[Xenophobia] Takdir Tuhan dan Manusia yang Memutuskan

Xenophobia bisa didefinisikan sebagai rasaan takut karena bertemu orang asing. Saya yakin semua manusia mengalami ketakutan ini. Diawali dari kesendirian saat melayang dalam air ketuban saat masih dalam kandungan, dan saat lahir lalu terbukalah mata untuk melihat tabir dunia. Tak ada bahasa yang bisa di ucapkan, hanya tangis yang keluar, dan yang pasti rasa itu sudah ada.
Mungkin secara logika ketakutan itu, belum bisa dirasakan oleh bayi, tetapi rasa pasti ada. Berbicara dengan Xenophobia, selalu identik dengan orang asing yang dibumbui dengan sebuah tempat baru yang juga asing dengan kita, lengkap dengan rasa kesendirian serta kesepian. Banyak yang melihat bahwa ketakutan bertemu dengan orang asing, saat kita berada di luar negeri, atau tempat yang asing sama sekali, sehingga ketakutan itu muncul tanpa alasan.
Xenophobia adalah kesalahan persepsi dan orientasi terhadap orang asing. kesalahan ini memang mutlak untuk memberikan kewaspadaan, namun kadang juga menjadi bumerang jika salah menempatkannya dan jadilah xenophobia. Ketakutan inilah yang membawa orang menjadi tersiksa, sehingga seolah seperti orang asing, padahal kenyataannya tidak demikian.
xenophobia ada seiring dengan proses evolusi manusia. Mengapa terjadi gesekan sosial, saling memperebutkan dan mempertahankan diri demi ego, gara-gara xenophobia penyebabnya. Memang tidak bisa dihindari xenophobi selalu menghantui setiap manusia, karena memang suatu anugerah untuk terus berhati-hati dan waspada selalu, tetapi jika berlebihan dan tidak mampu keluar jadilah sebuah tekanan jiwa.
Xenophobia wajar saja, disaat orang baru pertama kali menjumpai orang yang sama sekali asing. Teringat saat awal kerja di perusahaan asing dan sangat asing sekali, baik dari segi budaya, bahasa, kebiasaan dan semuanya sama sekali asing. Orang Jawa tulen tiba-tiba harus dihadapkan dengan budaya Jepang, dan berdiri sebagai kaum minoritas. Tak terbayangkan betapa menjadi orang asing dan sangat terasing, maka timbulah ketakutan dengan beragam alasan.
Kisah diatas mungkin sederhana tak ada resiko sama sekali, karena sebatas hubungan sosial. Bagimana jika kita berada ditempat asing, ketemu orang asing, dan sama-sama memiliki xenophobia?. Aneh sekali bukan, orang takut ketemu orang takut, apa jadinya…? apakah akan saling menjauh gara-gara sama-sama takut atau bagaimana?.
Agustus 2002, saat pertama kali melakukan pendakian ke Gunung Semeru. Entah mengapa saat itu dalam kesendirian tiba-tiba terasing ditempat yang asing, usut punya usut ternyata kesasar. Bayangkan saja, ditengah hutan yang lebat, terpisah dari rombongan dan berjalan sendiri entah dimana. Dalam ketakutan tersebut, tiba-tiba melihat orang yang mirip dengan saya, sama-sama ketakutan gara-gara nyasar juga.
Bayangkan saja, ada 2 orang yang sama-sama takut karena kesasar ditempat yang asing dan saya kira sama-sama xenophobia. Seolah seperti lahir kembali, karena mau tidak mau harus tegur sapa sebagai hakekatnya manusia yang homo homini socius. Ketakutan yang semula itu sirna, kini muncul lagi gara-gara tidak bisa saling berkomunikasi dengan bahasa asing, lengkap sudah ketakutan tersebut. alhasil semua keluar dari ketakutan masing-masing saat bahasa tubuh itu berbicara dan sama-sama kembali kejalan yang benar dan ketemu dengan orang-orang yang tak asing lagi. Kejadian tersebut juga terulang saat sendiri mendaki di gunung Rinjani, selama 5 hari penuh dengan kesendirian, keterasingan dan yang pasti xenophobia itu selalu menanti.
Sangat sederhana, mengatasi xenophobia, karena takdir sebagai manusia harus takut. Antixenophobia, kembali kepada masalah persepsi dan orientasi harus diarahkan kepada jalur yang benar. Yang pasti bisa menempatkan diri ini, mengapa dan bagaimana menghadapi orang asing, karena jika menyadari xenophobia ada pada setiap manusia. Aneh sekali bukan manusia takut dengan manusia, karena konsep homo homini lupus sudah tertindih oleh homo homini socius. Orang asing juga memiliki xenophobia, jadi kenapa harus takut?. Memang rasa percaya diri, keluar dari tekanan dan mencoba improvisasi bisa mengatasasi xenophobia. Lucu sekali bukan jika manusia itu takut sesamanya yang sebelumnya belum dikenal?.
Tulisan ini untuk lomba ini.
Daftar peserta ada disini
foto dok.pribadi

