Tahun Baru Kemana..?

Berkali-kali ponsel ini berdering menandakan ada pesan pendek yang masuk. Rerata pesan pendek yang masuk bertuliskan ”tahun baru kemana”, bingung untuk menjawabnya dengan setiap pertanyaan mengenai tahun baru. Kebetulan rumah persis dipinggir jalan yang menuju wana wisata Kopeng di Kabupaten Semarang yang katanya ”puncaknya Jawa Tengah”. Kawasan berketinggian 1500mdpl dengan banyak sekali penginapan, hotel, villa, karena memang suasana yang tak berbeda jauh dengan Puncak. Menjelang pergantian tahun, jalan sudah padat dengan kendaraan roda 2 dan 4 yang menuju Kopeng. Ternyata tidak di Puncak, atau Kopeng, sama saja, semua ingin merayakan pergantian tahun disana.

Iseng saja jalan-jalan tanpa arah dan tujuan, walau sekilas cuci mata. Beberapa kafe, hotel dan penginapan ternyata sudah berbenah menyambut moment 1 tahun sekali ini. Beragam hiburan mereka tawarkan, diskon kamar, pesta kembang api, live music, dan sajian menu makanan yang menarik. Ternyata momentum pergantian tahun mendatangkan rejeki bagi sebagian besar kalangan. Turun sedikit menuju Salatiga, sebuah kota kecil tak mau kalah. Sebuah hotel terbesar disana menggelar pesta kembang api, dan tempat-tempat hiburan lain sepertinya tak mau kalah untuk menyemarakan tahun baru sekaligus menarik pengunjung.

Jalan-jalan belum usai, kali ini sepanjang jalan di emperan toko-toko. Moment taun baru memang mendatangkan rejeki, penjual terompet, petasan hingga kembang api sepertinya sedang pesta. Terompet yang dihargai dari 5 sampai 10 ribu, menarik anak-anak kecil untuk merogoh kantong orang tuanya. Tahun baru kurang lengkap jika tanpa kembang api, dan bersiaplah untuk merogoh kantong lebih dalam. Kembang api yang rerata diimpor dari China dijajakan di jalanan dengan berbagai bentuk dan ukuran, beserta harga yang menyesuaikan. Harga paling murah, Rp 2.500, hingga yang paling mahal hampir seratus ribu perbijinya.

Mahalnya kembang api tetap saja ada yang membeli demi tahun baru. Pesta kembang api, itu yang akan terjadi malam ini. Tak peduli berapa harganya, yang penting ada uang dan bayar, dan nikmati saja nanti malam. Penjual kembang apipun bersorak, penikmat kembang api nanti malam juga jauh lebih akan berjingkrak menikmati pemandangan langit malam yang penuh sinar. Ledakan bunga api diangkasa yang beberapa detik lalu disusul ledakan lainnya dengan pancaran sinar warna-warni, berbanding lurus dengan rupiah yang dikeluarkan. Tak lebih dari sekian detik atau menit, berapa duit yang musnah seiring redupnya bunga api.

Dalam benak, apa tidak ada kegiatan lain yang lebih menguntungkan atau sedikit memberi nilai tambah dalam momentum tahun baru. Walau dibeberapa sisi ada pihak yang diuntungkan dan sisi lain pihak yang disenangkan, sepertinya nilai tambahnya hanya numpang lewat begitu saja. Tahun baru, hanyalah perubahan masa yang tak berbeda dengan hari-hari biasa, yang membedakan hanyalah teknis perhitungannya saja yang berpengaruh pada hal-hal yang bersifat temporari. Euforia tahun baru seolah menjadi menu dan agenda wajib dipenghujung tahun, dengan anggaran yang sebelumnya sudah dipersiapkan.

Sah-sah saja merayakan tahun baru dengan pesta, hura-hura dan intinya senang gembira ria, namun tetap harus bijak. Usai tahun baru mau apa, kemana, apakah dengan pesta menjadi langkah awal atau hanya sebatas puncak dan meredup seperti kembang api. Momentum pergantian waktu seharusnya refleksi dan kilas balik setahun yang lalu untuk koreksi diri agar tahun depan lebih baik. Kembali pesan pendek ”tahun baru kemana”, ”dikamar, megang remote tv, megang lutut yang kena meniskus, dan berdoa buat kalian, murah meriah kan”.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. slamsr said: kemarin sabtu siang aku lewat rumahmu mas

    lah kok ya gak mampir…sms to mas….

  2. boljugeyesight said: buka MP aja hehehehehehe

    ngoseeek Om….tumben gak nyetrit

  3. totosuharyanto said: Ach, saya juga rencana di kmr saja, istirahat, jarang2 bisa istirahat yg besoknya sudah tahun baru, cuman terjadi setahun sekali tuch.. Bobok nyenyak, g mikirin macet, g mikirin betapa borosnya bensin, g capek pegang rem, g khawatir hujan mengguyur, pokok lelap di kamar..

    kemarin sabtu siang aku lewat rumahmu mas

  4. totosuharyanto said: Ach, saya juga rencana di kmr saja, istirahat, jarang2 bisa istirahat yg besoknya sudah tahun baru, cuman terjadi setahun sekali tuch.. Bobok nyenyak, g mikirin macet, g mikirin betapa borosnya bensin, g capek pegang rem, g khawatir hujan mengguyur, pokok lelap di kamar..

    buka MP aja hehehehehehe

  5. totosuharyanto said: Ach, saya juga rencana di kmr saja, istirahat, jarang2 bisa istirahat yg besoknya sudah tahun baru, cuman terjadi setahun sekali tuch.. Bobok nyenyak, g mikirin macet, g mikirin betapa borosnya bensin, g capek pegang rem, g khawatir hujan mengguyur, pokok lelap di kamar..

    setujaaa… ikut dan sepakat

  6. rembulanku said: mogrok ning ngomah ngadepin lappie karo ketak-ketik sak2eopo utak-atik foto2 sing durung tayang xixixi….denkule wis waras po?

    dengkul lumyan..setuju mboe

  7. rudal2008 said: Selamat Tahun Baru 2012, Mohon maaf lahir dan bathin bila selama ini selalu tlat melapor hadir disini.Salam Damai dan sejahtera dari Frankfurt am Main.

    sama-sama Om Rudal..salam buat yang disana

  8. laurentiadewi said: Aku dikamar jugaaaa!Ga mau kejebak macet 😀

    nyusul…… dah cari amane wae

  9. siasetia said: tahun baru buang sampah berjamaah tuh *sok liat paginya

    iya..mau ngliput ah….

  10. siasetia said: hihihi pertama euy

    toren

  11. Ach, saya juga rencana di kmr saja, istirahat, jarang2 bisa istirahat yg besoknya sudah tahun baru, cuman terjadi setahun sekali tuch.. Bobok nyenyak, g mikirin macet, g mikirin betapa borosnya bensin, g capek pegang rem, g khawatir hujan mengguyur, pokok lelap di kamar..

  12. mogrok ning ngomah ngadepin lappie karo ketak-ketik sak2eopo utak-atik foto2 sing durung tayang xixixi….denkule wis waras po?

  13. Selamat Tahun Baru 2012, Mohon maaf lahir dan bathin bila selama ini selalu tlat melapor hadir disini.Salam Damai dan sejahtera dari Frankfurt am Main.

  14. Aku dikamar jugaaaa!Ga mau kejebak macet 😀

  15. tahun baru buang sampah berjamaah tuh *sok liat paginya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...