Sudah Tua kok Narsis ''jelek lagi..''

Narsis, bisa dikatakan sebagai wujud pemujaan diri lewat berbagai media. Media gambar adalah satu yang dijadikan tumbal untuk ekspresi pemujaan diri tersebut. Hampir semua orang bisa dikatakan narsis, walau secara tidak langsung disadari. Habis mandi lalu menyisir rambut, geleng kanan, geleng kiri ”ow..ok sudah ngganteng” atau hanya sekedar melirik ngaca sambil mesem-mesem. Fenomena yang nongol saat ini adalah ABG dijadikan kambing hitam narsisme tersebut.

Lewat media kamera, para ABG bisa se enak usus mengekspresikan dirinya. Dari bibir yang dimonyongkan agar terlihat imut, atau difoto dari atas agar tidak terlihat hidungnya yang ”mblesek” kedalam, bahkan dari angel lain agar tidak terlihat jeleknya. Bisa dimaklumi apa yang dilakukan para ABG tersebut dalam mengexplorasi dirinya untuk mencari jati dirinya. Dibalik tingkah ABG yang kadang bikin gregetan, acapkali orang yang dianggap dewasa lebih tidak karuan disaat narsis, bahkan bisa dibilang memuakan.

Masak sih orang dewasa narsis, bahkan dengan gaya ABG?. Jika dicari disitus jejaring sosial akan jarang ditemui para orang tua yang narsis, tetapi banyak ditemukan ditempat umum. Coba perhatikan perempatan jalan, tempat-tempat strategis, dan papan-papan reklame. Perut buncit, wajah pas-pasan, gaya kaku, dan ditampilkan ala kadarnya selalu menghiasi sudut-sudut kota, apalagi disaat ada Pilkada. Siapakah mereka yang narsis..? yah para pejabat pemerintah dan pentolan partai politik.

Untuk mendapat simpati, mengenalkan diri, ajakan untuk menyontreng atau hanya sekedar memberi ucapan selamat, mereka nekat mempertaruhkan muka di khalayak ramai. Poster ukuran besar ”baliho” terpampang jelas dan terkesan ala kadarnya. Lukisan ala cetak digital yang terkesan apa adanya, yang penting muka terlihat dan tulisan terpampang mencolok. Jika diperhatikan lebih teliti, sungguh menjengkelkan dan bisa dibilang pelecehan bagi mereka yang menggeluti dunia disain grafis.

Coba perhatikan foto calon pasangan bupati yang main asal tumpuk dengan kontras warna yang berbeda. Lebih parah lagi, gambar yang diambil dengan kamera Hengpong VGA dicetak ukuran 3x4m. Sudah jelek, pecah, bahkan ”ndledek”, dan mungkin akan indah jika dilihat dari jarak 10km. Terkesan apa adanya tanpa sentuhan disain grafis itu yang selalu menghiasi sudut-sudut kota dan tiang ”bangjo”.

Banyak anak-anak mereka yang belajar disain grafis, namun tak dimanfaatkan untuk ”retouch” agar tampilan layak untuk dipertontonkan. Sedih juga rasanya melihat bakat-bakat muda yang diterlantarkan mereka, dan mereka lebih percaya rental komputer yang asal comot den templek saja. Banyak fotografer dengan kamera canggih yang tersisih dengan kamera ponsel, disaat akan dicetak ukuran baliho. Para pengarah gaya atau wardrobe yang tengsin disaat gubernur dengan baju seadanya mengacungkan 2 jari ”V” sambil menunjukan slogan ”2 anak cukup” dengan senyum yang terkesan dipaksakan.

Prihatin sekaligus kasihan dengan mereka yang mempertontonkan diri dijalanan dan tempat umum demi niatan politik atau hanya sekedar mendongkrak popularitas. Mungkin dengan sedikit menyisihlan waktu untuk membuat konsep, pergi ke salon untuk busana dan make up dan studio untuk dijepret, setelah itu serahkan ahli korel atau potosop lalu tukang cetak. Kesan mewah, sedap dipandang dan memenuhi estetika keindahan dan mata ini tidak meradang atau mulut mengumpat bisa didapatkan dan tujuan tercapai.

Salam

DhaVe
Kamar Ademku, 27082010, 13:30

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. jarotsumo said: rpp dhave, soalnya kualitas komunikasi visual yang “aduhai” (termasuk copywrite yg “waton mangap”), merupakan cermin kualitas politisi ndonez…. hayo tak tunggu karya ftgrafi dgn tema: PilKADAL

    mba lala, semakin menambah barang bukti kan?