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. bimosaurus said: takut ketemu di MP malah ketemu di WP

    wpnya masih kosong melompong

  2. fightforfreedom said: Saya suka dengan pemilihan judulnya, pesannya begitu kuat.Betul, saya juga beberapa kali menemui betapa orang asing itu juga dihinggapi xenophobia. Hal yg konyol adalah ketika kita ikut takut juga :)Salam kenal Mas Dhave.*eh, malah sudah kontak-an di WP 🙂

    salam kenal juga… Om….. makasihhhhh

  3. fightforfreedom said: Saya suka dengan pemilihan judulnya, pesannya begitu kuat.Betul, saya juga beberapa kali menemui betapa orang asing itu juga dihinggapi xenophobia. Hal yg konyol adalah ketika kita ikut takut juga :)Salam kenal Mas Dhave.*eh, malah sudah kontak-an di WP 🙂

    takut ketemu di MP malah ketemu di WP

  4. wayanlessy said: Mohon perkenannya untuk memeriksa ke: http://wayanlessy.multiply.com/journal/item/791/Xenophobia-25-Besar-Naskah-Lomba-Tentang-Xenophobia Terima kasih.

    Saya suka dengan pemilihan judulnya, pesannya begitu kuat.Betul, saya juga beberapa kali menemui betapa orang asing itu juga dihinggapi xenophobia. Hal yg konyol adalah ketika kita ikut takut juga :)Salam kenal Mas Dhave.*eh, malah sudah kontak-an di WP 🙂

  5. mbaktyas said: Masih takjub baca cerita mas dhave ini yang beberapa kali kesasar di gunung.Jadi inget film2 bertema survival & pecinta alam deh :DSalam kenal dari tyas ya, mas.Selamat berlomba 🙂

    Mohon perkenannya untuk memeriksa ke: http://wayanlessy.multiply.com/journal/item/791/Xenophobia-25-Besar-Naskah-Lomba-Tentang-Xenophobia Terima kasih.

  6. mbaktyas said: Masih takjub baca cerita mas dhave ini yang beberapa kali kesasar di gunung.Jadi inget film2 bertema survival & pecinta alam deh :DSalam kenal dari tyas ya, mas.Selamat berlomba 🙂

    makasih mBa…. cuma berbagi pengalaman saja kok

  7. tintin1868 said: eh bayi juga punya rasa takut loh.. biasa 9 bulan dipeluk rahim ibu.. gimana dilepas? rasa takut bayi itu kan menangis? karena ga berdaya kalu laper, basah, pupup?tahu rasanya nyasar deh.. ku pernah tuh nyasar di rinjani, sendirian pula..

    Masih takjub baca cerita mas dhave ini yang beberapa kali kesasar di gunung.Jadi inget film2 bertema survival & pecinta alam deh :DSalam kenal dari tyas ya, mas.Selamat berlomba 🙂

  8. tintin1868 said: eh bayi juga punya rasa takut loh.. biasa 9 bulan dipeluk rahim ibu.. gimana dilepas? rasa takut bayi itu kan menangis? karena ga berdaya kalu laper, basah, pupup?tahu rasanya nyasar deh.. ku pernah tuh nyasar di rinjani, sendirian pula..

    wuiii mantep dah nyasarnya,,,,yap kan manusia juga mBa…

  9. duabadai said: takut untuk ikut lomba xenophobia apakah merupakan sindrom xenophobia juga? ;p

    eh bayi juga punya rasa takut loh.. biasa 9 bulan dipeluk rahim ibu.. gimana dilepas? rasa takut bayi itu kan menangis? karena ga berdaya kalu laper, basah, pupup?tahu rasanya nyasar deh.. ku pernah tuh nyasar di rinjani, sendirian pula..

