Romantisme Sepiring Bersama Mengalahkan Cinta Romeo-Juliet


“hendaklah sepersepuluh dari rejekimu, kau kembalikan ke rumah Tuhan”, sebuah kata yang terngiang untuk mengembalikan rejeki, pendapatan, berkat yang kita terima untuk dikembalikan kepada Tuhan. Tuhan menghendaki 10% tersebut untuk disisihkan dan dibagikan ke sesama. Dalam ajaran lain, kita mengenal zakat, dimana sekian dari harta kita sebenarnya adalah hak orang miskin.

Saatnya berbagi, saatnya memberi kental saat ini, dimana ada sebuah momment “BENCANA” yang menggerakan hati untuk menyisihkan harta kita untuk sesama. Semua berbondong menggalang dana, dari elit politik Wakil rakyat yang rela menyumbangkan gaji pertama mereka, kalangan selebritis samapai mahasiswa yang turun ke jalan. Semua layak mendapat acungan jempol dan hormat yang luar biasa.

Nah bagaimana jika kondisi yang stabil dan tiada musibah dan bencana, maukah kita berbagi untuk sesama..? Hati nuranilah yang menjadi jawabnya. Rasa kebersamaan dan berbagi saat ini yang kita lihat hanya sebuah seremonial dan momentum belaka. Saat ada bencana, musibah maka berbondong-bondong, tetapi disaat semua serba enak “wek-mu yo wek-ku, wek-ku wek-ku dewe” (punyamu punyaku, punyaku punyaku sendiri”.

Lihat saat kita makan bersama diwarung makan, kafe, restorant? seporsi piring kita mutlak menjadi milik sang empunya. Terasa nikmat apa yang dihadapan kita untuk disantap tanpa ada yang mengganggu gugat. Coba dibayangkan, bagaimana seandainya saat kita makan lagi nikmat-nikmatnya ada yang ngrecokin, ikut gabung makan, ataiu sekedar mencuil lauk kita, maka spontanitas nafsu makan ilang dan taring kemarahan yang muncul.

“Kembulan” (makan bersama dalam satu tempat makan” saat ini sungguh nyaris hilang. Teringat saat saya masih kecil dulu, kalau makan bersama adik dan sodara dibiasakan untuk kembulan. Kembulan, kita makan dalam sebuah lengser (nampan) besar, terus dikasih nasi, sayur dan lauk pauk. Makan dengan “muluk” (makan dengan tangan/tanpa sendok) bersama-sama terasa nikmat dan nyaman.

Saling berebut nasi dan berbagi nasi, terlihat sebuah kerukunan yang luar biasa. Rasa kebersamaan dan solidaritas, rikuh pekewuh semua tumplek blek disitu. Rasa malu terlihat rakus, rasa malu tidak suka makanan begituan juga hilang. Makanan yang terkesan sederhana, serasa mengalahakan menu rumah makan terkenal. Saya yakin, apabila sendirian yang menghadapi makanan tersebut, akan terasa hambar dan kurang nikmat, tetapi dengan kembulan maka menu yang didepan mata akan segera ludes disikat seperi anjing-anjing kelaparan. Saat minum terasa lebih nikmat lagi, dimana harus bergiliran menenggak dari mulut kendi secara bergantian. Sabar dan pengertian menjadi sebuah pelajaran bagi semua.

Saat ini, pupus sudah makan ala kembulan, yang menjadi pertanyaan? siapa yang mau diajak kembulan. Jarang yang mau di ajak kembulan, apalagi dalam suasana modern sekarang ini yang semua serba individualis. Tak ada yang istimewa dan nikmat dari seporsi makanan betapapun enaknya dibanding makanan sederhana tetapi disantap dengan kembulan.

Taman Bungkul, Surabaya, bersama sesepuh pendaki Jawa Timur kami mencoba mengulangi tradisi Kembulan. Membeli nasi bungkus, lalu kami gelar dilembaran kertas makan, tumplek blek semua dan sebotol air mineral besar sebagai pengganti kendi. Seolah kami tak peduli apa kata orang, kami terus menikmati makanan kami ditengah kerumunan orang. Kembulan ditengah kota besar, terasa kontras dengan mangkok-mangkok, piring-piring yang berjajar.

