Memuliakan Setrum dan Materi

Pertanyaan sederhana, apakah awal mula kehidupan..? bolehlah saya menjawab berdasar versi saya yaitu ”cahaya”. Kitab suci dan Alquran menuliskan Tuhan pertama kali menciptakan terang ”cahaya”. Dari cahaya semua bisa terbentuk, karena cahaya merupakan materi berupa panjang gelombang yang memiliki energi. Jika menilik lebih dalam tentang konsep materi dan energi, maka terkuak betapa ajaibnya karya Tuhan yang sering tidak disadari dan bahkan disia-siakan. Berandai-andai, bagaima jika energi tersebut habis ”cahaya” maka usai sudah kehidupan di jagad raya ini.

Apa yang ada dijagad raya ini hasil karya Sang Pencipta berupa materi. Apapun bentuknya materi, pasti memiliki masa atau berat, tetapi yang menjadi masalah seberapa besar dan seberapa kecil materi tersebut. Materi yang ada pasti memiliki bagian terkecil berupa partikel. Partikel yang ada berupa proton yang selalu dikelilingi elektron. Elektron yang bergerak mengelilingi proton pasti memiliki kecepatan yang bisa diasumsikan sebagi panjang gelombang. Hasil kali masa materi dan kecepatan akan menghasilkan momentum. Berdasarkan hasil pembagi konstanta Plank dengan momentum akan dihasilkan panjang gelombang. Panjang gelombang yang diketahui bisa digunakan untuk mendapatkan seberapa besar energi. Jadi bisa disimpulkan setiap materi memiliki energi. Hukum thermodinamika 1 dan 2 menyatakan energi tidak akan musnah dan akan berubah menjadi entrophi ”panas”.

Menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana kita memanfaatkan energi tersebut. Mungkin ada orang yang dengan sia-sia membuang energi atau yang benar-benar memanfaatkan energi. Energi listrik mungkin sudah familiar bagi semua dan energi potensial ini adalah energi serba guna yang bisa diubah menjadi apa saja. Listrik bisa diubah menjadi gerak, panas, cahaya, suara dan lain sebagainya. Menjadi pertanyaan saat ini, bagaimana begitu mudahnya memakai setrum yang tinggal colok tanpa memperhatikan bagaimana susahnya mendapatkan energi tersebut dan apa efek yang ditimbulkan.

Mungkin cara sederhana mendapatkan setrum dengan memutar dinamo, tetapi butuh berapa dinamo untuk bisa menanak beras dalam ”ricecooker”. Untuk membangkitkan energi setrum membutuhkan energi yang besar, dari mulai bakar batu bara, panas bumi, nangkap cahaya, potensial air hingga ngoprek uranium untuk nuklir. Nah yang jadi pertanyaan sekarang bagaimana jika batubara, uranium, air terjun dll itu mulai terbatas dan habis, dari mana lagi mendapatkan energi?.

Bayangkan saja disaat PLN 1 jam saja melakukan pemadaman, maka ribuan caci maki dan umpatan menggema dan semua lumpuh. Bisa ditarik benang merah jika betapa ketergantungan terhadap setrum begitu besar dan luar biasa. Nah energi yang tidak tergantikan akan sangat sayang jika dibuang sia-sia dengan alasan kenyamanan dan kenikmatan. Saya bisa mengatakan setrum adalah energi yang sangat berkualitas, namun kadang sangat disayangkan energi tersebut menjadi sangat tidak berkualitas. Mungkin saat suhu panas, apakah musti dengan pendingin udara yang membutuhan ratusan watt untuk pengoprasiannya dan bagaimana jika diganti dengan membiarkan semilir angin mendinginkan.?

Lampu penerangan jalan yang terus kencar-kencar seolah menantang matahari siapa yang paling terang. Banyak prilaku lain yang kurang bijak dalam memanfaatkan energi listrik. Jika menyadari betapa kompleks dan rumitnya dalam membangkitkan energi listrik dan begitu mudahnya disia-siakan dan dihamburkan. Sekecil energi listrik tetaplah berguna, walaupun kelihatannya sepele. Bayangkan jika ponsel tiba-tiba ”low bat” dan kondisi sangat darurat, betapa terasa berharganya listrik. Nah bagaimana menyikapi tentang setiap materi dengan potensi sumber energinya, keputusan ditangan kita bagaimana memuliakan energi.

Salam

DhaVe
Kamar Ademku, 20102011 21.15

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. otto13 said: he..eh.. Papan reklame, 1 sja, itu ada yg bisa dpke 4 rmh, btul2 pemborosan. Ada lgi yg sok bisa mbayar setrum, masang ac daripada kipas angin, alasane kipas angin membuat msk angin & tdk mngusir bakteri, lho khan ngawur itu. Yach bgitulah mas, rsa & keinginan u/ membuat Indonesia lbh baik msh sgt kurang..

    kurangnya pemahanam tentang ekologi hehe…

  2. he..eh.. Papan reklame, 1 sja, itu ada yg bisa dpke 4 rmh, btul2 pemborosan. Ada lgi yg sok bisa mbayar setrum, masang ac daripada kipas angin, alasane kipas angin membuat msk angin & tdk mngusir bakteri, lho khan ngawur itu. Yach bgitulah mas, rsa & keinginan u/ membuat Indonesia lbh baik msh sgt kurang..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...