Busanaku Bukan Profesiku

Pakaian atau busana menunjukan sebuah profesi, bolehlah dikatakan seperti itu. Putih-putih identik dengan rumah sakit, biru laut identik dengan PDAM atau Telkom, Merah dan merah muda identik dengan Pemadam kebakaran, Tim Sar, Pasukan hijau dan korps seragam cokelat sudah pasti polisi apalagi loreng-loreng. Prediksi tersebut bisa dikatakan benar apa adanya, sebab mereka yang mengenakan seragam dari rumah sudah bisa ditebak dengan mudah, karena bekerja di lembaga pemerintahan dan harus berseragam . Nah bagaimana dengan sebuah instansi swasta yang sedikit memberi kebebasan karyawannya untuk berbusana.
sejak SMP sudah kencanduan novel detektif STOP, atau sekedar komik Kindaichi dan Conan dengan Sinichi Kudo-nya membuat otak ini selalu penasaran dan bertanya-tanya. Memang bukan sebuah hal penting bagi saya dan Anda, tetapi rasa penasaran ini memupus penting gak penting. Selayaknya orang tidak ada kerjaan maka terkadang iseng saja untuk membuka tabir penasaran tentang busana dan profesi.

Di sebuah bus BRT (mirip trans Jakarta) duduk dikursi belakang sambil mata ini jelalatan dan memegang tas ransel dan sepeda. Terlihat seorang pemuda dan bapak-bapak dengan pakaian rapi, necis wangi, dengan tas agak lusuhnya “ini profesinya apa ya”. Nah bus berhenti dan mereka keluar, kebetulan jarak dengan kantor sudah dekat, ikuti saja mereka sambil menenteng sepeda butut ini. Disebuah halte, investigasi di mulai, mereka berjalan menuju sebuah lahan yang cukup luas untuk sebuah proyek gedung bertingkat. Ini pasti orang teknik sipil, atau insinyur konstruksi, otak saya menarawang. Disebuah bangunan semi permanen mereka masuk, dan tak berapa lama mereka keluar dengan seragam dan alat kerjanya. Sebuah pakaian jeans dan kaus kumal sambil mendorong sonkro (grobak kecil), ternyata mereka tukang batu. Senyum mengembang dan berkata “selamat bekerja Pak dan Mas, jangan lupa helm dipakai terus” genjot….

Sore pulang kerja seperti biasa, dengan sepeda butut keluar gerbang kantor. Melintas didepan saya sesosok perempuan cantik, dengan riasan sederhana dan tas kecil di pundaknya. Kebetulan ia naik sebuah angkota kuning, dan kenapa otak ini memerintahkan “ikuti”. Dengan sepeda butut tergopoh-gopoh mengikuti angkot kuning sambil mata sesekali melirik adakah yang turun, sapa tau mBaknya tadi. Hampir 1 km mengikuti angkot tersebut, belom ada tanda-tanda dimana mBaknya tadi berhenti. Nah mendekati terminal bus, lampu sen angkot bagian kiri berkedip-kedip dan mBaknya tadi turun. Dari jarak 25 meter mengikuti dari belakang sambil terus penasaran. Disebuah gang sesosok wanita tersebut masuk, “gila kerja apa ya….?” begitu memasuki gang tersebut mata terbelalak dengan sebuah papan nama “REPUBLIK KONDOM”. Langkah kaki terhenti dan harus berhenti, sudah cukup dan kebetulan ada sebuah pos ojek mampir sebentar untuk menghilangkan rasa dahaga. Sebuah pertanyaan terakhir terlontar pada tukang ojek yang mangkal, “mas cewek tadi kerja disini”, dan telinga seolah enggan untuk mendengar jawaban “dia lonte yang kerja di karoke ujung sana’. Stoooooooop…. Stoooop…. pulang…. pulang….

Kapok rasanya dengan kegiatan seputar busana dengan profesi, ternyata banyak sekali kamuflase dibalik itu. Tak ada yang pasti dan benar jika menilik jauh kedepan, banyak polisi gadungan, banyak big boss berpakaian preman, banyak kyai laiknya bajingan, tak sedikit parlente ternyata copet. Tak ada aturan baku tentang busana dan profesi, tak seperti dulu yang menganut falsafah “ajining sariro ana ing busono” (harga diri di pakaian), layaknya raja dengan pakaian kebesaran dan rakyat jelata dengan pakaian sederhananya.

salam hormat kepada Dokter Jimmy, yang konsiten dengan kaus oblong dan celana jeans belelnya, pengabdian dan dedikasimu didunia kesehatan tak seperti busanamu. Biarkan orang bicara engkau tidak necis, nglomprot, atau tidak rapi, tapi tangan dinginmu memberi kesembuhan kepada banyak orang tanpa ada tarif dan patokan layaknya kebebasanmu berpakaian. Sebuah pernyataan terakhir dari beliau “saya kerja dan berkarya dengan otak dan tangan, bukan dengan pakaian”.