  10. duabadai said: takut untuk ikut lomba xenophobia apakah merupakan sindrom xenophobia juga? ;p

    — LOCKED —

  11. duabadai said: takut untuk ikut lomba xenophobia apakah merupakan sindrom xenophobia juga? ;p

    mungkin kali ya…. hehehehe 😀

  12. edwinlives4ever said: If only this can be applied to Israel and Palestine….. Like my old idea: http://politikana.com/baca/2010/06/04/dead-man-s-shoes

    wuahahhaa….yea…yea….yea

  13. bambangpriantono said: Aku ketinggalan moco iki..hehehee

    wadah Cak…..

  14. dhave29 said: ada 2 orang yang sama-sama takut karena kesasar ditempat yang asing dan saya kira sama-sama xenophobia. Seolah seperti lahir kembali, karena mau tidak mau harus tegur sapa sebagai hakekatnya manusia yang homo homini socius

    takut untuk ikut lomba xenophobia apakah merupakan sindrom xenophobia juga? ;p

  15. dhave29 said: ada 2 orang yang sama-sama takut karena kesasar ditempat yang asing dan saya kira sama-sama xenophobia. Seolah seperti lahir kembali, karena mau tidak mau harus tegur sapa sebagai hakekatnya manusia yang homo homini socius

    If only this can be applied to Israel and Palestine….. Like my old idea: http://politikana.com/baca/2010/06/04/dead-man-s-shoes

  16. chris13jkt said: Rasa kuatir terhadap orang asing itu wajar sih, selama tidak berlebihan. Aku ya sering gitu koq Dhave, apalagi memang aku bawaannya curigaan :p

    Aku ketinggalan moco iki..hehehee

  17. chris13jkt said: Rasa kuatir terhadap orang asing itu wajar sih, selama tidak berlebihan. Aku ya sering gitu koq Dhave, apalagi memang aku bawaannya curigaan :p

    owh begitu ya Om… tetep ada batasnya lah.. biar gak over gak under getu 😀

  18. wayanlessy said: Mas Bimoooo….kok ndak ikutan partisipasi lomba aja siii..kayaknya banyak stok cerita Xenophobianya deh..alangkah senangnya saya kl mas Bimo berbagi cerita dengan lengkap dlm naskah? *penasaran pengen tahu ceritanya juga ^_^Omong2 soal bendera dipasang depan pintu, saya jadi inget diri sendiri waktu kuliah di Belanda dulu, saya bawa bendera merah putih ukuran standar upacara bendera paskibra dan saya tempel di tembok kamar saya di asrama mahasiswa yg keliatan jelas terpampang kalau jendela kamar saya terbuka. Hehe .padahal saya sengaja request pada kampus untuk ditempatkan di flat asrama mahasiswa Belanda (bukan internasional) dimana satu lantai perbandingan mahasiswa Belanda dan asing adalah 20:4. Kamar saya di lantai 2 dan tepat menghadap parkiran sepeda serta pintu masuk…alhasil bendera merah putih itu terbentang jelas dan kelihatan oleh setiap orang yang lewat asrama itu hihihihi…. Jadilah dalam sekejap menjadi ice breaker bagi teman2 asrama untuk ngobrol sembari mengangkat diri sendiri jadi duta bangsa secara tidak resmi :p…..”kamu dari kamar no x ya? Dari Indonesia?”Atau thdp eyang2 yg temenan sama saya yg rumahnya ga jauh dari situ dan nanya kamar saya yg mana, saya tinggal tunjuk “itu yang ada bendera Indonesianya yg besar banget itu” 😀

    Tiap senin pagi upacara trus kalo pagi apel…. donk mBa….

  19. bimosaurus said: btw, saya jadi ingat, dulu ada teman masa kuliah yang dia sampe gila dengan Xenophobia. Dia selalu takut dengan keberadaan orang asing, sampai-sampai naik bis pun dari klaten ke jogja, dia selalu merasa diincar polisi.padahal dia perjuangannya bagus, jadi PRT cowok sekaligus kuliah. saking takutnya, di depan kamar kost dipasang bendera merah putih untuk biar tidak dikira penjahat. Sayang sekali, kuliah dia kandas karena harus ‘cuti’ karena sakit jiwa

    duh nasibnya…

  20. bimosaurus said: btw, saya jadi ingat, dulu ada teman masa kuliah yang dia sampe gila dengan Xenophobia. Dia selalu takut dengan keberadaan orang asing, sampai-sampai naik bis pun dari klaten ke jogja, dia selalu merasa diincar polisi.padahal dia perjuangannya bagus, jadi PRT cowok sekaligus kuliah. saking takutnya, di depan kamar kost dipasang bendera merah putih untuk biar tidak dikira penjahat. Sayang sekali, kuliah dia kandas karena harus ‘cuti’ karena sakit jiwa