  2. jarotsumo said: rpp dhave, soalnya kualitas komunikasi visual yang “aduhai” (termasuk copywrite yg “waton mangap”), merupakan cermin kualitas politisi ndonez…. hayo tak tunggu karya ftgrafi dgn tema: PilKADAL

    woalah…. terbukti narsisnya ketika omongannya kandas ditelan waktu

  3. jarotsumo said: rpp dhave, soalnya kualitas komunikasi visual yang “aduhai” (termasuk copywrite yg “waton mangap”), merupakan cermin kualitas politisi ndonez…. hayo tak tunggu karya ftgrafi dgn tema: PilKADAL

    syap om Jarot.. tunggu tanggal maennya ajah…

  4. jarotsumo said: rpp dhave, soalnya kualitas komunikasi visual yang “aduhai” (termasuk copywrite yg “waton mangap”), merupakan cermin kualitas politisi ndonez…. hayo tak tunggu karya ftgrafi dgn tema: PilKADAL

    udah jepret2 aja itu poster2 nyebahi itu… klo perlu kita join / mirror posting… soalnya ap yg km tulis ini 100% mewakili pikiranku

  5. jarotsumo said: rpp dhave, soalnya kualitas komunikasi visual yang “aduhai” (termasuk copywrite yg “waton mangap”), merupakan cermin kualitas politisi ndonez…. hayo tak tunggu karya ftgrafi dgn tema: PilKADAL

    Haha…. syaaap hajar Om…. nanti kita korek semua kadal dan akal bulusnya hahaha….wis jan….isin jane,,,,

  6. rpp dhave, soalnya kualitas komunikasi visual yang “aduhai” (termasuk copywrite yg “waton mangap”), merupakan cermin kualitas politisi ndonez…. hayo tak tunggu karya ftgrafi dgn tema: PilKADAL

  7. mbah Jarot… walah om.. bisa menggegerkan dunia persilatan ntar hehe

  8. coba conto poster2 norak itu dipasang dhave…. tambah seru

  9. mba sandra, weh melu neteli tha? jd bu sapolpepe yah hehembaAgnes, genteni prabu minakjinggo.. bupati1episode

  10. Bupati Ketoprak Opera Van MP aja..

  11. Puji Tuhan di Temanggung udah bersih.. Hehe

  12. mba Agnes, poto barang bukti mesti hehemas sulis, haha aku jd bagian godog wedang wae.. bupati mblambangan kayae..

  13. sapa ya calon bupati yang mau memakai jasa saya, monggo mesti ta bikin ganteng dan ayu, irung pesek tak clone stamp irung bule, dijamin jd mancung hahahahabtw mbakyu anyes bar sesi pemotretan sam fotografer mbandung meh nyalon dadi ketua partai mesem selalu mas 😀

  14. Tunggu edisi nar nar berikut nyaa.!!

  15. mba agnes.. wah mau nyalon bupati ya bu..mba yg lugu.. dibedol aja yuk…sist feb.. udah 1minggu gak nulis hehe.. kom bek dah skrg..

  16. dah lama gak baca journalmu yang kayak gini :P*ato guenya yang ketinggalan yaks? xixixixixixi

  17. Awas… Jangan ampe muntah ya mas lihat baliho tu tiap hari. Hahaha

  18. mba yang lugu.. betool.. di depan rumah ada baliho gambar pejabat narsis, juelek pol haha…

  19. Ada yang parah mas… dipakein make up tapi ketebelan. bener2 kaya badut dah… Aku ketawa sendiri kalo liat yang macam ntu.Ps : kayanya bikin postingan yang ini setelah liat baliho narsis ya mas?Xixixi

  20. mba yang lugu.. haha lucu ya.. kaya liat badut..haha, keren amrozi cs yah..

  21. Hahaha… Ngebahas iklan toh… Aku suka ketawa sendiri kalo liat foto calon pejabat yang fotonya guedeee banget. Mending ganteng… Eh gak tau mas… Hahaha

  22. mba Mift..disana kan pada tertib mba..cak Alex, haha… besuk yen nyalon bupati. pesen sampean ajah

  23. kirim kesinih ajah.. biar tak poles

  24. Sudah lama sekali tdk melihat baliho-baliho serupa pemilu, disini mah jarang ada hehe…

  25. cak Nono, wah meh jd warga cuntel iki mesti, meh dipek mantu pak lurah kopeng hehe….

  26. Ah..gosip kae..wekekekeekek..arep pindah dadi warga Jateng wae ahh..hahahaha

  27. mba Sinung.. potoku marai laler berdatangan jewcak Nono.. jare meh nyalon walikota mbatu.. syap jd tukang poto akuh haha..

  28. Males dah ndelok deknen hehehehe

  29. Fotomu wae mas Dhave sing dipasang kkkk

  30. sist Ave… terus ekploitasi diri walau terkesan wagu.

  31. Hahaha… Ya begitulah kehidupan yang begitu absuditasnya sangat jelas

  32. bu Penny… wah ndak saya saja yg sakit mata ternyata.. ngejrenk dan norak habis dah haha.

  33. heheheh iyah, apalagi background warna kan biasanya berdasar warna partai tuh.. yg notabene genjreng abisss.. tambah bikin sakit mata pastinya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...