Bersama Bir Hitam Menjadi Teman Kupu-kupu Malam


Minuman suplemen cap kepala banteng 2 botol, permen karet 2 paka, rokok bungkus putih, ama kacang kulit rasa ukuran besar. Menu yang sudah hafal disaar ada sesosok gadis cantik menyambangi satu-satunya toko yang buka hingga malam. Malam yang sepi, dingin disertai kabut seolah sebuah kejanggalan, namun ini realita yang ada. Sebuah jawaban ramah dengan tatapan mata penasaran “makasih mBa Silvi” senyuman terlempar dari bibir seksinya.

Tak layak sebenarnya jika sebuah realita kehidupan ini diketahui banyak orang. Tak lebih suci juga jika dibandingkan dengan kenyataan yang sebenarnya. Rasa penasaran ini terus menguak untuk melihat sesosok kupu-kupu malam menghabiskan waktunya diantara lelaki. Akhirnya lewat orang ketiga yang mengaku pernah menjadi teman dekat, kini tabir penasaran mulai sedikit terang dengan beberapa obrolan. Ditemani secangkir bir hitam yang pekat menyengat sambil sesekali mengunyah kacang kulit rasa dihibur dengan dentuman mega bass house music.

Berawal dari digarap oleh 8 lelaki yang haus akan kenikmatan sesaat. Dengan bujuk rayu, maka layaknya mesin seks yang setiap saat bisa di reload. Digilir 8 orang merupakan sebuah malapetaka yang mungkin tidak bakal terlupa seumur hidup. Tragedi itu telah menorehkan luka yang dalam terhadap kaum adam. Disaat masih mengenakan seragam abu-abu harus sudah menanggung aib dan derita. Diantara 8 orang tersebut salah satunya telah menanamkan benih kehidupan. Tidak tahu siapa ayah sijabang bayi hasil buang undi tersebut.

Akhir drama tragedi disaat ada lelaki yang mau mengiklaskan diri ikut menanggung aib. Pernikahan sederhana demi menyelamatkan jabang bayi dilakukan dengan penuh caci maki dari dalam hati mereka yang tidak mengerti derita sebenarnya. Disaat simungil lahir, maka usai sudah tugas bapak jadi-jadian tersebut untuk membuat regristrasi dicatatan sipil. Berakhir dengan perceraian secara damai, sebab semua sudah saling mengerti sebenarnya apa maksud dari pernikahan semu. Kini si mungil ikut neneknya untuk diasuh dan tidak tahu siapa yang nantinya menyambung hidupnya.

Hidup diawali dari tragedi yang tak terperikan, seolah menjadi pintu gerbang kehidupan yang baru. Masuk dalam dunia malam akibat kondisi sosial dan ekonomi yang memaksa untuk jelan bertahan hidup. Dengan anugerah tubuh yang seksi, wajah cantik dan kulit kuning langsat, kini menjadi idola para lelaki gelap mata. Rupiah demi rupiah seolah tidak menjadi soal untuk bisa menikmati tubuh gadis yang kini berusia sekitar 23 tahun. Bukan tipe cewek murahan bisa dikatakan seperti itu, sebab pantang dirinya untuk mengkal dijalanan layaknya penjaja peruntuh iman lainnya. Lewak seorang calo syahwat dirinya ditawarkan atau lewat mulut ke mulut dari para pelanggannya.

Tak tanggung-tanggung, bisa dikatakan pasaran kelas menengah keatas. Beberapa mobil dengan bodi mulus dan keluaran tahun 2000an menjadi kendaraan antar jemputnya. Lelaki mudah hingga sudah beruban seolah selalu melirik dari kaca jendela yang samar-samar terlihat dari luar. Tidak tahu berapa rupiah yang diterima sekali manggung dikamar hotel, yang pasti ini bukan kelas murahan.

Pembicaraan berlanjut disaat kepala mulai pening akibat asap-asap rokok yang memenuhi ruangan kelam. Masa lalu menjadi alasan mengapa masuk dalam jurang kenikmatan sesaat. Dapat kerja apakah untuk cewek yang putus SMA yang telah ternoda lelaki brengsek. Rasa sakit masa lalu menjadi alasan kenapa nekat masuk dalam dunia malam. Andai ada pekerjaan yang layak dan mampu memenuhi kebutuhan anaknya tentu akan berbeda urusnnya. Jangan soal agama, dulu ada orang yang dianggap memberikan pencerahan untuknya, namun ujungnya juga ketemu diranjang.

Ada rasa untuk keluar komunitas malam yang lama memberikan kehidupan, namun apa daya belum ketemu jalan itu. Saat ini hanyalah bertahan dari setiap cemoohan, hinaan, caci maki dan tamparan dari orang yang tidak mengerti. Apakah ada rasa senang dan nikmat saat menjalani tugasnya diranjang, yang ada hanyalah “cepat selesaikan dan berikan uangmu”. Tugas usai dan lembaran rupiah mampir dikantong. Kata orang yang tidak mengerti, akan berkata “sama-sama enaknya”, siapa bilang. Ini adalah kehinaan yang paling hina didunia, tidak ada enaknya sama sekali. Disaat ada perbedaan rasa, satu merasakan butuh kenikmatan dan satunya merasakan butuh uang, maka kenikmatan itu sendiri-sendiri rasanya. Disaat lelaki bisa menikmati rasa senang sesaat, maka selepas itu gantian merasakan nikmatnya rasa senang akan uang.