    Rasa kuatir terhadap orang asing itu wajar sih, selama tidak berlebihan. Aku ya sering gitu koq Dhave, apalagi memang aku bawaannya curigaan :p

  21. bimosaurus said: btw, saya jadi ingat, dulu ada teman masa kuliah yang dia sampe gila dengan Xenophobia. Dia selalu takut dengan keberadaan orang asing, sampai-sampai naik bis pun dari klaten ke jogja, dia selalu merasa diincar polisi.padahal dia perjuangannya bagus, jadi PRT cowok sekaligus kuliah. saking takutnya, di depan kamar kost dipasang bendera merah putih untuk biar tidak dikira penjahat. Sayang sekali, kuliah dia kandas karena harus ‘cuti’ karena sakit jiwa

    Mas Bimoooo….kok ndak ikutan partisipasi lomba aja siii..kayaknya banyak stok cerita Xenophobianya deh..alangkah senangnya saya kl mas Bimo berbagi cerita dengan lengkap dlm naskah? *penasaran pengen tahu ceritanya juga ^_^Omong2 soal bendera dipasang depan pintu, saya jadi inget diri sendiri waktu kuliah di Belanda dulu, saya bawa bendera merah putih ukuran standar upacara bendera paskibra dan saya tempel di tembok kamar saya di asrama mahasiswa yg keliatan jelas terpampang kalau jendela kamar saya terbuka. Hehe .padahal saya sengaja request pada kampus untuk ditempatkan di flat asrama mahasiswa Belanda (bukan internasional) dimana satu lantai perbandingan mahasiswa Belanda dan asing adalah 20:4. Kamar saya di lantai 2 dan tepat menghadap parkiran sepeda serta pintu masuk…alhasil bendera merah putih itu terbentang jelas dan kelihatan oleh setiap orang yang lewat asrama itu hihihihi…. Jadilah dalam sekejap menjadi ice breaker bagi teman2 asrama untuk ngobrol sembari mengangkat diri sendiri jadi duta bangsa secara tidak resmi :p…..”kamu dari kamar no x ya? Dari Indonesia?”Atau thdp eyang2 yg temenan sama saya yg rumahnya ga jauh dari situ dan nanya kamar saya yg mana, saya tinggal tunjuk “itu yang ada bendera Indonesianya yg besar banget itu” 😀

  22. dhave29 said: artinya… resah dan gelisah….. hehehehehekalo akut bisa bahaya itu Om 😀

    btw, saya jadi ingat, dulu ada teman masa kuliah yang dia sampe gila dengan Xenophobia. Dia selalu takut dengan keberadaan orang asing, sampai-sampai naik bis pun dari klaten ke jogja, dia selalu merasa diincar polisi.padahal dia perjuangannya bagus, jadi PRT cowok sekaligus kuliah. saking takutnya, di depan kamar kost dipasang bendera merah putih untuk biar tidak dikira penjahat. Sayang sekali, kuliah dia kandas karena harus ‘cuti’ karena sakit jiwa

  23. bimosaurus said: xenophobia yang sering saya rasakan adalah ketika berada dalam terminal bis di satu kota besar yang saya tidak biasa di sana. Hampir semua orang akan kena curiga: jangan jangan ini calo…xenophobia lainnya adalah ketika sejak tahun lalu, begitu ada yang add saya di MP langsung saya curiga: jangan jangan ini adalah admin MP, atau mata mata dari ex-perusahaan saya hahahahaha

    artinya… resah dan gelisah….. hehehehehekalo akut bisa bahaya itu Om 😀

  24. faridazp said: wow, nice article :)kalo kata KH. Zainudin MZ org takut ketemu org takut jadi 2 org setengah berani. bener ngga sih? hihiihihi…

    xenophobia yang sering saya rasakan adalah ketika berada dalam terminal bis di satu kota besar yang saya tidak biasa di sana. Hampir semua orang akan kena curiga: jangan jangan ini calo…xenophobia lainnya adalah ketika sejak tahun lalu, begitu ada yang add saya di MP langsung saya curiga: jangan jangan ini adalah admin MP, atau mata mata dari ex-perusahaan saya hahahahaha

  25. faridazp said: wow, nice article :)kalo kata KH. Zainudin MZ org takut ketemu org takut jadi 2 org setengah berani. bener ngga sih? hihiihihi…

    setengah berani juga setengah takut….bener juga yah hehehhehe 😀

  26. elok46 said: Owalaaaaaah pernah kesasar juga tho masJossss puol 🙂

    coba jalur baru aja kok….