Salam

DhaVe
Meja Lab ku, 5 Februari 2010, 09:15

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. miyukidark said: Semenjak lulus sekolah saya belum pernah menyentuh yang namanya seragam lagi.

    wah hahaha… iya yah…

  2. tatafebrian said: Tata juga suka sama dokter yang pake tshirt dan jeans belel, pake sepatu kets :)Ditempat kak Irma tuh ada 3 ky gini 🙂

    wow…. mantab nie mBak….salud saluud

  3. smallnote said: Kurang lebih seperti Bob Sadino. Hahaha…

    iyah… don luk buk from the koper

  4. portalphoto said: ya karena busana pulalah jw mariot dan ritz carlton kena bom

    ahay masuk akal juga yah?

  5. dhave29 said: salam hormat kepada Dokter Jimmy, yang konsiten dengan kaus oblong dan celana jeans belelnya, pengabdian dan dedikasimu didunia kesehatan tak seperti busanamu.

    Semenjak lulus sekolah saya belum pernah menyentuh yang namanya seragam lagi.

  6. dhave29 said: salam hormat kepada Dokter Jimmy, yang konsiten dengan kaus oblong dan celana jeans belelnya, pengabdian dan dedikasimu didunia kesehatan tak seperti busanamu.

    Tata juga suka sama dokter yang pake tshirt dan jeans belel, pake sepatu kets :)Ditempat kak Irma tuh ada 3 ky gini 🙂

  7. larass said: huahaha jangaaaannnnnnn 😀

    Kurang lebih seperti Bob Sadino. Hahaha…

  8. larass said: huahaha jangaaaannnnnnn 😀

    ya karena busana pulalah jw mariot dan ritz carlton kena bom

  9. larass said: huahaha jangaaaannnnnnn 😀

    aman…aman kok

  10. dhave29 said: piye yo..? gak perlu saya buntuti kan?

    huahaha jangaaaannnnnnn 😀

  11. agnes2008 said: Lho bukannya bakso langgananmu dulu…? Presiden Obamakah? Lupa aku

    Hahaha… lali aku….sejak yang jual kencing dekat tiang listrik aku ogah beli lagi,,,sumpah wuek..wueek

  12. sdewi said: rajin yak ngikutin orang..hehehe…

    cuma penasaran mBak nie heheheiseng sajah,,,, ati-ati kalo ada yang ikutin.. masuk aja ke kantor pos eh kantor pulisi dink… 😀

  13. rirhikyu said: saya anak kuliahan .. wakakakak… *gak inget umur

    kuliah subuh apa kuliah 7 menit mBak?

  14. lalarosa said: busana membuat orang tertipu kesan pertama yang menyesatkan setelah tampang

    kesan pertama begitu menggoda, setelah itu terserah anda…

  15. dhave29 said: apa ikuh mBak?

    Lho bukannya bakso langgananmu dulu…? Presiden Obamakah? Lupa aku

  16. larass said: Huahaha nek aku piye yo?

    rajin yak ngikutin orang..hehehe…

  17. larass said: Huahaha nek aku piye yo?

    saya anak kuliahan .. wakakakak… *gak inget umur

  18. larass said: Huahaha nek aku piye yo?

    busana membuat orang tertipu kesan pertama yang menyesatkan setelah tampang

  19. larass said: Huahaha nek aku piye yo?

    piye yo..? gak perlu saya buntuti kan?

  20. 5191t said: ngitip sik Om..

    suilahken…. Om Git…

  21. agnes2008 said: Mending tuku bakso Mr.Presiden

    Huahaha nek aku piye yo?

  22. agnes2008 said: Mending tuku bakso Mr.Presiden

    ngitip sik Om..

  23. agnes2008 said: Mending tuku bakso Mr.Presiden

    apa ikuh mBak?

  24. elok46 said: nah itukan yang saya bilang maswakakaka wes ora melu melu

    hahaha….makanya saya menghentikan langkah, ntar ada yang liat aku ditempat getuan langsung kena cap… pa gak cilaka…. “sabun hidung mahal mBak”

  25. dhave29 said: kalo diikutin ntar kena tarif perjam loh hahaha”

    Mending tuku bakso Mr.Presiden

  26. elok46 said: setuju, tapi tak dipungkiri bahwa pakaian memang merupakan tolak ukur awal untuk sebuah harga diri (dihormati), tapi ingat bukan gila hormat hanya saja kita tetep tau bahwasanya kita harus bisa menepatkan diri dimana kita seharusnya berpakaian layak menurut umum. seperti ke acara nikahan masak mau pake celana pendek dan kaos oblong. tapi setuju banget untuk hal kita bekerja dengan otak bukan penampilan.hehehehetrus sicewek piye ceritane

    nah itukan yang saya bilang maswakakaka wes ora melu melu

  27. elok46 said: setuju, tapi tak dipungkiri bahwa pakaian memang merupakan tolak ukur awal untuk sebuah harga diri (dihormati), tapi ingat bukan gila hormat hanya saja kita tetep tau bahwasanya kita harus bisa menepatkan diri dimana kita seharusnya berpakaian layak menurut umum. seperti ke acara nikahan masak mau pake celana pendek dan kaos oblong. tapi setuju banget untuk hal kita bekerja dengan otak bukan penampilan.hehehehetrus sicewek piye ceritane

    yah… masalah busana alangkah bijaksana sesuai situasi dan kondisi mBak”ceweknya.. biarkan dengan profesinya, kalo diikutin ntar kena tarif perjam loh hahaha”

