Kawanku Kasih Kalajengking Saat Minta Roti

Setelah lama berpisah akhirnya bertemu juga dengan kawan-kawan lama yang dulu senasib dalam satu almamater pendidikan di Perguruan Tinggi. Temu kangen, biasa disebut reuni adalah sebuah kesempatan untuk saling tukar cerita, mengenang masa lalu dan menguatkan rantai persahabatan. Tapi entah mengapa dalam reuni ini tiba-tiba muak melihat muka dan perbincangan yang terjadi.

Sebenarnya bukan hal yang prinsipil dan penting untuk dibahas, tetapi serasa bisa meruntuhkan moral untuk membangun tembok kebencian.
“kamu kerja dimana sekarang…?”
“kamu kerja dibagian apa…?”
“enak nggak kerja disana…?”
“ngomong-ngomong berapa gajinya… UMR kah…?”
“nggak mau cari tempat lain yang lebih enak dan mapan…?”
Seputar itulah kira-kira apabila saya dapat rangkum dari obrolan bersama kawan-kawan. Yang lebih parah lagi
“eh ditempat kamu buka lowongan nggak…?”.

Jijik dan jengkel mendengar keluhan, pertanyaan pembandingan, bersungut-sungut. Kenapa semua harus membicaraka kerjaan, salary, lowongan, enakan mana dan lain-lain. Kenapa tidak
“ingat ndak waktu kita dihukum bareng gara-gara telat kuliah”
“wah kita senasib pernah dapat IPK 1,14….”
“wah ini raja contek, ratu angkatan…”
atau apalah yang patut untuk dikenang, bukannya mempertontonkan dan menjadi ajang pameran hasil kerja dan jerih payah, atau sekedar gengsi-gengsian.

Apakah kemapanan, kenyamanan dan keberhasilan seseorang yang patut dibanggakan dan dibandingkan didasarkan dari pekerjaan, posisi, job description dan salary yang besar. Setiap orang lahir dan beroleh pendidikan sama, tetapi untuk masalah diatas tentunya Tuhan sudah menggariskan beda. Jadi ingat waktu duduk dibangku kuliah yang hampir 7 tahun ngendon dikampus, selalu berdoa “Tuhan berikan yang terbaik untuk pendidikanku”, begitu frustasi “Tuhan berikanlah aku pekerjaan yang sesuai kehendakMu”.

Saat sudah diberikan semuanya, Lulus dan memperoleh pekerjaan, maka terjawab sudah permintaan kita. Lantas kita mau apa lagi..? mau minta lagi, malu dunk. Pertanggung jawaban atas sebuah kelulusan yang mendekati drop out dan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan kepakaran, apakah sudah kita berikan kepada Tuhan yang sudah memberi? ataukah harus menyesal karena tidak sesuai dengan harapak kita. Tuhan tidak main dadu dalam memberi sesuati, ibarat seorang ayah tidak akan memberikan kalajengking apabila anaknya minta roti.

Mengutip dari perkataan Mario Teguh “datang dan bekerjalan dengan segenap hati, pikiran dan tenaga, berapapun upahmu itulah rejeki dari Tuhan yang dititipkan melalui jerih payahmu”. Masihkan ada sebuah pembelaan.
“enakan tempat kerjaku, kerja santai, gaji gede”
“enakan kantorku, walau gaji sedikit tapi bisa cari sampingan”
Lah kalau sudah begitu, cuma berangan-angan.
“enakan jadi aku, yang kerja aku, yang gajian juga aku”
Lalu pergi deh, mendingan bermain atau momong ponakan (anaknya teman) daripada mendengar ceramah gede-gedean. Pas gendong si kecil dan bercanda.
“kapan kamu kasih adik….?”
Pulang dulu yaaaaa………………………?

Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

Salam

DhaVe
Kantor kecilku, 21 Oktober 2009; 11:10

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    @iticarus; kabar baek…. hehehe… bentar yach lagi ngumpulin amunisi dan cari target… cuaca lagi buruk nie hehehe… oke dah kapan kita maen bareng hehhee… salam

  2. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    pa kbr om?wah kangen nich dengan jepretane.altelery lagi yuk

  3. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    @tjah; bethul mas… kadang nunduk… noleh kanan, kiri kadang juga kebelakang, tetapi tetap fokuskan ke depan hehe… makasih buat apresiasi dan masukannya.. salam

  4. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    jgn lht keatas trs..sering2lah lht kebawah..msh bnyk org yg gk seberuntung qta..ndangak trs mengko kejeglong..

  5. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    apa yg ada pd dr qta adlh yg terbaik menurutNYA..mk sdh sepatutnya qta bersyukur..

