Monyet Tolak Manusia Sebagai Keturunannya

Tahun 2009, kemarin diperingati ”150 tahun Charles Darwin” bertepatan diluncurkan buku kontroversialnya ”Origin of Species”. Dalam buku karangan Charles Darwin menjelaskan tentang garis keturunan yang sama dan transmutasi gen. Entah mengapa, masih ada saja anggapan manusia berasal dari monyet, dan menganggap Darwin sebagai biang keladinya. Jangankan masyarakat awam, pelajar dan mahasiswa mungkin belum memahami hakekat evolusi. Pemuka agama yang kurang memahami acapkali memberikan pencerahan yang salah kaprah, sehingga evolusi dianggap sebagai perlawanan dari kepercayaan.

Charles Darwin (1809-1882) seoarang mahasiswa kedokteran, yang berpindah ke teologi tetapi lebih menyukai geologi dan akhirnya menjadi seorang naturalis. Perjalanan bertahun-tahun dengan kapal H.M.S Beagle membawa kepada keajaiban dunia tentang asal muasal kehidupan. 1859, Charles Darwin menerbitkan buku yang menggemparkan dan penuh kontroversi. Buku yang berjudul aseli, on the Origin of Species by Means of Natural Selections, on the Preservation of Favoured Races in the Struglle for Life, atau yang biasa dikenal sebagai Origin of Spesies.

Buku yang menceritakan pelayaran bersama H.M.S Beagle dengan mengunjungi beberapa tempat di Amerika. Di Kepulauan Galapagos, Darwin menemukan perbedaan pada burung Finch. Perbedaan burung tersebut, dikarenakan perbedaan habitat, begitu juga dengan hewan-hewan lain, yang dikenal sebagai transmutasi gen. Berkaitan dengan evolusi, bahwa evolusi tidak menciptakan spesies baru, namun menciptakan varietas yang terseleksi oleh alam.

Species pada awalnya adalah dari induk yang sama ”homolog”, karena tekanan lingkungan maka akan beradaptasi. Pernyataan Herbet Spencer ”Survival of the Fittest”, yang bertahan hidup yang akan hidup, ikut memperkuat kajian evolusi. Homologi organisme kemudian berkembang dengan diferensiasi sesui tuntutan akibat tekanan alam, sehingga muncul keanekaragaman mahluk hidup. Tekanan lingkungan telah menciptakan variasi-variasi baru, tetapi organisme yang tidak mengalami stress lingkungan akan tetap sama setiap yang masih bertahan hidup.

Bagaimana dengan manusia? apakah berasal dari monyet..?. Dalam teori homologi, manusia berasal dari satu induk yang sama. Jika dikaitkan dengan monyet, mungkin saja masih satu nenek moyang. Jika Manusia diklaim dari monyet, ini salah besar, sebab tidak ada ilmuwan yang mengatakan manusia keturunan monyet. Nah jika manusia dari monyet, lantas monyet sekarang keturunan siapa?. Andaikata monyet tahu manusia adalah keturunanya, saya yakin dan pasti mereka ”monyet” akan demonstrasi, sebab tidak ada monyet yang korupsi atau nyolong duit rakyat.

Kembali keasal muasal manusia, sebenarnya dari apa dan siapa nenek moyangnya. Jika menurut teori penciptaan dalam kitab suci, maka manusia pertama dan kedua adalah Adam dan Hawa. Perkembangan sejarah dan budaya manusia, masih dalam kurun waktu ribuan tahun saja, sedangkan peradaban Homo Erectus ada sejak jutaan tahun yang lalu. Lantas duluan mana Adam dan Homo Erectus, tidak ada yang bisa menjawab, sebab belum ada catatan sipil saat itu.

Evolusi mencoba mencari jejak asal manusia dan organisme lain dalam ranah ilmiah, sedangkan Adam dan Hawa dalam rana teologi. Jika ditarik benang merah, mungkin tetap ada jalurnya, namun belum usai benang kusut ini terurai, timbul beragam kontroversi yang saling mengolok dan tidak memahami. Menjadi pertanyaan sekarang, apakah ada organisme yang tidak mengalami evolusi?, bakteri adalah yang tidak mengami perubahan sejak jaman dulu hingga sekarang. Morfologi, fisiologi tetap sama, karena tak ada tekanan yang mampu mengubah menjadi varietas baru. Masih percaya manusia dari monyet…? manusia tetaplah manusia yang akan selalu berubah dengan menyesuaikan diri terhadap tekanan lingkungan, agar tetap hidup. Monyet biarlah monyet jangan singgung perasaannya dengan menuduh manusia sebagai keturunanya, sebab tidak ada monyet yang cenat-cenut dan chaiya..chaiyaa…CMIIW.

Salam

DhaVe
KA, 230411, 11.00

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. rembulanku said: genah aku 100% dudu turunane monyetlha wong aku iso chaiya chaiya kokhahahaha

    Buktikan kalau anda 100% bukan keturunan monyet ?

