Ancaman Bahaya di Balik Pasir Putih dan Air yang Jernih

Sedang asyik-asyiknya bermain dipantai, tiba-tiba ada teriakan minta tolong dari teman yang sedang berenang dilaut. “panas…panas..panas..” itu yang terucap dari mulutnya saat menepi di dermaga, dan spontan kita berlari menghampirinya. Terlihat di tubuhnya ada guratan-guratan merah, dan bisa langsung kami simpulkan “pasti dia habis berpelukan dengan ubur-ubur”. Sebenarnya masalah ini serius, entah mengapa kami tertawa dan kencing bersama-sama untuk membasahi lukanya. Mungkin inilah pertolongan pertama kami, karena amonia cukup menolong sebagai penanganan pertama dan itu bisa diperoleh lewat air seni.

Disadari atau tidak, disekitar kita memiliki potensi bahaya yang cukup besar jika dikaji lebih dalam. Saat itu, baru kami sadar, bahaya mengancam kami setiap saat, jika terlena saat bermain dipantai. Pulau Tengah, di kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah yang saat itu masih benar-benar alami dengan beragam spesies binatang adalah ancaman serius bagi pengunjung yang terlena.
Di pantai dengan pasir putih dengan ombak yang tenang, ternyata ubur-ubur dengan sengat di tentakel-tentakelnya siap menghajar siapa saja yang menyentuhnya. Di balik pasir putih dengan air yang dangkal, saya sempat dikejutkan oleh ikan pari kecil yang tiba-tiba berenang menjauh begitu keluar dari tumpukan pasir. Dalam hati saya, “itu ikan mungil dann lucu”, tetapi jika terkena sengat di pangkal ekor bisa meriang berminggu-minggu. Ancaman belum sampai disitu, ikan-ikan karang yang bentuknya seram seperti ikan purba, juga memiliki racun yang tak kalah ampuhnya, lewat sirip punggung (pinna dorsalis) dan sirip dada (pinna pectoralis). Nah jadi paranaoid bukan..? kalau hendak kepantai, tetapi memang itu potensi bahayanya, tetapi hanya berlaku ditempat-tempat tertentu saja.

Secara spesifik, hewan-hewan beracun di laut disebut sebagai mari-biotoksin. Racun pada organisme laut ini bisa berasal dari hewan maupun tumbuhan. Apabila hewan mungkin tak asing lagi, karena sudah disebutkan beberapa diatas, lantas tumbuhan apa yang beracun?. Excoecaria agallocha adalah salah satu jenis tumbuhan bakau, yang getahnya banyak mengandung tanin. Bakau ini disebut juga buta-buta karena bisa mengakibatkan kebutaan sementara jika getahnya terkena mata.
Sebenarnya apa tujuan hewan dan tumbuhan memiliki racun dalam tubuhnya..?. Racun adalah protein yang dihasilkan oleh organisme dan asing bagi tubuh manusia. Protein adalah hasil metabolisme, yang memiliki peran spesifik bagi tubuh. Racun yang tercipta juga sebagai model pertahanan diri dari musuh dalam keadaan terdesak. Dibalik kedua fungsi tersebut, racun digunakan sebagai senjata pembunuh untuk mencari mangsa. Dari jenis dan sumber racun yang dihasilkan, maka bisa dijadikan penciri untuk masing-masing spesies hewan atau tumbuhan tertentu.
Pertanyaan sekarang, bagaimana racun-racun tersebut masuk dalam tubuh kita yang sedang asyik bermain-main dipantai. Tusukan, adalah kejadian yang sering kita jumpai. Bagi yang suka snorkling atau berjalan-jalan diperairan pasti tak asing dengan bulu babi, dan jika tertusuk dijamin tidak bisa di tarik keluar, tetapi langsung patah. Begitu juga dengan dengan 2 hewan diatas; ikan pari dan scorpio fish (ikan karang) yang model tusuk sengat dan sirip tajamnya. Untuk hewan yang menggigit dan mengeluarkan racun, kemungkinan hanya dimiliki oleh ular laut dengan bisanya. Sedangkan tentakel sebagian besar dimiliki oleh ubur-ubur. Jangan sembarangan makan hewan laut, karena kelenjar tubuh mereka banyak yang mengandung racun, seperti ikan buntal.
Membicarakan sekian banyak potensi bahaya lantas apakah membuat kita menjadi paranoid? bisa juga demikian karena itu wajib untuk berhati-hati dan tetap waspada. Jangan sampai sedang asyik bermain dipantai atau berenang dilaut tiba-tiba ada tragedi yang tidak kita inginkan gara-gara ketidaktahuan kita. Semua memiliki potensi bahaya, sikap berhati-hati dan waspada itu yang terpenting. Sebagai penutup, saking berhati-hatinya bermain di pantai akhirnya kena juga. Kaki nginjak beling, dari botol kaca… mau tertawa saya persilahkan…..

