Manusia Purba Perangi Vandalisme

Suatu sore saat berjalan-jalan disebuah taman di dekat Twin Tower Petronas Malaysia, duduk disebuah pohon yang rindang berlindung dari panasnya mentari tropis. Lagi enak ngadem dan bersandar disebuah batang pohon, lirikan mata ini mengarah disebuah tulisan tangan dengan huruf kapital “JUKI LOVE PARTI”, “TxGxx”. Nampak dua baris huruf dan salah satu hurufnya menunjuk salah satu kota di Jawa Tengah, nampak nangkring jelek di batang pohon. Buru-buru pergi daripada kena malu gara-gara tulisan tersebut. Sebuah spontanitas yang menggambarkan rasa malu akan tindakan kurang terpuji dari orang yang tak bertanggung jawab.
Mungkin tindakan menulis “JUKI LOVE PARTI TeGxL” disebuah batang pohon bisa dikatakan sebagai vandalisme. Menurut eyang WIki Vandalisme adalah penambahan, penghapusan, atau pengubahan isi yang secara sengaja dilakukan untuk mengurangi kualitas ensiklopedia. Sebuah pertanyaan muncul, mengapa vandalisme identik dengan citra negatif?. kembali menurut Eyang Wiki; vandalisme yang paling umum adalah mengganti tulisan yang ada dengan hal-hal yang menyebalkan, mengosongkan halaman, atau menyisipkan lelucon yang konyol dan hal-hal yang tak berguna lainnya, nah dari situlah mengapa vandalisme mendapat perspektif negatif.

Tak tahu persis kapan dan asal muasal vandalisme dimulai. Jika mencoba melihat jauh kebelakang, manusia purba juga sudah melakukan corat-coret dinding gua, tetapi karena berbeda masa dan peruntukan gua maka bukanlah menjadi sebuah masalah. Kembali sebentar ke belakang di saat nabi Musa menerima wahyu tentang 10 perintah Tuhan yang terukir dalam 2 loh batu “versi Alkitab”. Tulisan di 2 loh batu Tak jadi masalah juga, sebab saat itu Nabi Musa tak membawa daun papirus, lontar atau PDA. Sedikit kebelakang lagi, ditemukan beberapa prasasti dijaman kerajaan-kerajaan. Prasasti diatas sebuah bongkahan batu, bahkan sampai di ukir sedemikan rupa, tetapi itu juga tidak menjadi masalah sebab saat itu belum ada laptop dan printer.

Masa sekarang yang sudah canggih dan modern seperti ini, dimana harga alat tulis begitu murahnya, laptop dan printer bak sandal jepit, bahkan ponsel mungil juga bisa digunakan, mengapa orang masih kembali kejaman kerajaan, nabi-nabi bahkan masa prasejarah dengan menjadi Phytecantropus. saya kira orang-orang yang melakukan vandalisme bukanlah orang bodoh, sebab mereka tidak buta huruf dan bisa menggambar. Tindakan corat-coret dengan penghapus tinta, cat semprot, goresan benda tajam, atau alat-alat tulis lain menjadi pemandangan yang miris sekali tentunya.

Ditaman-taman kota, tempat wisata, gua, bebatuan bahkan sampai lereng gunung yang terjal masih saja dipenuhi manusia purba yang hidup dijaman modern. Yang menjadi pertanyaan, apakah tidak ada media untuk menulis atau mengekspresikan kreativitas orang-orang tersebut?. Sebuah dalil kemunafikan jika mengatasnamakan tidak ada media tulis, sebab kertas bukanlah daun lontar atau papirus dijaman Mesir kuno, atau kulit kambing dijaman kekaisaran China, atau batu dijaman kerajaan.

Apa sebenarnya yang menjadi tujuan dari vandalisme? dari sudut pandang lain saya mencoba mengatakan “PENGAKUAN”. Sebuah pengakuan akan eksistensi seseorang, kelompok, kaum dan ditempat tersebut. Bisa dikatakan Mas Juki dan mBak Parti ingin mengabadikan pernah memadu asmara di taman dekat Petronas Tower, dengan harapan orang bisa tahu akan mereka pernah disana. Atau anak-anak sekolah yang corat-coret di candi saat sedang asyik study tour, dengan maksud nanti adik kelasnya bisa tahu kalau kakak kelasnya atau sekolahnya pernah ketempat tersebut. Banyak lagi motivasi di balik dari sebuah pengakuan dengan tindakan vandalisme.

Permasalahan saat ini adalah, disaat pengakuan dalam wujud vandalisme tersebut sudah mengganggu dan merusak atas nama keindahan, kealamiahan dan tataran peraturan dan norma. Sebuah kesadaran tingkat tinggi diperlukan untuk menghentikan tindakan tersebut, tetapi akan jauh lebih sadar jika bisa membersihkan unsur vandalisme, baik tulisan dan lukisan yang bukan tempat yang semestinya ditorehkan.