  2. elok46 said: mbaaaaaaaaaaaaaaaaak gambare uapiiik tenan

    iki monyet apa ya..?

  3. ohtrie said: wakakka,dasar monyetttttt…..bikin manusia ngiri karena tak bisa melawan korupsi…

    monyetnya iri yahaaahahahaa

  4. marpleholmes said: hehehehehe…artinya peradaban monyet (bisa jadi) lebih tinggi dibanding manusia ya?kerana monyet tak suka mencuri duit sesamanya.

    tinggal yang dipakai standar hidup monyet apa..hehehe bisa lebih juga sih 😀

  5. orangjava said: Monyet gak korrupsi….

    dikorupsi malahan mBah…

  6. smallnote said: Makhluk primata tetap tercatat sebagai sejarah di dalam lingkup manusia.

    kekerabatan yang sangat dekat..dan dekat sekali…..

  7. rudal2008 said: Wonderful share, I like it verymuch.Tfs ya Mas.

    thanks Om.. semoga berkenan selalu

  8. elok46 said: padahal manusia jadi monyet aja gak susah hehehhehe 🙂

    yang penting ada cinta monyet hehehe 😀

  9. bimosaurus said: monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

    dan manusia bilang “monyet looo…”hahaha

  10. elok46 said: ini topik menarik lho :)hahahah setuju itu dua hal yang berbedasatu dari sudut pandang ilmiah satu dari teologi jika diteruskan makan tidak akan pernah ada akhirnya bukan hehehehhe 🙂

    suatu saat pasti bertemu,,,,,entah kapan dan dimana?

  11. siasetia said: alhamduilillah..soalnya saya suka ama cenat cenut dan bollywood :p

    ahay..ketahuan nie,,,,

  12. bambangpriantono said: Ya Darwin juga berdasarkan pola pikir manusia2 jaman itu sih…sudah out of date. Tapi karena Darwinisme pula banyak kekacauan2 yg terjadi didunia ini. Dalam aksinya, Hitler juga terinspirasi oleh Darwinisme

    ialah mereka yang tidak memahami sepenuhnya konsep darwin, alias keblinger…

  13. smallnote said: Makhluk primata tetap tercatat sebagai sejarah di dalam lingkup manusia.

    genah aku 100% dudu turunane monyetlha wong aku iso chaiya chaiya kokhahahaha

  14. smallnote said: Makhluk primata tetap tercatat sebagai sejarah di dalam lingkup manusia.

    mbaaaaaaaaaaaaaaaaak gambare uapiiik tenan

  15. smallnote said: Makhluk primata tetap tercatat sebagai sejarah di dalam lingkup manusia.

    betul hehehhe

  16. bimosaurus said: monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

    he..he..he….

  17. bimosaurus said: monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

    wakakka,dasar monyetttttt…..bikin manusia ngiri karena tak bisa melawan korupsi…

  18. bimosaurus said: monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

    hehehehehe…artinya peradaban monyet (bisa jadi) lebih tinggi dibanding manusia ya?kerana monyet tak suka mencuri duit sesamanya.

  19. bimosaurus said: monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

    Monyet gak korrupsi….

  20. bimosaurus said: monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

    Makhluk primata tetap tercatat sebagai sejarah di dalam lingkup manusia.

  21. bimosaurus said: monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

    Wonderful share, I like it verymuch.Tfs ya Mas.

  22. bimosaurus said: monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

    padahal manusia jadi monyet aja gak susah hehehhehe 🙂

  23. dhave29 said: Monyet biarlah monyet jangan singgung perasaannya dengan menuduh manusia sebagai keturunanya, sebab tidak ada monyet yang cenat-cenut dan chaiya..chaiyaa…CMIIW.

    monyet bilang:”Susaaah jadi manusia..”

  24. dhave29 said: Monyet biarlah monyet jangan singgung perasaannya dengan menuduh manusia sebagai keturunanya, sebab tidak ada monyet yang cenat-cenut dan chaiya..chaiyaa…CMIIW.

    ini topik menarik lho :)hahahah setuju itu dua hal yang berbedasatu dari sudut pandang ilmiah satu dari teologi jika diteruskan makan tidak akan pernah ada akhirnya bukan hehehehhe 🙂

  25. dhave29 said: Monyet biarlah monyet jangan singgung perasaannya dengan menuduh manusia sebagai keturunanya, sebab tidak ada monyet yang cenat-cenut dan chaiya..chaiyaa…CMIIW.

    alhamduilillah..soalnya saya suka ama cenat cenut dan bollywood :p

  26. Ya Darwin juga berdasarkan pola pikir manusia2 jaman itu sih…sudah out of date. Tapi karena Darwinisme pula banyak kekacauan2 yg terjadi didunia ini. Dalam aksinya, Hitler juga terinspirasi oleh Darwinisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...