  28. riairwanty said: Ulasan menarik di pagi menjelang siang nih,*met aktifitas*

    makasih mBakmet aktivitas juga….. menjelang siang

  29. sulisyk said: susul pakai MB 1525, nek ora enteni ning kediri xixixixixixi

    setuju, tapi tak dipungkiri bahwa pakaian memang merupakan tolak ukur awal untuk sebuah harga diri (dihormati), tapi ingat bukan gila hormat hanya saja kita tetep tau bahwasanya kita harus bisa menepatkan diri dimana kita seharusnya berpakaian layak menurut umum. seperti ke acara nikahan masak mau pake celana pendek dan kaos oblong. tapi setuju banget untuk hal kita bekerja dengan otak bukan penampilan.hehehehetrus sicewek piye ceritane

  30. sulisyk said: susul pakai MB 1525, nek ora enteni ning kediri xixixixixixi

    ayoh bu… pancal gasss polll

  31. sulisyk said: habis moementnya bikin tangan gatel nih pak jadi terpaksa kameranya dikeluarkan wakakakakaka

    Ulasan menarik di pagi menjelang siang nih,*met aktifitas*

  32. sulisyk said: habis moementnya bikin tangan gatel nih pak jadi terpaksa kameranya dikeluarkan wakakakakaka

    makane tak hentikan…..sekarang makan dulu….ntar hunting bareng,,,, kita naik di kap atas ajah ya,,,,,biar anak buahku yang nyetir…

  33. agnes2008 said: Ra bakal kesusul…. (cah gemb…..)

    susul pakai MB 1525, nek ora enteni ning kediri xixixixixixi

  34. dhave29 said: Tak ikut Om,,, sapa takut….Aku naik mobil dengan tulisan PATWAL, sirine tak kencengke…. trus tak potong jalannya….gedor pintunya….”surat-suratnya mana….. tau gak salahnya… kalo nyetir itu yang tertib jangan sambi ngiceng lensa dan jahit””sekarang keluarkan dompet, ayo kita makan bareng… lapar aku Om”

    habis momentnya bikin tangan gatel nih pak jadi terpaksa kameranya dikeluarkan wakakakakaka

  35. agnes2008 said: Ra bakal kesusul…. (cah gemb…..)

    Ah yang bener,,,, Scania yang ngikutin aku deh sekarang…”mau nyalib mobil patwal dengan lampu sen kedip-kedip kanan dan kiri,,,,””salib tungkak”

  36. sulisyk said: wakakakakakaka si conan kapoooooook :))hayo sesok coba ikuti saya om, dibelakang scania :))

    Tak ikut Om,,, sapa takut….Aku naik mobil dengan tulisan PATWAL, sirine tak kencengke…. trus tak potong jalannya….gedor pintunya….”surat-suratnya mana….. tau gak salahnya… kalo nyetir itu yang tertib jangan sambi ngiceng lensa dan jahit””sekarang keluarkan dompet, ayo kita makan bareng… lapar aku Om”

  37. sulisyk said: wakakakakakaka si conan kapoooooook :))hayo sesok coba ikuti saya om, dibelakang scania :))

    Ra bakal kesusul…. (cah gemb…..)

  38. dhave29 said: ebuah pertanyaan terakhir terlontar pada tukang ojek yang mangkal, “mas cewek tadi kerja disini”, dan telinga seolah enggan untuk mendengar jawaban

    wakakakakakaka si conan kapoooooook :))hayo sesok coba ikuti saya om, dibelakang scania :))

  39. agnes2008 said: Sing penting rapi, resik…. Ojo mambu hehehe….Thukul mode : don luk nde buk prom nde kaper… (ampe bosen denger istilah ini

    hahaha…. hahaha….aku tetep resik dan wangi, yen rapi ogak tentu…..

  40. agnes2008 said: Pageeeeeeee…

    Sing penting rapi, resik…. Ojo mambu hehehe….Thukul mode : don luk nde buk prom nde kaper… (sering bgt. denger istilah ini)

  41. agnes2008 said: Pageeeeeeee…

    sugeng enjing ugi mBakyu,,,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sangiran, Warisan Nenek Moyang yang Diakui UNESCO

Ada sebuh cerita, dulu ditempat ini banyak sekali raksasa. Kehadiran raksasa ditunjukan dengan adanya tulang-tulang berukuran besar. Meskipun tulang-tulang tersebut tidak utuh, tetapi bisa membuktikan, ...