Tulisan ini terinspirasi dari mbah Jarody Hestu

http:jarody.multiply.com/journal/item/236/PALS..vandalis_sejati?replies_read=12

Dalam waktu dekat, bersama rekan-rekan mencoba menjadi orang yang lebih sadar akan vandalisme dengan melakukan aksi “Mengosek Gunung Perangi Vandalisme”
Mohon dukungan dari rekan-rekan semua.

Salam

DhaVe

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. miyukidark said: Untuk suatu progres, butuh proses, untuk menjalani proses harus belajar caranya.Balik lagi, tergantung kemauan untuk belajar.”Why dont read the manual?”Yang malas itu kan belajarnya, maunya langsung instant aja. Kalo enggak bisa, kembali pakai cara lama. Bilangnya, yang baru itu, “susah”.

    hahahaha… :Dbener juga Om…. “susah’

  2. dhave29 said: kalo terlambat kok gak ada progresifnya sama sekali, mungkin kemunduran kali yah?

    Untuk suatu progres, butuh proses, untuk menjalani proses harus belajar caranya.Balik lagi, tergantung kemauan untuk belajar.”Why dont read the manual?”Yang malas itu kan belajarnya, maunya langsung instant aja. Kalo enggak bisa, kembali pakai cara lama. Bilangnya, yang baru itu, “susah”.

  3. miyukidark said: Hanya terlambat Mas..Seperti halnya gebug kecoak pakai botol obat nyamuk.Wahahaha

    Hahaha…. tapi kalo gebug kecoak pake botol..setidaknya ramah lingkungan….denga konsep dan tujuan yang sama…. lha kalo anarki kan ciliko..kalo terlambat kok gak ada progresifnya sama sekali, mungkin kemunduran kali yah?

  4. dhave29 said: masa jahiliah di era modern hehehehe :Dmungkin mereka yang terlambat atau tidak berevolusi kali… atau terjadi degradasi ovolusi

    Hanya terlambat Mas..Seperti halnya gebug kecoak pakai botol obat nyamuk.Wahahaha

  5. miyukidark said: Jaman prasejarah emang ga pernah berakhir.Banyak koq contoh perilaku jaman prasejarah yang masih berlaku hingga jaman modern ini.Contoh kecil aja, dalam menyelesaikan sebuah persoalan kecil ujug2 berakhir dengan kekerasan. Teriak mengaum, sumpah serapah kebon binatang bahasa purba yang dirangkai dalam kosakata modern dan ujung2nya buk bak buk bak buk.

    masa jahiliah di era modern hehehehe :Dmungkin mereka yang terlambat atau tidak berevolusi kali… atau terjadi degradasi ovolusi

  6. soleno said: seperti foto, mereka pengen diabadikan..tapi caranya salah

    Jaman prasejarah emang ga pernah berakhir.Banyak koq contoh perilaku jaman prasejarah yang masih berlaku hingga jaman modern ini.Contoh kecil aja, dalam menyelesaikan sebuah persoalan kecil ujug2 berakhir dengan kekerasan. Teriak mengaum, sumpah serapah kebon binatang bahasa purba yang dirangkai dalam kosakata modern dan ujung2nya buk bak buk bak buk.

  7. soleno said: seperti foto, mereka pengen diabadikan..tapi caranya salah

    iya Om… semoga cara saya juga tidak keliru dengan mengabadikan karya mereka…..

  8. marpleholmes said: wihh… mantab, nice posting… boleh sebarkan juga, mas?

    seperti foto, mereka pengen diabadikan..tapi caranya salah

  9. marpleholmes said: wihh… mantab, nice posting… boleh sebarkan juga, mas?

    Boleh..boleh dengan senang hati…sipersilahken…tenkyu Sist…

  10. lalarosa said: Sepertinya perlu disediakan media khusus ya, untuk orang2 yg hobby corat-coret biar tersalurkan hobby jahiliyahnya :))

    wihh… mantab, nice posting… boleh sebarkan juga, mas?

  11. lalarosa said: Sepertinya perlu disediakan media khusus ya, untuk orang2 yg hobby corat-coret biar tersalurkan hobby jahiliyahnya :))

    ya di rumahnya mBah Mul dan Kipli ini mBak….

  12. dhave29 said: menurut Eyang Wiki; vandalisme yang paling umum adalah mengganti tulisan yang ada dengan hal-hal yang menyebalkan, mengosongkan halaman, atau menyisipkan lelucon yang konyol dan hal-hal yang tak berguna lainnya, nah dari situlah mengapa vandalisme mendapat perspektif negatif.