Merbabu, Jawa Tengah, kami selalu dan selalu kembulan dalam menikmati menu ditengah hutan belantara. Sepiring berdua, bertiga bahkan bersembilan terasa sangat nikmat dan enak sekali. Menu Mak Nyus pak Bondan mah leeewaaat, ini makanan yang paling nikmat. Rasa kebersamaan, persaudaraan, solidaritas muncul saat sesuap demi sesuap nasi kami kepal lalu masukan dalam mulut. Rasa sabar, sopan santun, muncul saat bibir/mulut tidak boleh menempel dalam mulut botol atau kendi saat kita menenggak air dari botol atau kendi.

Kenangan yang akan terus dikenang, diingat dan terus akan di ulang, kapan, dimana, dengan siapa. Mencoba romantisme ala penggiat alam bebas dan pendaki gunung, akan jauh lebih romantis dari pasangan kekasih. Saat pacaran, sang adinda kesandung batu “aduhh… ati..ati donk yank…”, tapi begitu sudah menikah “MATAMU….!!!”. Semua berubah berjalan seiring waktu untuk sebuah romantisme semu. Tapi kembulan tak ada yang berubah untuk romantisme dialam bebas.

Jangan bilang, kita tidak bisa seromantis Romeo-Juliet, kita jauh lebih romantis dan ngangeni.. “Kembulan kami merindukanmu”

Jangan Takut dan malu untuk
Sepiring berdua
Secangkir bersembilan
yang penting manjadi kenangan dan bersaudara

Semoga memberi inspirasi

Salam

DhaVe
Lab, 8 Oktober 2009, 09:45

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. dhave29 said: “wek-mu yo wek-ku, wek-ku wek-ku dewe”

    @pilar…yyuuuk mari..mariii…

  2. dhave29 said: “wek-mu yo wek-ku, wek-ku wek-ku dewe”

    Ikuuuuuuuuuuuuuuuuuuut 😀

  3. dhave29 said: “wek-mu yo wek-ku, wek-ku wek-ku dewe”

    @vivi; yuuuk… jangan pake sambel donk… 🙁 aku gak doyan…kembali kasih, hanya untuk mengingatkan

  4. dhave29 said: “wek-mu yo wek-ku, wek-ku wek-ku dewe”

    Koq jd kangen ma temen2 kampus? Kalo gk punya duit, mkn sepiring rame2… Tfs brader..

  5. dhave29 said: “wek-mu yo wek-ku, wek-ku wek-ku dewe”

    Ayo kembulan, tp pake sambel yg banyak yats. Hehehe…

  6. dhave29 said: “wek-mu yo wek-ku, wek-ku wek-ku dewe”

    @heart; hahaha…. ngakak.. benul Mo… matur sembah nuwun… SPK, sing penting kembulan

  7. dhave29 said: “wek-mu yo wek-ku, wek-ku wek-ku dewe”

    Kurang mas! Wek-mu yo wek-ku.Wek-ku yo wek-ku dhewe.Wek-e (u)wek-(u)wek-en ya! Hidup PKS! Pokok-e Kembulan Siiiiiiiiiiiiiiip!

  8. harataya said: hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

    @tjah; wah pada ngangeni ya…bancaan, kembulan, marai iri thok iki… ayo kapan kita santap sepiring bersama…@nakamura; wah pancen mak juoss cak, apapun menunya makannya tetap sama-sama… asyikkk…wah Sampeyan pancen murah hati dan tidak sombong, bonuse rancak banak tenan… matur suwun kathah….

  9. harataya said: hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

    saya juga pernah…..pas di g,slamet…..plastik digelar memanjang, nasi+lauk digelar juga…makan dah rame-rame…yang baru kenal, yang belum kenal..yang baru aja dateng…makan semua..sungguh nikmatnya kebersamaan….

  10. harataya said: hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

    dapat bonus lagi sampean, congrats!

  11. harataya said: hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

    dapat bonus lagi sampean, congrats!

