Jangan Tanya Nasionalisme Pada Garuda Muda dan Suporternya

Pukul 19.00 nanti mungkin sebagian besar remot televisi tidak akan sering-sering disentuh dan fokus pada satu siaran saja. Mungkin hanya 2 stasiun televisi saja yang akan memiliki pemirsa terbanyak malam ini. Nasionalisme, hiburan sekaligus pertaruhan akan berlangsung nanti malam pukul 7 dimana Garuda Muda akan bertanding dengan Harimau dari negeri Jiran. El Clasico malam ini, adalah musuh bebuyutan, yang tidak hanya di dunia olahraga, tetapi politik hingga pertarungan di dunia maya. Mungkin yang berdamai hanya anak-anak dengan Upin Ipin dan Si Unyil.

Malam ini Gelora Bung Karno menjadi saksi nasionalisme 2×45 dan jika emas bisa di sabet maka euforia akan ada perpanjangan waktu. Beragam tanggapan muncul, dari kubu Indonesia terutama yang menyangkut nasionalisme. Ada beberapa pernyataan yang mempertanyakan saat Pace Tibo tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mencium lambang Garuda saat perayaan golnya. Isu sensitif di sangkut pautkan dengan kondisi Papua yang memanas. Istilahnya mencari celah agar bisa memancing isu-isu Sara dan Politik untuk kepentingan beberapa pihak.

Lupakan mereka yang tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya atau mencium bendera, tetapi lihat semangat juang di lapangan hijau. Mungkin akan sangat mudah menyanyikan lagu kebangsaan dengan modal mulut atau mencium simbol negara, namun akan sungguh berat saat menjalani laga 2x45menit. Tugas dan beban berat di pundak mereka yang malam nanti di kelilingi suporter fanatik Merah-putih yang rela menginap di GBK demi selembar tiket. Naif jika hanya gara-gara tidak menyanyikan lagu kebangsaan dan cium simbol negara lantas dikaitkan dengan nasionalisme.

Jangan diragukan juga loyalitas suporter yang rela antre, menginap bahkan mati-matian berjuang mendapatkan tiket. Selembar tiket yang penuh perjuangan, andaikata itu tiket gratis pantas jadi rebutan, tetapi ini tiket yang harus ditebus dan dibayar mahal oleh pengorbanan antree hingga adu jotos mulut dengan panitia. Inilah sejengkal nasionalisme dan menunjukan Indonesia sepenuhnya, betapa ”sense of belonging” rasa memiliki begitu terpateri kuat di sanubari mereka. Rasa memiliki yang di ecawantahkan dalam setiap pertandingan dan tak henti-hentinya memberi semangat garuda-garuda muda.

Suporter yang militan begitu garang saat mendukung Garuda Muda melawan musuh-musuhnya, begitu juga dengan pemain. Memang supoter tidak bisa diragukan lagi loyalitasnya, begitu juga dengan pemain. Ini Olah raga, bukti nyata nasionalisme mereka tidak hanya dalam wujud nyanyi lagu kebangsaan dan cium Garuda, namun saat pertandingan itu sebenarnya. Sebelum itu perjuangan panjang mereka perlu di catat dengan menjadi yang terbaik diantara jutaan pemuda-pemuda dengan usia dibawah 23 tahun. Seleksi berat dan ketat untuk menjadi 11 yang terpilih dan tampil dalam lapangan hijau. Apakah perjuangan mereka sia-sia gara-gara tidak menyanyikan lagu kebangsaan dan cium simbol negara?.

Saya yakin dan percaya anak asuh RD adalah putra-putra terbaik bangsa yang rasa memiliki Indonesia sangat besar. Walau tak menyanyikan Indonesia Raya dan mencium Garuda, hati mereka telah memeluk erat Ibu Pertiwi dan siap berkorban di medan laga. Mereka melakukan yang terbaik, walau di tengah cacian dan cibiran mereka yang seharusnya ditanyakan nasionalismenya. Wujud nyata nasionalisme adalah lewat tindakan, bukan celotehan atau omongan saja. Suporter dan pemain sudah tahu apa yang dilakukan untuk Indonesia, dan tak usah pertanyakan lagi seberapa besar nasionalisme mereka. Garuda muda berikan yang terbaik buat Indonesia dan suporter merah putih harumkan Ibu Pertiwi dengan berbuat santun di dalam dan luar lapangan. Indonesia….kita bisa.. we got gold.