  6. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    @vivi; benar…. rekening kita udah ada yang atur… jadi ngikuuut saja deh… setujuuu… mBak…

  7. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    Be thankfull, complaint less.. Tiap org udh punya kantong rejeki msg2. Gaji gede gk ngejamin hidup bahagia. Saat kita ngerasa bersyukur + menikmati apa yg Tuhan berikan, hidup bakal lbh tenang. Mikirin yg gk qt punya malah bikin mumet. Hehe..

  8. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    @sulis; lebih enak disini.. dirumah kita sendiriiii……….. hehehe…

  9. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    enakan tempatku om, kerjanya tiap harinyotrek ma ngedit foto thok wakakakakaka

  10. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    @pilar; yacchh benul… setuju mBak… lanjooot…@alex; yups… siap deh, paling tanya “kapan aplotnya…?”@elok; ya… gak jauh beda dunk. hehehe… siiip yuuuuk mareee….

  11. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    krn mereka tak pernah bersyukur shg ad rasa kurang puas atas yang didapatkannya itu kuncinya cuma satu.tapi dimana2 klo ktm teman lama emang gt seh seakan akan klo ad yg bergaji lbh bsr dpt meningkatkan harga diri mereka gt dehak gak mslh cm ak sebel klo ditanya el kapan nikah uaaaaaaah kayak gak ad yg lain

  12. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    syukuri dan nikmati…

  13. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    Betul itu..sekarang nikmatin aja hasilnya :D*Lho apa coba*

  14. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    @addict; hahahaha juga… meloook ngakak… 😀

  15. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    Sengatkan juga.! Hahahaha..

  16. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    @pilar; wehehehe bener juga… masalah lulus ntuh sebenarnya bukan perkara yang sulit. Kenapa betah 7 tahun kuliah, karena melihat kondisi keuangan orang tua yang sulit dan gak yakin bisa bayar penuh kuliah, nah begitu dapat beasiswa full (kuliah gretoos) makanya saya puas-puasin deh kuliah. Mirip dapat bonus free talk 7 tahun, sayangkan kalo gak dihabisin dan dimanfaatin, akhirnya waktu yang tepat 7 tahuun dan bonus habis, kuliah kelaaar….puaaas banget. dan IPK masih kepala 2 dan 3…. memuaskan getu predikatnya hehehe….. @lala; kayae begitu “nrima ing pandum” gak terlalu paham kata mutiara/aporisma jawa je hehehe… makasih

  17. dhave29 said: Nikmati yang didepan mata, syukuri yang terjadi dan jalani apa yang ada.

    mas, iki podo karo istilah “nrimo ing pandum” rak?

  18. Hehehe.. Pisssssss juga :DSantai aja mas, buktinya dikau Lulus juga kan …:D Daku kalau di tanya semester berapa ? jawabannya : Semester banyak hahaha.. orang akan melihat km, gmn kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu dgn tanggung jawabkarena pekerjaanmu perlu pembuktian ya, betul tidak ?

  19. @pilar;owalah getuu yachh…Wah sensi juga nieh tanya IPK, aku dulu SMU IPS, trus tersesat di hutan biologi, tau sendiri kan kesimpulannya…? ndak itu canda saja… Gini ceritanya… udah frustasi gak lulus-lulus, eh ada yang nanya gini1 “kuliah dimana Mas…?”2 “kul di Unv XXX”1 “ambil jurusan apa nie…?”2″Biologi Om….”1 “wah baru dapat semester berapa kuliahnya”2 “Walah lagi semester 13 trus IPK 1.14….!!! ada pertanyaan lagi,? mungkin rektornya masih pak….. atau pak dekanya masih….”Akhirnya diam deh… makanya terkenal dengan “semester 13 IPK 1,14” kalo udah dijawab begitu, tau sendiri kan kesimpulannya… “bego amat nie anaka”, “ndak kalah bego ama yang nanya”Pissss… 😀 (true story)

  20. Ndak tau, daku juga herannggak cewek nggak cowok samaaaaaaa.. pertanyaan satu lum di jawab udh tanya yg laen lagi. btw itu bener IPK 1.14 cekakakakakakak

  21. @pilar; bener kan… kenapa ya begitu? sudah gak ada topik bahasan atau pengin terlihat berhasil dan sukses… weeek sor…@lave; bethul..tinggal bagaimana bersyukur dan menikmati apa yang ada…… salam..Ada yang lebih enak, nganggur, dikasih uang lagi (jadi kotak amal) hehehe…

  22. ada g yaah yg lbh enak nganggur dpt gaji gede…………….pingin g?mang terapkan rasa syukur dan nerima apa yg sdh kita py itu susah bangt

  23. sama ternyata…kalau ketemu pasti ngomongnya begituan..sepatutnya kita berusaha mensyukuri nikmat yang diberikan Allah walau sekecil apapun..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...