  27. rengganiez said: Wkwkwkwkw gombal mukiyo biyanget kuwi

    wuuauauauua….sapa tau mBa… rejeki jew… entuk cewek gunung kidul,,, hemat aer

  28. rudal2008 said: Menarik ni artikelnya, Aku ikutan Vote ya……Semoga menang diperlombaannya.Sukses selalu ya Mas.

    makasih Om RUdi…salam buat yang di jerman sana…

  29. wayanlessy said: *melongo terpana*OMG…gombal sekalii…*langsung nyatet, buat kerpekan kalau2 butuh bahan gombalan*

    wahahha,,, jadi daftar pustaka ini…..

  30. dhave29 said: wah langsung “nyuwun maem lan unjukan,,, niku putrine ya bu….kok ayu… mesti bapake.. peta buta, amargi sampun menyasarkan dan menyesatkan aku dihatinya.” sambil mesem-mesem…….wauauuauuauahaha NGGOMBAAAAAAAAAAAL

    wow, nice article :)kalo kata KH. Zainudin MZ org takut ketemu org takut jadi 2 org setengah berani. bener ngga sih? hihiihihi…

  31. dhave29 said: wah langsung “nyuwun maem lan unjukan,,, niku putrine ya bu….kok ayu… mesti bapake.. peta buta, amargi sampun menyasarkan dan menyesatkan aku dihatinya.” sambil mesem-mesem…….wauauuauuauahaha NGGOMBAAAAAAAAAAAL

    Owalaaaaaah pernah kesasar juga tho masJossss puol 🙂

  32. dhave29 said: wah langsung “nyuwun maem lan unjukan,,, niku putrine ya bu….kok ayu… mesti bapake.. peta buta, amargi sampun menyasarkan dan menyesatkan aku dihatinya.” sambil mesem-mesem…….wauauuauuauahaha NGGOMBAAAAAAAAAAAL

    Wkwkwkwkw gombal mukiyo biyanget kuwi

  33. dhave29 said: wah langsung “nyuwun maem lan unjukan,,, niku putrine ya bu….kok ayu… mesti bapake.. peta buta, amargi sampun menyasarkan dan menyesatkan aku dihatinya.” sambil mesem-mesem…….wauauuauuauahaha NGGOMBAAAAAAAAAAAL

    Menarik ni artikelnya, Aku ikutan Vote ya……Semoga menang diperlombaannya.Sukses selalu ya Mas.

  34. dhave29 said: wah langsung “nyuwun maem lan unjukan,,, niku putrine ya bu….kok ayu… mesti bapake.. peta buta, amargi sampun menyasarkan dan menyesatkan aku dihatinya.” sambil mesem-mesem…….wauauuauuauahaha NGGOMBAAAAAAAAAAAL

    *melongo terpana*OMG…gombal sekalii…*langsung nyatet, buat kerpekan kalau2 butuh bahan gombalan*

  35. rengganiez said: Kalo nyasar di Gunungkidul, jangan sungkan untuk bertanya, ramah-ramah kok 😀

    wah langsung “nyuwun maem lan unjukan,,, niku putrine ya bu….kok ayu… mesti bapake.. peta buta, amargi sampun menyasarkan dan menyesatkan aku dihatinya.” sambil mesem-mesem…….wauauuauuauahaha NGGOMBAAAAAAAAAAAL

  36. larass said: wuih larass takut juga sih kalau ampe nyasar di hutan sendirian hehe

    wahahaha….. masih normal itu mBa…

  37. musimbunga said: Wah, kalo urusan nyasar d hutan gunung laut emang serem. Dulu d halmahera utara d pulau morotai dan sekitar ada mitos adanya org2 moro, moro artinya hilang. Jadi mitosny si org moro akan menyerupai org yg kta kenal. Dan dia mengajak k tmpt asing. Tp malah d ajak k dunia lain, dan mitos itu bnr2 dipegang ama masy sktr hehe.

    nah Xenophobia mutlak itu…lariiiiiiii ngacr dah mBa…bisa diceritakan dah ini.