  12. harataya said: hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

    dulu waktu masih bocah banget hampir tiap hari bancak-an (kembulan jare-mu) dari hasil mancing di kali atau tambak seharian bisa habis dalam 10 menit saja. kalau saat ngaji, hampir tiap malam jum’at pasti ada yang kirim bancak-an di langgar/surau. dan kami yang masih cindil2 slalu cuma kebagian lentho. sedang ayam bakar pasti dipermak duluan oleh yang tua2. ada juga yang menyebutnya “mayoran”, ini di daerah Pasuruan dan sekitarnya.di Mataram disebut “begibung”.jadi kangen begibung sama ‘meton2 (dulur, saudara) di atas “baruga”…

  13. harataya said: hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

    dulu waktu masih bocah banget hampir tiap hari bancak-an (kembulan jare-mu) dari hasil mancing di kali atau tambak seharian bisa habis dalam 10 menit saja. kalau saat ngaji, hampir tiap malam jum’at pasti ada yang kirim bancak-an di langgar/surau. dan kami yang masih cindil2 slalu cuma kebagian lentho. sedang ayam bakar pasti dipermak duluan oleh yang tua2. ada juga yang menyebutnya “mayoran”, ini di daerah Pasuruan dan sekitarnya.di Mataram disebut “begibung”.jadi kangen begibung sama ‘meton2 (dulur, saudara) di atas “baruga”…

  14. harataya said: hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

    dulu waktu masih bocah banget hampir tiap hari bancak-an (kembulan jare-mu) dari hasil mancing di kali atau tambak seharian bisa habis dalam 10 menit saja. kalau saat ngaji, hampir tiap malam jum’at pasti ada yang kirim bancak-an di langgar/surau. dan kami yang masih cindil2 slalu cuma kebagian lentho. sedang ayam bakar pasti dipermak duluan oleh yang tua2. ada juga yang menyebutnya “mayoran”, ini di daerah Pasuruan dan sekitarnya.di Mataram disebut “begibung”.jadi kangen begibung sama ‘meton2 (dulur, saudara) di atas “baruga”…

  15. harataya said: hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

    wew..ternyata lebih romantis nie mBak. Dyan….asyik..asyik…

  16. sulisyk said: hehehe taman bungkul edisi dulu tempat ngumpulnya para preman, debt collector, sekarang sih katanya udah tertata rapih ya…

    hiks….. nice posting…. terakhir gue makan bareng satu piring… itu ama kucing…. diwarung nasi goreng kampus… lagi enak2 makan nasgor kambing, ada anak kucing kucel, jelek dan kurus naek ke meja gue… kucing gebleg ga kenal takut kayaknya.. tangannya mulai nggrawel2 daging2 kambing nasi goreng gue dan dia makan… akhirnya gue relain ajah daging2 kambing nasgor gue dia makan semua….hehehhee… kucing itu gue bawa pulang.. dikasih nama Pontang ama Mbak2 gue..auk kenapa..hehhehe..bertahun tahun Pontang jadi kucing kesayangan gue dan Mbak2 gue dirumah…tapi,.. empat tahun yang lalu, Pontang mati.hiks.

  17. sulisyk said: hehehe taman bungkul edisi dulu tempat ngumpulnya para preman, debt collector, sekarang sih katanya udah tertata rapih ya…

    Iya..om, sekarang tempat ngumpul ABG… asyik banget buat ngadem dan kembulan.. tuh ama tuek-tuek yang lari dari istri buat kembulan. Nie foto-foto sampe bocor ke istri mereka, pecah tragedi 10 november,,,,

  18. bambangpriantono said: Jadi inget pas makan2 17-an..setumpeng rame2

    hahaha,,,, lomba kembulan To Om.. apa njarah menu lomba masak kie?

  19. sulisyk said: ngelihan :P:P:Pyuk kembulan bu, mumpung ada mas dhave, kodok dan lain2 di sini 🙂

    yuuk mari…yuk kembulan neng mulkiply…

  20. lalarosa said: kelingan urip neng kost2ansego sak piring dipuluk wong akehindahnya kebersamaan memang mengalahkan keromantisan

    lah… terbukti kan…? wong pacaran wae ngiri….

