SBY Mencari Pembantu Buatan Dalam Negeri

2 hari mengikuti “SBY mencari Pembantu”, dari mulai audisi, test kesehatan sampai dengan uji kelayakan dan kepatutan coba saya ikuti sampil nyangkul. Selesai sudah dan akhirnya di umumkanlah kabinet Indonesia bersatu julid 2. Beragam tanggapan muncul di Masyarakat mengenai komposisi dan personal dari pembantu presiden tersebut.

Salah satu yang cukup heboh adalah terpilihnya Ibu Endang Rahayu yang menggantikan MenKes Ibu Siti Supari. Banyak kontroversi dan konspirasi dibalik terpilihnya mentri yang baru, walau sebelumnya ada seorang ibu yang istri mantan mentri yang gagal karena alasan yang kurang jelas. Banyak kecaman dari berbagai pihak tentang terpilihnya menkes yang baru tersebut, diantaranya “bawa virus H5N1 keluar Indonesia, dipecat dari litbang flu burung, antek amerika (dengan lab NAVY)”. Tindakan membawa sampel virus lalu dipindah tugaskan, sempat dikemukakan oleh Menkes lama dan Menkes yang baru pun katanya telah mengakui dan meminta maaf, sehingga permasalah telah selesai. Yang menjadi masalah adalah antek dari Amerika dibidang kesehatan.

Berpindah ke daerah lain, banyak tanggapan dari kalangan berpendikan tinggi. Demo mahasiswa yang mengecap Presiden dan para mentri yang dianggap “neo liberalism” dan “siap menjadi oposisi”. Dagelan disiang bolong dan penyesalan setelah orgasme tentunya. Kenapa seblumnya tidak berfikir berkali-kali lipat dan berfikir kembali bagaimana buntut dari orgasme tersebut. Neo liberalism, mereka mengatakan seperti itu, tetapi mereka tidak sadar saat pulang demonstrasi traktir ceweknya di KFC, on line di hot spot gratisan sambil buka Mulkipli dan update status FB, nah siapa yang neo liberalism.

Oposisi adalah bagian tersulit dimana harus menjadi pembeda dan fungsi kontrol. Nah bagaimana kalau pemerintahan berada di jalur yang benar, baik dan terkendali dengan baik? apakah harus memasang paku di rel, mencopoti mur baut rel atau sekedar membuat wacana gertak sambel yang menggelitik pemerintah. Pemerintah sekarang bukan orang yang asal pilih, mereka adalah orang terbaik negri ini yang lolos dari sebuah seleksi alam yang penuh konspirasi. Tidak memungkinkan orang nomer satu bisa jatuh, semua mungkin terjadi.

Beralih di sebuah situs jejaring FB, ada sebuah status “Indonesia negeri yang kaya, kenapa rakyat tetap miskin, SDA alam melimpah kenapa diberikan kepada pihak asing, Indonesia budak Amerika, kapan rakyat adil, makmur sejahtera”. Wah sebuah status yang kritis sekali, tatapi bagi saya itu adalah sebuah pengkhianatan dan menyakitkan republik ini. Saya tahu dan paham, siapa yang menulis itu dan saat ini menjadi apa dimana. Menjadi TKI di Asia Timur dan bekerja di Kantor Manca, dengan alasan mencari duit, kenapa masih tega menulis status seperti itu.

Beralih ke iklan Elektronik “cintailah ploduk-ploduk dalam negri” sungguh kebanggaan tersendiri punya produk sendiri. Namun yang terjadi kontradiksi, buruh dari pabrik tersebut berdemontrasi menuntut gaji mereka yang UMR Sidoarjo dipotong sebesar 50ribu oleh manajemen. Mau berkata apa sekarang, cinta produk dalam negri, tetapi sudah UMR dipotong lagi?

Iseng jalan ditoko out door,
“brow pilih eiger atau north face”
“aku tetep north face lah”
“lho eiger kan lokal, katanya cinta produk Indonesia”
“the north face juga diproduksi di Indonesia kan, bangsa kita sendiri yang biki, lebih bagus, standar gaya lagiiii….”
akhirnya tidak jadi beli dan pindah di warteg yang asli tegal…

Salam, semoga berkenan

DhaVe
Lab, 23 Oktober 2009 ; 09:20

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. dhave29 said: aa..aa…ayo…. me..mem..meee…menujuu.uuu.. Tee..te Ka…TKP…yaa..yaa….yaeeeeeeeee…..