  38. wayanlessy said: Maturnuwun sanget atas supportnya pada lomba ini, partisipasinya dan sumbangan naskahnya, nggih mas Dhave. *salim*Seneng banget mas Dhave ikutan. Sebuah kehormatan bagi saya menerima sumbangan pemikiran mas Dhave apalagi pas baca mau di tambah satu lagi naskahnya ^_^ *lompat2 senang*

    hehehe sami-sami mBa…. tunggu saja yah….

  39. dhave29 said: takdir kali mba… kalo gak takut ndak manusia, tapi kera sakti kali yah hehehehhe 😀

    Kalo nyasar di Gunungkidul, jangan sungkan untuk bertanya, ramah-ramah kok 😀

  40. dhave29 said: takdir kali mba… kalo gak takut ndak manusia, tapi kera sakti kali yah hehehehhe 😀

    wuih larass takut juga sih kalau ampe nyasar di hutan sendirian hehe

  41. dhave29 said: takdir kali mba… kalo gak takut ndak manusia, tapi kera sakti kali yah hehehehhe 😀

    Wah, kalo urusan nyasar d hutan gunung laut emang serem. Dulu d halmahera utara d pulau morotai dan sekitar ada mitos adanya org2 moro, moro artinya hilang. Jadi mitosny si org moro akan menyerupai org yg kta kenal. Dan dia mengajak k tmpt asing. Tp malah d ajak k dunia lain, dan mitos itu bnr2 dipegang ama masy sktr hehe.

  42. dhave29 said: takdir kali mba… kalo gak takut ndak manusia, tapi kera sakti kali yah hehehehhe 😀

    :))))

  43. martoart said: Mungkin dikira Dave ada hubungannya dengan SEO hahahaha….*Tintin mengidap SEOphobia tuh.

    Maturnuwun sanget atas supportnya pada lomba ini, partisipasinya dan sumbangan naskahnya, nggih mas Dhave. *salim*Seneng banget mas Dhave ikutan. Sebuah kehormatan bagi saya menerima sumbangan pemikiran mas Dhave apalagi pas baca mau di tambah satu lagi naskahnya ^_^ *lompat2 senang*

  44. martoart said: Mungkin dikira Dave ada hubungannya dengan SEO hahahaha….*Tintin mengidap SEOphobia tuh.

    tulh mbah Marto… pesan sponsor heheheh….e.. sudah di PM tadi hehehe jadi wajip setooor nie….

  45. tintin1868 said: eh btw, bayi kan sudah punya rasa takut toh? apalagi kalu ketemu orang asing, paling2 nangis? ato ngumpet gitu..

    takdir kali mba… kalo gak takut ndak manusia, tapi kera sakti kali yah hehehehhe 😀

  46. tintin1868 said: paling banyak kata xenophobia itu disini.. :Dkebayang deh sama2 di semeru dan rinjani, sama2 nyasar.. eh sama2 cuek? karena takut?pastilah kita sudah “hello apa kabar”, siapapun dia kalu kita sama2 nyasar.. mau item mau putih mau kuning..

    “the power of kepepet” mBa….. mau gak mau ya wis….. Hiiii heloooo….kalo tanya “how are you” kok ya wagu… sama-sama nyasar….. “are you turn wrong..?” hahahhamungkin “how…to escape… from there….”pesan sponsor mba….

  47. tintin1868 said: paling banyak kata xenophobia itu disini.. 😀

    Mungkin dikira Dave ada hubungannya dengan SEO hahahaha….*Tintin mengidap SEOphobia tuh.

  48. eh btw, bayi kan sudah punya rasa takut toh? apalagi kalu ketemu orang asing, paling2 nangis? ato ngumpet gitu..

  49. paling banyak kata xenophobia itu disini.. :Dkebayang deh sama2 di semeru dan rinjani, sama2 nyasar.. eh sama2 cuek? karena takut?pastilah kita sudah “hello apa kabar”, siapapun dia kalu kita sama2 nyasar.. mau item mau putih mau kuning..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bangkit Setelah 300.000 Tahun Terkubur

Saya membayangkan tanah Jawa sekitar 300.000 tahun yang lalu. Sebuah hutan hujan tropis yang lebat dengan pepohonan seperti pencakar langit. Di angkasa berterbangan kepak-kepak sayap ...