI acapkali minim.

Donor darah, aksi sosial yang minim peminatnya saya kira. Dengan berbagai alasan banyak mereka yang layak mendonorkan darahnya enggan untuk melakukannya. Memang tidak ada paksaan, namun aksi ini adalah murni dari kesadaran diri. Dibalik beberapa persyaratan teknis yang wajib harus dipenuhi pendonor, sebab tidak semua orang diizinkan. Selain ketulusan, berbadan sehat adalah syarat mutlak sehingga apa yang disumbangkan benar-benar bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Istilah setetes darah bisa menolong nyawa orang lain, setidaknya harus dikoreksi menjadi sekantung darah. Kemulian seseorang bukan dari apa yang mereka miliki, tetapi apa yang mereka berikan dengan ketulusan. Pemberian ini akan jauh berarti jika adalah hal yang berhaga dan terbaik.

Saya jadi teringat sebuah slogan “run for blood”. Slogan sederhana namun sejuta makna. Mereka yang ada dalam komunitas ini adalah mereka yang memilih jalan dan gaya hidup sehat. Mereka semaksimal mungkin menjaga agar selalu fit dan sehat. Makan, olahraga dan gaya hidup sehat itu yang mereka lakukan. Andai mereka adalah sebuah produk, pastilah banyak yang memilihnya. Hebatnya lagi, secara berkala mereka melakukan aksi donor darah secara rutin.

Tidak etis sebenarnya saya berbicara seperti ini, namun apa yang mereka lakukan setidaknya bisa menginspirasi banyak orang agar bisa hidup sehat dan mempersembahkannya untuk kehidupan orang yang membutuhkan. Tidak mudah memang menjaga kesehatan dan ada harga yang harus dibayar mahal, tetapi akan jauh lebih mahal saat apa yang mereka berikan kepada yang membutuhkan bisa memberikan kehidupan. Sebuah ajakan sederhana, mari hidup sehat dan persembahkan kesehatan kita kepada yang membutuhkan sebagai ibadah yang sejati.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. saya nggak bisa donor darah karena tensinya yang selalu tidak memenuhi syarat untuk donor darah
    tapi saya masih bisa bisa sumbang tenaga kok wkwkwkwkwk 🙂

  2. Mestinya judulnya diganti nih Dhave, bukan “persembahkan tubuhmu” tapi “persembahkan darahmu”

  3. baru bisa donor darah 2 tahun lagi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...