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. rawins said: ibue cit pengen dolan kopeng po bandungan belum keturutankeburu dipanggil ke jakarta terus…

    wis tak tunggu wis….. hehehehe 😀

  2. rawins said: sesuk tak golek yang bening bening ke salatiga dehbisa mendatangkan hewan gak yo..?

    ibue cit pengen dolan kopeng po bandungan belum keturutankeburu dipanggil ke jakarta terus…

  3. rawins said: sesuk tak golek yang bening bening ke salatiga dehbisa mendatangkan hewan gak yo..?

    bisa dah Mas…. bisa.. tenang sajah… gebyur kuah ronde….

  4. rawins said: waduh…berarti harus mulai menghindari yang bening bening dong, om..?

    sesuk tak golek yang bening bening ke salatiga dehbisa mendatangkan hewan gak yo..?

  5. rawins said: waduh…berarti harus mulai menghindari yang bening bening dong, om..?

    hindari hewannnya…. yang bening2 jangan Om…

  6. duabadai said: telapak kaki saya juga pernah robek menginjak pecahan genting di pantai <- sampah manusia tuh

    waduh…berarti harus mulai menghindari yang bening bening dong, om..?

  7. duabadai said: telapak kaki saya juga pernah robek menginjak pecahan genting di pantai <- sampah manusia tuh

    haha itu jauh lebih bahaya loooh hehehehhe ngeri abis dah…

  8. rudal2008 said: Menarik ni ceritanya, Dulu aku sering juga kena dari Bulu Babi saat jalan diair tanpa bersepatu,Langsung pake minyak kelapa yg panas, lalu dipukul-pukul pake bagian belakang dari sendok sampai hancur.Tidak menimbulkan infeksi, tapi klu paksa dicungkil pake jarum akan mengakibatkan infeksi.

    Nah tips yang bagus, tepat sekali Om…. Rudi

  9. pennygata said: dibali ada juga musim2 tertentu yg ubur2nya bisa kepantai semua, banyak yg mati dipinggir pantai, tapi banyak juga yg berenang2 ditepian gitu, untungnya yg dibali koq ya gak beracun, masih banyak ajah yg berenang, tapi blm pernah denger ada yg kena racun dr tentakelnya.. aku pernah juga pegang sih,, gembur2 gitu kayak jeli, warnanya bening..

    yah tidak semua ubur2 beracun Sist….. di Derawan malah sudah berevolusi, kehilangan racunnya..asyik dipegang hehehhe

  10. mahasiswidudul said: Weleh.. Bahaya juga yah.. Thanks info ne om dep..

    sami-sami SIst…..waspada sajah kok

  11. bambangpriantono said: Yang sering kulihat ya Bulu Babi itu

    yups… salah satu indikator perairan mulai tercemar

  12. bambangpriantono said: Waspada..ada ubur2 Seponbob suka banget

    wahaha… sponboooo kan bunga karang hehehhehe

  13. orangjava said: Yang berduri itu disini bisa dimakan..namanya Seeigel..atau bahasa Latainnya Echinoidea…enak….

    Dibagian gonadnya…. jangan banyak-banyak, kolesterol hehehhe 😀

  14. larass said: kok gak ada fotonya yg bekas kena pelukan ma ubur2

    hey jangan…… lucu dah bentuke

  15. larass said: oh iya lupa hahaha……kok ingatnya itu yah haduuuhhh

    duh duh….duh………..

  16. dhave29 said: Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

    telapak kaki saya juga pernah robek menginjak pecahan genting di pantai <- sampah manusia tuh

  17. dhave29 said: Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

    Menarik ni ceritanya, Dulu aku sering juga kena dari Bulu Babi saat jalan diair tanpa bersepatu,Langsung pake minyak kelapa yg panas, lalu dipukul-pukul pake bagian belakang dari sendok sampai hancur.Tidak menimbulkan infeksi, tapi klu paksa dicungkil pake jarum akan mengakibatkan infeksi.

  18. dhave29 said: Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

    dibali ada juga musim2 tertentu yg ubur2nya bisa kepantai semua, banyak yg mati dipinggir pantai, tapi banyak juga yg berenang2 ditepian gitu, untungnya yg dibali koq ya gak beracun, masih banyak ajah yg berenang, tapi blm pernah denger ada yg kena racun dr tentakelnya.. aku pernah juga pegang sih,, gembur2 gitu kayak jeli, warnanya bening..