    Sepertinya perlu disediakan media khusus ya, untuk orang2 yg hobby corat-coret biar tersalurkan hobby jahiliyahnya :))

  13. bambangpriantono said: Tanggal abang ono ning endi?

    masih di skedul….nanti kami kabari oM mBamb…

  14. dhave29 said: amplas mbe sikat wojo oM mBamB…ikod yah… ikod…

    Tanggal abang ono ning endi?

  15. elok46 said: mereka butuh pengakuan mereka ingin diakui mereka dengan keegoisannyadengan kesombonganya :)nice posting ELOK LIKE THIS

    yups sebuah pengakuan…. dengan cara yang salah…makasih mBak Elok…..salam

  16. bambangpriantono said: Siap2 nggowo amplas yooo

    amplas mbe sikat wojo oM mBamB…ikod yah… ikod…

  17. simplyhapinessme said: Postingan yang menarik mas,… dukung aksinya mengosek gunung untuk memerangi vandalisme ^^

    mereka butuh pengakuan mereka ingin diakui mereka dengan keegoisannyadengan kesombonganya :)nice posting ELOK LIKE THIS

  18. simplyhapinessme said: Postingan yang menarik mas,… dukung aksinya mengosek gunung untuk memerangi vandalisme ^^

    mereka butuh pengakuan mereka ingin diakui mereka dengan keegoisannyadengan kesombonganya :)nice posting ELOK LIKE THIS

  19. simplyhapinessme said: Postingan yang menarik mas,… dukung aksinya mengosek gunung untuk memerangi vandalisme ^^

    Siap2 nggowo amplas yooo

  20. simplyhapinessme said: Postingan yang menarik mas,… dukung aksinya mengosek gunung untuk memerangi vandalisme ^^

    terimakasih….. mari..mari….mari…….

  21. giehart said: mengosek……..butuh kepedulian ekstra….kerna bukan bukan kerjaan yang ringan…

    yups Om.. Gie.. langkah awal yang berat sepertinya…..tapi tidak salah jika kita coba….mariii….. bersihkan dari vandalisme….

  22. otto13 said: Aku dukung dech dari toko, upaya ngosek gunung perangi vandalisme..

    makasih Om…kalo dari toko besi; kirim thiner ama sikat kawat ya Om….

  23. sulisyk said: malu aku …malu aku hahahahatapi bener juga ya dipucuk gunung yang terjal aja banyak terdapat coretan2 ga genah gitu, bahkan di batu2 yang dkeramatkan aja orang masih saja iseng corat coret piye jal?

    saatnya yang belom terkontaminasi kita selamatkan dan yang sakit kita sembuhkan.. ayook…ayook.. soook gosok…

  24. cantigicientaku said: aku suka genre musiknya the vandals

    2 tumbns donk…

  25. pennygata said: Iyah dhave, sering bgt kalo ke gunung ato kemana gitu, dibatu2 selalu ada tulisan ….was here ! Entah maksudnya biar org tau mereka udah nyampe disitu ato gimana? gak enak bgt dilihat…Itu mengosek gunung, maksudnya bersihin coretan2 yg udah ada?Hmmm mudah2an berhasil yah…Tapi sebetulnya yg penting jg kan menanamkan pengertian spy gak melakukan itu, ato apa difasilitasi ajah heheheheh , misal, yg mau coretmoret, ukirmengukir, tlg dikerjakan di batu ini ajah *disediakan 1 batu khusus* heheheheheh

    Postingan yang menarik mas,… dukung aksinya mengosek gunung untuk memerangi vandalisme ^^

  26. pennygata said: Iyah dhave, sering bgt kalo ke gunung ato kemana gitu, dibatu2 selalu ada tulisan ….was here ! Entah maksudnya biar org tau mereka udah nyampe disitu ato gimana? gak enak bgt dilihat…Itu mengosek gunung, maksudnya bersihin coretan2 yg udah ada?Hmmm mudah2an berhasil yah…Tapi sebetulnya yg penting jg kan menanamkan pengertian spy gak melakukan itu, ato apa difasilitasi ajah heheheheh , misal, yg mau coretmoret, ukirmengukir, tlg dikerjakan di batu ini ajah *disediakan 1 batu khusus* heheheheheh

    mengosek……..butuh kepedulian ekstra….kerna bukan bukan kerjaan yang ringan…

  27. pennygata said: Iyah dhave, sering bgt kalo ke gunung ato kemana gitu, dibatu2 selalu ada tulisan ….was here ! Entah maksudnya biar org tau mereka udah nyampe disitu ato gimana? gak enak bgt dilihat…Itu mengosek gunung, maksudnya bersihin coretan2 yg udah ada?Hmmm mudah2an berhasil yah…Tapi sebetulnya yg penting jg kan menanamkan pengertian spy gak melakukan itu, ato apa difasilitasi ajah heheheheh , misal, yg mau coretmoret, ukirmengukir, tlg dikerjakan di batu ini ajah *disediakan 1 batu khusus* heheheheheh

    Aku dukung dech dari toko, upaya ngosek gunung perangi vandalisme..

