Seberapa Pintar, Cerdas dan Ahlikah Anda…?

Mengapa perlu sekolah, bahkan cari yang favorit hingga yang harganya harus menggandaikan rumah. Kata orang-orang sih biar anaknya pintar, ada juga yang realistis sekedar cari ijazah, dan parah lagi hanya bermimpi ntar kalo cari kerjaan mudah. Apapun alasannya, kini sekolah adalah sebuah kebutuhan, dan pemerintah sudah mewajibkan warga negaranya untuk sekolah. Alasan biar pintar, mudah cari kerjaan dan hanya cuma formalitas ijazah, itu urusan belakangan. Jika dipikir-pikir banyak juga yang pintar tanpa harus sekolah, pintar disini adalah punya skill yang orang lain tidak punya. Percumah donk sekolah tinggi-tinggi dan pintar kalau semua orang bisa, tak bedanya dengan punya ponsel yang hanya untuk telpon, sehingga anak tk hingga profesor juga bisa kalau hanya sekedar mainan ponsel. Apakah semua orang bisa membatik, membuat keris atau sekedar jadi dukun santet?. Mereka tidak sekolah, namun mereka belajar, andai mereka sekolah apa ya ada sekolah empu gandring, apa ilmu nujum ala mak lampir, kalau membatik pasti ada sekolahnya.

Apakah mereka yang tidak sekolah namun bisa berkarya disebut pintar? belum tentu, yang pasti mereka ahli dibidangnya. Nah menjadi pertanyaan sekarang, sekolah membuat pintar atau ahli?. Bekerja yang dibutuhkan pintar atau ahli ”skill”. Nah jika masih berkutat dengan pintar, maka coba luangkan waktu sebentar dan mari adu pintar barang sesaat jika mengaku rangking satu sejak duduk di bangku TK hingga S3. Jika anda jadi pelari, terus anda menyalip pelari nomer dua, dimana posisi anda?. Jika anda jadi pelari pertama anda adalah orang pintar namun tidak cerdas, sebab posisi anda tetap dinomer 2. Oke sekarang tidak usah jadi pelari nomer 1 alias jadi pelari terakhir saja. Jika anda menyalip pelari terakhir, anda diposisi berapa?. Apabila anda menjawab diposisi terakhir, maka anda jarang berolahraga lari, mana ada orang terakhir yang didahului, kecuali Valentino Rossi yang meng-over lap anda.

Nah masih belum nyerah, dengan adu pintar, sekarang tidak usah berlari dulu, nafas sudah ngosh-ngoshan. Mendingan kita berandai-andai saja, sapa tau menjadi pintar. Andaikata ada orang bisa mau membeli rokok, maka dengan bahasa isyarat dia akan seolah-olah berhaya merokok. Bagaimana dengan orang buta yang mau beli sikat gigi dan odol, apakah anda akan menjawab orang tersebut akan bergaya layaknya orang menyikat gigi. Jawaban anda tepat sekali salah, ya tingga bilang aja sebab dia tidak bisu.

Sangat sederhana bukan, beda pinter, cerdas dan ahli. Saya punya teman pintar, tapi ya pintar aja, saat disuruh buat nasi goreng yang plonga-plongo saja. Ada juga yang ahli, tapi disaat suruh ngajari anaknya buat PR matematika keringat dinginnya keluar sejagung-jagung, karena dia ahli bikin gigi palsu. Apakah yang terbesit saat ini, ingin menjadi pintar, cerdas atau ahli, jika ingin semuanya otak ini sepertinya tak mampu menampung keserakahan cita-cita.

Mungkin yang bisa dilakukan saat ini adalah menjadi bisa disaat orang lain tidak bisa. Sangat sederhana, bisa namun orang lain tidak bisa, tidak peduli anda rangking terakhir, tidak sekolah, atau memang seorang master dibidangnya, orang lain tetap memandang anda sebagai orang yang pintar, cerdas dan ahli. Bagaimana menjadi bisa dan orang lain tidak bisa, justru disitu letak kesulitannya, sehingga anda harus sekolah, belajar, ujian, membaca, praktik, berlatih dan lain sebagainya. Banyak orang pintar, cerdas dan ahli, namun sedikit yang orang bisa disaat orang lain tidak bisa. Jadilah berbeda, dan selamat menikmati bahwa anda bisa disaat orang lain tidak bisa.

Salam

DhaVe
Ka, 26062011,10.00

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. sulisyk said: aku minum tolak angin aja

    pinter ya Om….

  2. aku minum tolak angin aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...