  19. dhave29 said: Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

    Weleh.. Bahaya juga yah.. Thanks info ne om dep..

  20. dhave29 said: Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

    Yang sering kulihat ya Bulu Babi itu

  21. dhave29 said: Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

    Waspada..ada ubur2 Seponbob suka banget

  22. dhave29 said: Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

    Yang berduri itu disini bisa dimakan..namanya Seeigel..atau bahasa Latainnya Echinoidea…enak….

  23. dhave29 said: Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

    kok gak ada fotonya yg bekas kena pelukan ma ubur2

  24. dhave29 said: Mba Laras… agar-agar bukan dari ubur2 mBa tapi dari alginat dan karagenan dari Rumput Laut.. kalo ubur2 biasanya jadi sup,,, orang asia timur hehehewah apes pas itu jew

    oh iya lupa hahaha……kok ingatnya itu yah haduuuhhh

  25. johaneskris said: nice artikel!

    makasih Om Johan…

  26. siasetia said: ga ada potonya?tapi baru tahu obat P3K nya begitu mudah…..serem kaya sepupuku waktu kecil kena ubur ubur melepuh garis garis

    ya apa yang ada mBa…. hehehehehe…bener kan melepuh hehehhehe

  27. larass said: mau nanya juga soal temannya yg kena racun ubur2, gimana tuh endingnya?? maksudku reaksi nya sekarang?? apa benar2 di kasih air kencing?? trus efeknya??

    Amonia bisa mencegah atau meminimalisir kinerja racun, sehingga efeknya tidak begitu besar. Ntuh masih ada bekasnya, kenang2an dipeluk ubur2.

  28. larass said: padahal ubur ubur itu cantik yah dari luar, bentuknya menggemaskan menurutku tapi ternyata beracun hehehe tapi enak dimakan kalau udah jadi agar2 yah om dave xixixixixi mau ketawa dikit ah ke yg kena beling xixixixi dikit ajah :p

    Mba Laras… agar-agar bukan dari ubur2 mBa tapi dari alginat dan karagenan dari Rumput Laut.. kalo ubur2 biasanya jadi sup,,, orang asia timur hehehewah apes pas itu jew

  29. wayanlessy said: Apa ciri ciri pantai yg menjadi habitat hewan dan tumbuhan beracun ini mas? Kebanyakan hewan yg mobilitasnya tinggi akan menghindari konfrontasi dengan manusia dan hanya menyerang kl merasa terancam atau terganggu bukan? Gmn caranya agar lebih waspada agar tidak mengganggu mereka? * pertanyaan awam*

    Biasanya di kawasan pantai yang masih alami dengan populasi flora dan fauna yang beragam,,,,kalo orang awang bilang lokasi yang masih perawan…namun banyak banyak parameternya dan tidak ada jaminannya. Yang pasti butuh kewaspadaan dan kehati-hatian saja

  30. dhave29 said: entah mengapa kami tertawa dan kencing bersama-sama untuk membasahi lukanya. Mungkin inilah pertolongan pertama kami, karena amonia cukup menolong sebagai penanganan pertama dan itu bisa diperoleh lewat air seni.

    nice artikel!

  31. dhave29 said: entah mengapa kami tertawa dan kencing bersama-sama untuk membasahi lukanya. Mungkin inilah pertolongan pertama kami, karena amonia cukup menolong sebagai penanganan pertama dan itu bisa diperoleh lewat air seni.

    ga ada potonya?tapi baru tahu obat P3K nya begitu mudah…..serem kaya sepupuku waktu kecil kena ubur ubur melepuh garis garis

  32. mau nanya juga soal temannya yg kena racun ubur2, gimana tuh endingnya?? maksudku reaksi nya sekarang?? apa benar2 di kasih air kencing?? trus efeknya??

  33. padahal ubur ubur itu cantik yah dari luar, bentuknya menggemaskan menurutku tapi ternyata beracun hehehe tapi enak dimakan kalau udah jadi agar2 yah om dave xixixixixi mau ketawa dikit ah ke yg kena beling xixixixi dikit ajah :p

  34. Apa ciri ciri pantai yg menjadi habitat hewan dan tumbuhan beracun ini mas? Kebanyakan hewan yg mobilitasnya tinggi akan menghindari konfrontasi dengan manusia dan hanya menyerang kl merasa terancam atau terganggu bukan? Gmn caranya agar lebih waspada agar tidak mengganggu mereka? * pertanyaan awam*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Eksotika Semuncar Air Terjun Lereng Timur Merbabu

Merbabu adalah salah satu gunung berketinggian 3143 m dpl. Gunung ini pernah tercatat meletus sebanyak 2 kali yakni pada tahun 1560 dan 1797, namun belum ...