Tahunya Bahasa Latin, Ternyata Bahasa Ilmiah

Setiap kata dan kalimat memiliki arti dan tujuan kusus sesuai dengan konteksnya. Seiring dengan kebiasaan, disadari atau tidak sebuah kata dan kalimat langsung bisa di persepsikan, walau acapkali terjadi kekeliruan mendasar. Andaikata ada murid SMP atau SMA saya tanya ”apa nama bahasa latinnya Padi ?”, pasti yang sudah tahu akan serentak menjawab ”Oryza sativa”. Sangat sederhana pertanyaannya namun terjadi kesalahan mendasar.

Dari contoh diatas, tentang pertanyaan bahasa latin sebuah nama spesies tanaman sering kali tidak disadari oleh guru dan siswa. Dalam tatanama flora, fauna, alga, jamur, dan mikroba rerata mengambil dari bahasa Latin, tetapi tidak semuanya dan tergantung siapa yang memberi nama. Tidak salah juga menyebut bahasa Latin, sebab didalamnya ada bahasa latin, tetapi tepatnya adalah Bahasa Ilmiah. Kedengaraanya asing dan aneh, mungkin lebih enak dengan memakai istilah bahasa lati, namun Bahasa Ilmiah yang lebih tepat.

Satu kesalahan dasar sudah dibenarkan, namun ada beberapa kesalahan lagi yang seringkali diabaikan begitu saja. Andaikata seorang Guru bertanya ”apa bahasa ilmiahnya Rumput Teki”, maka jawaban yang lazim dipakai siswa adalah ”Cyperus rotundus”. Jika yang ditanya bahasa ilmiahnya Rumput Teki adalah ahli taksonomi maka akan disebutkan 25 spesies dengan nama ilmiah yang berbeda-beda. Inilah kesalahan mendasar yang kedua, pertanyaan yang benar namun tidak menunjukan tanda yang spesifik.

Ada sekian banyak spesies, mungkin yang menonjol dan familier cuma satu jenis, sehingga dijadikan jawaban. Sebut saja Pisang (Musa paradisiaca), Mangga (Mangifera indica), Harimau (Phantera tigris) dan lain sebagainya. Apabila ditelusuri lebih jauh kedalam, maka ada banyak bahkan ratusan spesies-spesis tertentu. Ada puluhan spesies Pisang dan Mangga, bermacam-macam spesies Harimau. Apakah tidak ada petunjuk khusus agar pertanyaan untuk bahasa ilmiah bisa lebih spesifik untuk spesies yang dimaksud.

Apabila diperhatikan, ada beberapa kata kunci untuk menunjukan spesies yang dimaksud. Penamaan spesies spesifik bisa berdasar nama lokal, lokasi, atau cirikhas tertentu. Jika ada pertanyaan ”apa bahasa ilmiahnya Buaya Muara”, maka sudah tentu ”Crocodillus porosus”, Komodo (Varanus komodo), Ikan Bandeng (Chanos chanos), Badak bercula satu (Rhinocheros sondaicus), Bakteri penyebab tipus (Salmonela thypi) dan lain sebagainya. Dengan memberi nama hewan atau tumbuhan dengan cirikhas tertentu setidaknya telah menjadi penjurus untuk mengarahkan ke nama ilmiah yang lebih tepat dan tidak terjadi ambigu.

Tidak bisa disalahkan jika Guru bertanya nama ilmiah nama hewan, tetapi muridnya menjawab nama spesies lain yang masih dalam satu genus. Jika ada pertanyaan apa nama ilmiahnya ular?, maka Guru tidak boleh menyalahkan jika ada yang menjawab Naja naja, Naja Sputatrik, Phyton reticulatus dan lain sebagainya. Sangat sederhana, tetapi jika dikaji secara ilmiah terjadi kesalahan mendasar dan sangat besar resikonya jika sampai terjadi kesalahan. Andaikata ada seorang ahli taksonomi minta ayam goreng, maka bawakan saja dari Ayam Kate, Ayam Hutan, Ayam petelur, Ayam Bangkok, Ayam Arab, Ayam Vietnam agar dipilih sendiri mana Ayam yang dimaksud atau bawkan saja ayam goreng ala Kentaki.
”mohon koreksinya”

Salam

DhaVe
KK, 020411, 07.00

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. smallnote said: Saya sudah bosan belajar ini terus, diulang-ulang setiap kali. Hahaha… :-))

    Semakin anda bosan semakin anda mengerti hehehe :Dbasa ilmiahe nanas apa ya?