salam

DhaVe

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. siasetia said: tadi malam syahdu dan salut ga ada kerusuhan ya?damai menghormati lawan dan tamu kita …U23 ok mainnya cepat….kalah terhormat

    tapi 2 suporter tewas 🙁

  2. rembulanku said: antusiasme penonton memang sepertinya menunjukan loyalitas kecintaan mereka pada Indonesia dan harapan besar lewat tim Garudan Muda tapi alangkah ironisnya hanya karena skor sama di babak pertama banyak penonton merasa kecewa lalu keluar meninggalkan stadion. Padahal untuk mendapat 1 gol saja usaha pemain tidak mudah dan kebobolan gawang bukan berarti kesengajaan.bukti nyata bahwa nasionalisme hanya saat tim menang saja tapi kalo tak menang nasionalisme hanya menjadi krupuk kecemplung di kuah mie ayam, langsung lemes tanpa kriuk lagi.

    tadi malam syahdu dan salut ga ada kerusuhan ya?damai menghormati lawan dan tamu kita …U23 ok mainnya cepat….kalah terhormat

  3. rembulanku said: antusiasme penonton memang sepertinya menunjukan loyalitas kecintaan mereka pada Indonesia dan harapan besar lewat tim Garudan Muda tapi alangkah ironisnya hanya karena skor sama di babak pertama banyak penonton merasa kecewa lalu keluar meninggalkan stadion. Padahal untuk mendapat 1 gol saja usaha pemain tidak mudah dan kebobolan gawang bukan berarti kesengajaan.bukti nyata bahwa nasionalisme hanya saat tim menang saja tapi kalo tak menang nasionalisme hanya menjadi krupuk kecemplung di kuah mie ayam, langsung lemes tanpa kriuk lagi.

    semoga tetep kriuk..kriuuk lagi dan lagi

  4. elok46 said: bETOL SEKALIyang penting adalah bukti, tindakan , kalo cuma bicara semua bisa ya mas ???hehehe 1-1 mas

    juooos Pol mba Elok….

  5. miftamifta said: Merdeka…

    merdeka juaaaa

  6. 3ojo said: sudah satu nol untuk garuda muda

    akhinya tumbang juga….

  7. darnia said: Tadi udah adaa boot tiket yg dibakar karena gak kebagian tiket

    itulah mentalitas yang ngawur…. kebablasen

  8. anotherorion said: moga2 menang

    yah… harus mengakui…. mereka lebih beruntung

  9. asasayang said: tapi aq ga suka suporter yang merusuh

    semu juga demikian :Dpiss sajah lah

  10. rudal2008 said: Sekarang sudah mulai dgn menjual tiket di tanah air, dulu kita setiap ada pertandingan nonton gratis, karena belum banyak org yg tertarik dgn pertandingan bola.Menarik sharingnya Mas, Thanks ya.

    buat rebutan Om.. ngeri dah

  11. antusiasme penonton memang sepertinya menunjukan loyalitas kecintaan mereka pada Indonesia dan harapan besar lewat tim Garudan Muda tapi alangkah ironisnya hanya karena skor sama di babak pertama banyak penonton merasa kecewa lalu keluar meninggalkan stadion. Padahal untuk mendapat 1 gol saja usaha pemain tidak mudah dan kebobolan gawang bukan berarti kesengajaan.bukti nyata bahwa nasionalisme hanya saat tim menang saja tapi kalo tak menang nasionalisme hanya menjadi krupuk kecemplung di kuah mie ayam, langsung lemes tanpa kriuk lagi.

  12. bETOL SEKALIyang penting adalah bukti, tindakan , kalo cuma bicara semua bisa ya mas ???hehehe 1-1 mas

  13. sudah satu nol untuk garuda muda

  14. Tadi udah adaa boot tiket yg dibakar karena gak kebagian tiket

  15. tapi aq ga suka suporter yang merusuh

  16. Sekarang sudah mulai dgn menjual tiket di tanah air, dulu kita setiap ada pertandingan nonton gratis, karena belum banyak org yg tertarik dgn pertandingan bola.Menarik sharingnya Mas, Thanks ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...