    @riadyb; wah… anda salah, yang pasti aku bukan pabrik kamera dan lensa di Indonesia dan buat anggaran subsidi kamera dan lensa dalam APBN hehehe….. hayooo pilih akuu…[email protected]; setujuuu melok.. rambut jagong ya oleh… siiip mari kita dukung…

  2. dhave29 said: aa..aa…ayo…. me..mem..meee…menujuu.uuu.. Tee..te Ka…TKP…yaa..yaa….yaeeeeeeeee…..

    Hooho.. Kalo perlu rambut dicat mirip sabut kelapa juga..Yah, dukung aja ..

  3. dhave29 said: aa..aa…ayo…. me..mem..meee…menujuu.uuu.. Tee..te Ka…TKP…yaa..yaa….yaeeeeeeeee…..

    seandainya mas dave jadi menkominfo…di rangsel sdh ada kamera n lensa baru neh….

  4. dhave29 said: aa..aa…ayo…. me..mem..meee…menujuu.uuu.. Tee..te Ka…TKP…yaa..yaa….yaeeeeeeeee…..

    @laptopmini; i…ii..yaa..ya… hahaha… (susah dan boros kalee….) YaEeeeeeeeeeee….

  5. dhave29 said: aa..aa…ayo…. me..mem..meee…menujuu.uuu.. Tee..te Ka…TKP…yaa..yaa….yaeeeeeeeee…..

    Dhave gagap.. 🙂

  6. dhave29 said: Beralih ke iklan Elektronik “cintailah ploduk-ploduk dalam negri”

    @alexhamz; hahaha mathuuk thoook….lho… tak kasih tahu… di jawa bagian barat, entah mana itu… ada sebuah perusahaan asembling kamera untuk Canon dan Nikon… sak lensa-lensane, aku punya teman yang kerja di bagian body…. dan gila aja… buatan kita ntuh yang dijual ke eropa, amrik dengan label made in japan… whayooo.. temen iki. aku bisa kon nyolongke mark1d dan L800mm, bar kui dek en dipecat, dipenjara, kamera dan lensa disita hahaha… ketat banget katanya… aku juga heran, kerja di nikon dan canon, gearnya Olympus “untuk menghindarkan fitnah” katanya begitu…wes aku jadi menkominfo… target 100hari “harga kamera turun, lensa diskon 50%, lawang 1000 jadi freee buat yang berkalung kamera” , rego gorengan di kucingan juga turun, buat infantri dapat potongan lagi..special price..SETUJUUUUU…?

  7. dhave29 said: Beralih ke iklan Elektronik “cintailah ploduk-ploduk dalam negri”

    ada nggak ya produk kamera dalam negri yang mumpuni buat temen jalan kita….ruwet wess mikir negoro carut marut ini, mending diskusi foto ae sambil “ngocheng” plus teh slawi hangat yang kental… sedeeepppp, ayo Dhave kita demo juga… “Turunkan Harga Kamera dan Lensa… agar kami bisa terus berkarya, bercerita buat bangsa ini.., HIDUP Infantri..”

  8. @lala; kan bandule sudah di kalibrasi di badan standarisasi nasional dan metrologi.. wes di tok… syahhh… makasih mBak… salam

  9. timbangane sippppppp ga berat sebelah syalutttt 😀

  10. @elok; ya itu sejak dini mengajarkan nasionalisme… walau dalam wujud lagu… ya tho…?

  11. apanya yang mantaaaaaaaf

  12. @elok; setuju… mBak.. dimulai dari hal kecil untuk sebuah yang besar… saluuud mantaf…@vivi; aa..aa…ayo…. me..mem..meee…menujuu.uuu.. Tee..te Ka…TKP…yaa..yaa….yaeeeeeeeee…..

  13. Cukup tau aj berita d tv ttg politik. Debat ra mutu… Mari pindah ke opera van java.. Yaaaeee..

  14. hahaha selalu kontroversi klo embahas mslh politik kan??? makanya ak suka diem ja lah drpd panas semua. masalahnya orang tertuju pd perdebatan bukan diskusi bgiku perdebatan gak berguna krn cm mempertahankan pendapat masing2 sdg jk diskusi kt bisa lbh santai. bkn itu sih pokoknya heehe andai semua menyadari potensi masing2 tnp saling menghujat dan yang berpotensi jg tak meyalahi aturan tentu semua damai. tapi krn inilah dunia jadi yg bs SAYA lakukan @mendukung pemerintahan, cinta tanah air dgn cara saya semisal mengajarkan lagu patriotisme yg skrg jarang dikenalkan disekolah dan cintai lingkungan itu cukup ak gak mau muluk berat pertanggung jawabanymkdihadapan TUHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...