  28. pennygata said: Iyah dhave, sering bgt kalo ke gunung ato kemana gitu, dibatu2 selalu ada tulisan ….was here ! Entah maksudnya biar org tau mereka udah nyampe disitu ato gimana? gak enak bgt dilihat…Itu mengosek gunung, maksudnya bersihin coretan2 yg udah ada?Hmmm mudah2an berhasil yah…Tapi sebetulnya yg penting jg kan menanamkan pengertian spy gak melakukan itu, ato apa difasilitasi ajah heheheheh , misal, yg mau coretmoret, ukirmengukir, tlg dikerjakan di batu ini ajah *disediakan 1 batu khusus* heheheheheh

    malu aku …malu aku hahahahatapi bener juga ya dipucuk gunung yang terjal aja banyak terdapat coretan2 ga genah gitu, bahkan di batu2 yang dkeramatkan aja orang masih saja iseng corat coret piye jal?

  29. pennygata said: Iyah dhave, sering bgt kalo ke gunung ato kemana gitu, dibatu2 selalu ada tulisan ….was here ! Entah maksudnya biar org tau mereka udah nyampe disitu ato gimana? gak enak bgt dilihat…Itu mengosek gunung, maksudnya bersihin coretan2 yg udah ada?Hmmm mudah2an berhasil yah…Tapi sebetulnya yg penting jg kan menanamkan pengertian spy gak melakukan itu, ato apa difasilitasi ajah heheheheh , misal, yg mau coretmoret, ukirmengukir, tlg dikerjakan di batu ini ajah *disediakan 1 batu khusus* heheheheheh

    aku suka genre musiknya the vandals

  30. pennygata said: Iyah dhave, sering bgt kalo ke gunung ato kemana gitu, dibatu2 selalu ada tulisan ….was here ! Entah maksudnya biar org tau mereka udah nyampe disitu ato gimana? gak enak bgt dilihat…Itu mengosek gunung, maksudnya bersihin coretan2 yg udah ada?Hmmm mudah2an berhasil yah…Tapi sebetulnya yg penting jg kan menanamkan pengertian spy gak melakukan itu, ato apa difasilitasi ajah heheheheh , misal, yg mau coretmoret, ukirmengukir, tlg dikerjakan di batu ini ajah *disediakan 1 batu khusus* heheheheheh

    yeah itulah yang terjadi Sist..Mengosek; iyah….kita bersihakan tulisan-tulisan tersebut… dan memberikan sedikit pembelajaran betapa susahnya membersihkan…Kita tidak menyediakan tempat untuk corat-coret dan itu sengaja, kalau disediakan ntar bisa nular kemana-mana….

  31. giehart said: selama ini, banyak anak muda yang dengan bangga menuliskan kelompok atau group nya didinding sebagai identitas kelompoknya,….karena tak beraturan maka menjadikan pemandangan yang tak sedap…..

    Bethul Om Gie…Lha kalo di sepanjang jalur pendakian…”sungguh memalukan”

  32. amarylli said: Mengosek gunung ? Hmm…Lanjutkan teman ! Gudlak 🙂

    kaya ngosek WC aja yah…

  33. smallnote said: Selamat mendaki, Mas…Bawa pulang ceritanya ke sini

    masih di rencanakan dan dirembug manteng-mateng Sist

  34. Iyah dhave, sering bgt kalo ke gunung ato kemana gitu, dibatu2 selalu ada tulisan ….was here ! Entah maksudnya biar org tau mereka udah nyampe disitu ato gimana? gak enak bgt dilihat…Itu mengosek gunung, maksudnya bersihin coretan2 yg udah ada?Hmmm mudah2an berhasil yah…Tapi sebetulnya yg penting jg kan menanamkan pengertian spy gak melakukan itu, ato apa difasilitasi ajah heheheheh , misal, yg mau coretmoret, ukirmengukir, tlg dikerjakan di batu ini ajah *disediakan 1 batu khusus* heheheheheh

  35. selama ini, banyak anak muda yang dengan bangga menuliskan kelompok atau group nya didinding sebagai identitas kelompoknya,….karena tak beraturan maka menjadikan pemandangan yang tak sedap…..

  36. Mengosek gunung ? Hmm…Lanjutkan teman ! Gudlak 🙂

  37. Selamat mendaki, Mas…Bawa pulang ceritanya ke sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...