  21. alexandraprisnadiani said: setuju! Kelingan jaman SD, kembulan ro sedulur2 rasane jian enak nemen! Padahal ne ra ono kancane ra doyan maem…hehehehe

    bener kan,,,,? kemaren malah kembulan lensa…

  22. lavenderpagi said: yaaaah kasihan dong yg telat bs g kebagian apa2

    sudah hukum alam Hunny… siapa cepat dia kenyang…. biar termotifasi.. tapi kita ndak getulah.. makanan habis ya masak lagi..pokoke kenyang semua

  23. dhave29 said: Taman Bungkul, Surabaya, bersama sesepuh pendaki Jawa Timur

    hehehe taman bungkul edisi dulu tempat ngumpulnya para preman, debt collector, sekarang sih katanya udah tertata rapih ya…

  24. alexandraprisnadiani said: gambare le do maem marai ngelih!ge kembulan!salut!Biasane kembulan ro Sastro, aku sing menang! hahahahaha….

    Jadi inget pas makan2 17-an..setumpeng rame2

  25. alexandraprisnadiani said: gambare le do maem marai ngelih!ge kembulan!salut!Biasane kembulan ro Sastro, aku sing menang! hahahahaha….

    ngelihan :P:P:Pyuk kembulan bu, mumpung ada mas dhave, kodok dan lain2 di sini 🙂

  26. dhave29 said: yie..makan sendiri-sendir..i.. siapa cepat dia kenyang hahaha…

    kelingan urip neng kost2ansego sak piring dipuluk wong akehindahnya kebersamaan memang mengalahkan keromantisan

  27. dhave29 said: yie..makan sendiri-sendir..i.. siapa cepat dia kenyang hahaha…

    setuju! Kelingan jaman SD, kembulan ro sedulur2 rasane jian enak nemen! Padahal ne ra ono kancane ra doyan maem…hehehehe

  28. dhave29 said: yie..makan sendiri-sendir..i.. siapa cepat dia kenyang hahaha…

    yaaaah kasihan dong yg telat bs g kebagian apa2

  29. lavenderpagi said: suapin aacch hihiihihii

    yie..makan sendiri-sendir..i.. siapa cepat dia kenyang hahaha…

  30. dhave29 said: wes hayuuk makan bersama…. maknyus

    suapin aacch hihiihihii

  31. alexandraprisnadiani said: gambare le do maem marai ngelih!ge kembulan!salut!Biasane kembulan ro Sastro, aku sing menang! hahahahaha….

    siapa cepat dia wareg… ayo….

  32. alexamzah said: yo’po yo lek kembulan karo sego kocheng Semarangan…?

    gambare le do maem marai ngelih!ge kembulan!salut!Biasane kembulan ro Sastro, aku sing menang! hahahahaha….

  33. alexamzah said: yo’po yo lek kembulan karo sego kocheng Semarangan…?

    butuh 10 sego kucing biar bisa kembulan Cak…

  34. lavenderpagi said: woooww honey itu mlh lbh nikmat dr makanan yg paling mahal punak jd pingin niih

    wes hayuuk makan bersama…. maknyus

  35. addicted2thatrush said: Gemblunk ik.. Kok anda dpt 3.. Bonus lah.. Haha

    yo’po yo lek kembulan karo sego kocheng Semarangan…?

  36. addicted2thatrush said: Gemblunk ik.. Kok anda dpt 3.. Bonus lah.. Haha

    woooww honey itu mlh lbh nikmat dr makanan yg paling mahal punak jd pingin niih

  37. addicted2thatrush said: Gemblunk ik.. Kok anda dpt 3.. Bonus lah.. Haha

    mulkipli lagi baek hati…Om..