  2. orangjava said: Lho Broiler boso Jerman..tho….iku sing pitik dipanggang….nek sing kanggo endog jenenge legehuhn…terus mbiyen aku nduwe Pitik sing gede sak hohah…turunan Brama…

    pitike gagah tenan mBah,,,,ow..baru tau saya,,,, aneh2 ya pitik….

  3. siasetia said: puyeng ah meni serius bahasanya :p

    hahaha…gini aja meriang…

  4. dhave29 said: jadi boso jermane Pitek itu Broiler nggih Mbah Kung..? yen disini ya ayam daging iki broiler.. yen ayam telor..horen hahaha 😀

    Saya sudah bosan belajar ini terus, diulang-ulang setiap kali. Hahaha… :-))

  5. dhave29 said: jadi boso jermane Pitek itu Broiler nggih Mbah Kung..? yen disini ya ayam daging iki broiler.. yen ayam telor..horen hahaha 😀

    Lho Broiler boso Jerman..tho….iku sing pitik dipanggang….nek sing kanggo endog jenenge legehuhn…terus mbiyen aku nduwe Pitik sing gede sak hohah…turunan Brama…

  6. orangjava said: Rhinoceros???Chanos chanos???Ficus benjamina???Nek Lala ilmiahe ULil centil……hehehehehe

    puyeng ah meni serius bahasanya :p

  7. orangjava said: Rhinoceros???Chanos chanos???Ficus benjamina???Nek Lala ilmiahe ULil centil……hehehehehe

    Uler gadung Mo…. sing senengi maem godong trus bungkuse di buang neng kali hahahha

  8. rembulanku said: baik latin maupun ilmiah tetep ga dongtaunya ya badak bercula satu, ikan bandeng wit ringin bla bla blamumet kalo disebutin nama ilmiahnya hehehe

    Hehe.. gak perlu..timbang mumet sirahe mBa….

  9. siasetia said: gagal ):

    Protes ntuh sama mBah Kung….. urut tua

  10. orangjava said: ***** minta ayam goreng, maka bawakan saja dari Ayam Kate, Ayam Hutan, Ayam petelur, Ayam Bangkok, Ayam Arab, Ayam Vietnam agar dipilih sendiri mana Ayam yang dimaksud atau bawkan saja ayam goreng ala Kentaki.***semuanya di Jerman namanya BROILER…..hehehehe

    jadi boso jermane Pitek itu Broiler nggih Mbah Kung..? yen disini ya ayam daging iki broiler.. yen ayam telor..horen hahaha 😀

  11. rembulanku said: baik latin maupun ilmiah tetep ga dongtaunya ya badak bercula satu, ikan bandeng wit ringin bla bla blamumet kalo disebutin nama ilmiahnya hehehe

    Rhinoceros???Chanos chanos???Ficus benjamina???Nek Lala ilmiahe ULil centil……hehehehehe

  12. baik latin maupun ilmiah tetep ga dongtaunya ya badak bercula satu, ikan bandeng wit ringin bla bla blamumet kalo disebutin nama ilmiahnya hehehe

  13. ***** minta ayam goreng, maka bawakan saja dari Ayam Kate, Ayam Hutan, Ayam petelur, Ayam Bangkok, Ayam Arab, Ayam Vietnam agar dipilih sendiri mana Ayam yang dimaksud atau bawkan saja ayam goreng ala Kentaki.***semuanya di Jerman namanya BROILER…..hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...