Rasa perih, sedih, sakit, sesal harus ditutupi dengan beraneka ragam ekspresi semu dan make up dan wewangian. Disaat usai susah, dan mukan ini bersih oleh aliran air yang mengalir maka munculah rasa itu. Rasa sesal dan berdosa seolah selalu menggelayuti diri, apakah anak mungil itu harus makan minum dari perasan rasa nikmat. Rasa ketakutan dan kekawatiran jika suatu saat sudah tidak bisa menghasilkan kenikmatan bagi para pelanggan selalu menghantu. Berjudi dengan penyakit menular seoalah antara iya atau tidak dan tidak ada kata ragu-ragu.

Semua telah terjadi dan harus dijalani, entah kapan sesal itu datang untuk mengembalikan kejalan yang diridhoi. 1 gelas bir kini semakin mengguncangkan kepala dan tak sanggup lagi untuk bertanya. Obrolan berakhir disaat ada panggilan lewat tepukan tangan dari seorang lelaki menandakan “sudah ditunggu”. Keluar dari ruangan dengan dentuman musik keras beserta aroma nikotin dan alkohol. Duduk sambil menikmati udara dingin selepas melihat dan mendengar realita kehidupan.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

36 comments

  1. pennygata said: walah mbah, Sanur iku lak malah enggon’e lho…. nek ndek bali rasae koq roto, endhi2 yo onok ae tuh πŸ™‚ heheheh

    Rupane podo wedhi karo aku…hehehe iyo sok ono sing nawari ming ora okeh koyo ning Kuta….Om sendiri Om??ngono, padahal aku karo*ex Bule*—

  2. orangjava said: Di Kuta juga begitu kan, cari Bule…hehehe…atau di HARD Rock Cafe..disana…banyak Gadis2 yang ingin sok MODERN…suka nawarin diri …kalau di Sanur gak ada.aku mikir…ini pekerjaan tertua didunia..

    walah mbah, Sanur iku lak malah enggon’e lho…. nek ndek bali rasae koq roto, endhi2 yo onok ae tuh πŸ™‚ heheheh

  3. pennygata said: iyah Dhave.. banyakpun yg udah diambil istri org asing…dan untungnya koq nasibnya ya baik2 ajah, malah disayang2 gitu.,…tapi ya banyak juga yg udah akhirnya jdi tua, gak laku, gak punya tabungan, akhirnya ended up di tempat2 yg memprihatinkan.. *sigh* πŸ™

    Di Berlin aku kenal 2 Wanita asal Solo dan Surabaya(suka ketemu belanja diASIA SHOP)…suaminya Jerman tuwek dah pensiunan…katanya kenal di Bar…di sana…mengapa tidak….

  4. pennygata said: iyah mbah, cara mudah cari uang… dan mereka pake foya2, entar kalo udah gak punya uang, dan gak laku lagi, entah mau apa lagi…yg beruntung diajak kawin orang asing, entah mmg beruntung atau nanti juga susah…paling enggak.. ada yg biayain hidupnya

    Di Kuta juga begitu kan, cari Bule…hehehe…atau di HARD Rock Cafe..disana…banyak Gadis2 yang ingin sok MODERN…suka nawarin diri …kalau di Sanur gak ada.aku mikir…ini pekerjaan tertua didunia..

  5. dhave29 said: Sungguh memprihatinkan mBah kung…. jual beli kenikmatan

    Kapan2 aku ingin*njepret*mereka…..apalagi jalan dari perbatasan Jerman(Dresden) ke Tzceko…ampun berjejer……http://www.welt.de/multimedia/archive/00864/tschechien_schaufen_864942p.jpg

  6. pennygata said: iyah Dhave.. banyakpun yg udah diambil istri org asing…dan untungnya koq nasibnya ya baik2 ajah, malah disayang2 gitu.,…tapi ya banyak juga yg udah akhirnya jdi tua, gak laku, gak punya tabungan, akhirnya ended up di tempat2 yg memprihatinkan.. *sigh* πŸ™

    sungguh menyedihkan…yah realita

  7. dhave29 said: lebih tepatnya aji mumpung ya mBa…

    iyah Dhave.. banyakpun yg udah diambil istri org asing…dan untungnya koq nasibnya ya baik2 ajah, malah disayang2 gitu.,…tapi ya banyak juga yg udah akhirnya jdi tua, gak laku, gak punya tabungan, akhirnya ended up di tempat2 yg memprihatinkan.. *sigh* πŸ™