  38. addicted2thatrush said: Tumplek bleg.. Pas ra uwe duwit. 3 orang patungan, demi nasi kebul dan aer. Alhasil cuma 2 bungks nasi, 2 btg GG, 2 esteh.. Total 8rb.. 2 bks nasi dijadiken satu dilantai, esteh jg dijdikan satu dlm plastik kresek itam.. Nah, yang mengenaskan adalah si kebul.. Udude persis jaman SMA, urut satu2.. Satu isepan ganti.. Dan memang, suasana mak byak dadi gayeeng..

    ngangeni kan… hayooo,,,,hayoo, Salome lagee… sesnya,,,

  39. pilaryogya said: Di Salatiga kembulan juga :)) daku baru tau, makan kumpul gitu basa jawane : kembulan hehee Cateeett 😀

    iya..kembulan…mangan bareng

  40. dhave29 said: wah aku kalau reunian ma teman-teman gunung pasti kembulan, gak peduli dio warteg, alun2, stasiun..dimanapun…asal gak ketauan istri dan pacar,,,AMAN..hehehe

    Gemblunk ik.. Kok anda dpt 3.. Bonus lah.. Haha

  41. dhave29 said: wah aku kalau reunian ma teman-teman gunung pasti kembulan, gak peduli dio warteg, alun2, stasiun..dimanapun…asal gak ketauan istri dan pacar,,,AMAN..hehehe

    Tumplek bleg.. Pas ra uwe duwit. 3 orang patungan, demi nasi kebul dan aer. Alhasil cuma 2 bungks nasi, 2 btg GG, 2 esteh.. Total 8rb.. 2 bks nasi dijadiken satu dilantai, esteh jg dijdikan satu dlm plastik kresek itam.. Nah, yang mengenaskan adalah si kebul.. Udude persis jaman SMA, urut satu2.. Satu isepan ganti.. Dan memang, suasana mak byak dadi gayeeng..

  42. dhave29 said: wah aku kalau reunian ma teman-teman gunung pasti kembulan, gak peduli dio warteg, alun2, stasiun..dimanapun…asal gak ketauan istri dan pacar,,,AMAN..hehehe

    Tumplek bleg.. Pas ra uwe duwit. 3 orang patungan, demi nasi kebul dan aer. Alhasil cuma 2 bungks nasi, 2 btg GG, 2 esteh.. Total 8rb.. 2 bks nasi dijadiken satu dilantai, esteh jg dijdikan satu dlm plastik kresek itam.. Nah, yang mengenaskan adalah si kebul.. Udude persis jaman SMA, urut satu2.. Satu isepan ganti.. Dan memang, suasana mak byak dadi gayeeng..

  43. dhave29 said: wah aku kalau reunian ma teman-teman gunung pasti kembulan, gak peduli dio warteg, alun2, stasiun..dimanapun…asal gak ketauan istri dan pacar,,,AMAN..hehehe

    Tumplek bleg.. Pas ra uwe duwit. 3 orang patungan, demi nasi kebul dan aer. Alhasil cuma 2 bungks nasi, 2 btg GG, 2 esteh.. Total 8rb.. 2 bks nasi dijadiken satu dilantai, esteh jg dijdikan satu dlm plastik kresek itam.. Nah, yang mengenaskan adalah si kebul.. Udude persis jaman SMA, urut satu2.. Satu isepan ganti.. Dan memang, suasana mak byak dadi gayeeng..

  44. dhave29 said: wah aku kalau reunian ma teman-teman gunung pasti kembulan, gak peduli dio warteg, alun2, stasiun..dimanapun…asal gak ketauan istri dan pacar,,,AMAN..hehehe

    jfs

  45. dhave29 said: wah aku kalau reunian ma teman-teman gunung pasti kembulan, gak peduli dio warteg, alun2, stasiun..dimanapun…asal gak ketauan istri dan pacar,,,AMAN..hehehe

    Di Salatiga kembulan juga :)) daku baru tau, makan kumpul gitu basa jawane : kembulan hehee Cateeett 😀

  46. pilaryogya said: Biasanya di temukan pas naik Gunung, Doaaaang hehehe.. sama acara2 hajatan kalau di kampungku sih..

    wah aku kalau reunian ma teman-teman gunung pasti kembulan, gak peduli dio warteg, alun2, stasiun..dimanapun…asal gak ketauan istri dan pacar,,,AMAN..hehehe

  47. Biasanya di temukan pas naik Gunung, Doaaaang hehehe.. sama acara2 hajatan kalau di kampungku sih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...