  8. pennygata said: iyah mbah, cara mudah cari uang… dan mereka pake foya2, entar kalo udah gak punya uang, dan gak laku lagi, entah mau apa lagi…yg beruntung diajak kawin orang asing, entah mmg beruntung atau nanti juga susah…paling enggak.. ada yg biayain hidupnya

    lebih tepatnya aji mumpung ya mBa…

  9. orangjava said: Bukan hanya di Bali…di Berlin sejak EU dibuka banyak anak2 muda(dibawah 18)dari Tzceko, Russia, Georgia, Romania dll…banyak tertangkap dan dibalikan kenegaranya, eh beberapa Bulan balik lagi dengan nama Lain….

    iyah mbah, cara mudah cari uang… dan mereka pake foya2, entar kalo udah gak punya uang, dan gak laku lagi, entah mau apa lagi…yg beruntung diajak kawin orang asing, entah mmg beruntung atau nanti juga susah…paling enggak.. ada yg biayain hidupnya

  10. orangjava said: Bukan hanya di Bali…di Berlin sejak EU dibuka banyak anak2 muda(dibawah 18)dari Tzceko, Russia, Georgia, Romania dll…banyak tertangkap dan dibalikan kenegaranya, eh beberapa Bulan balik lagi dengan nama Lain….

    Sungguh memprihatinkan mBah kung…. jual beli kenikmatan

  11. pennygata said: ini investigate ke lapangan Dhave ?bagus,.. dan menyentuh banget.. aku suka prihatin ama anak2 gadis masih muda2 udah harus kerja spt ini..cuman kalo dibali, mereka koq malah nyari kerjaan kayak bgini.. masih ketjil2 banget.. belasan tahun, miris deh liatnya..

    Wuih…. pray, eat and seks yah…. real Sist

  12. orangjava said: Di-mana mana pun sama….

    dengan cerita yang sama oula mbah Kung

  13. smallnote said: Pemabuk kelas kakap sepertinya :-))

    zero alkohol sist…

  14. havitdema said: jalan pintas tak perlu bakat,

    tapi tetap perlu diasah Om heheheh πŸ˜€

  15. siasetia said: birnya kucing tapi temanya kupu2 ya?

    sama-sama memabukan Mba….

  16. bambangpriantono said: Wis nang…heheheheee…versi fiktife

    lanjut cak Noo

  17. sulisyk said: investigasinya om…penuh sisi humanity

    terimakasih….Om..sedikit mengungkapnya saja

  18. agnes2008 said: sisi sisi gelap terang kehidupan ,

    sementara yang berceloteh masih dizona abu-abu…

  19. mlatiku said: sebenarnya kita semua kalau bisa memilih jalan hidup,pasti milih yang terbaik yaa…

    jika dihadpakan pada ketiadaan pilihan..itu yang terjadi

  20. rirhikyu said: sedih kl baca begini Kang

    sebuah realita kehidupan Sist

  21. pennygata said: ini investigate ke lapangan Dhave ?bagus,.. dan menyentuh banget.. aku suka prihatin ama anak2 gadis masih muda2 udah harus kerja spt ini..cuman kalo dibali, mereka koq malah nyari kerjaan kayak bgini.. masih ketjil2 banget.. belasan tahun, miris deh liatnya..

    Bukan hanya di Bali…di Berlin sejak EU dibuka banyak anak2 muda(dibawah 18)dari Tzceko, Russia, Georgia, Romania dll…banyak tertangkap dan dibalikan kenegaranya, eh beberapa Bulan balik lagi dengan nama Lain….

  22. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    ini investigate ke lapangan Dhave ?bagus,.. dan menyentuh banget.. aku suka prihatin ama anak2 gadis masih muda2 udah harus kerja spt ini..cuman kalo dibali, mereka koq malah nyari kerjaan kayak bgini.. masih ketjil2 banget.. belasan tahun, miris deh liatnya..

  23. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    Di-mana mana pun sama….

  24. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    Pemabuk kelas kakap sepertinya :-))

  25. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    jalan pintas tak perlu bakat,

  26. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    birnya kucing tapi temanya kupu2 ya?

  27. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    Wis nang…heheheheee…versi fiktife

  28. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    investigasinya om…penuh sisi humanity

  29. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    sisi sisi gelap terang kehidupan ,

  30. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    sebenarnya kita semua kalau bisa memilih jalan hidup,pasti milih yang terbaik yaa…

  31. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    sedih kl baca begini Kang

  32. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    om gie, benar om.. tidak ada yang mau, namun ada kondisi yang memaksa..

  33. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    sesungguhnya, sejujurnya mereka tidak ingin menghendaki dengan pola kehidupan demikian……

  34. ndahneech said: pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

    muemt…mumeet

  35. dhave29 said: pertamax…mBa ndah…

    pertamaaakkkk…. eh.. peraameexxx…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sangiran, Warisan Nenek Moyang yang Diakui UNESCO

Ada sebuh cerita, dulu ditempat ini banyak sekali raksasa. Kehadiran raksasa ditunjukan dengan adanya tulang-tulang berukuran besar. Meskipun tulang-tulang tersebut tidak utuh, tetapi bisa membuktikan, ...