Jual Beli Air Mata Aib

Rumah tangga yang adem ayem adalah dambaan setiap orang, percintaan yang langgeng adalah keinginan dari setiap pasutri, romantisme adalah tujuan dari pasangan muda-mudi. Semua idealisme relasi menjadi harapan untuk hidup damai, tentram dan sejahtera. Semua cinta dan kasih sayang bisa dicurahkan dengan penuh ketulusan dan keiklasan. Nah disaat masa-masa indah tersebut mengalami guncangan, maka sebuah aib mulai bertumbuh untuk menjadi sebuah masalah besar.

Hamil diluar nikah, perselingkuhan, pengkhianatan, kekerasan, dan masalah sosial lain menjadi sebuah rahasia yang disimpan rapat-rapat oleh empunya. Nah bagaimana apabila aib tersebut bocor atau diketahu orang lain? maka rasa malu, minder dan bingung mau ditaruh dimana muka ini. Niscaya untuk tetap menjaga sebuah aib maka disepakati untuk saling diam sambil pelan-pelan diselesaikan.

Pada saat ini, aib, masalah keluarga, masalah percintaan sudah tidak lagi disimpan dalam ruang privasinya. Sekarang hal-hal yang dianggap tabu dikalangan masyarakat sudah disulap menjadi mesin uang. Semua aib bisa dijual dan dijadikan ladang uang bagi semua pihak yang berkepentingan.

Berbagai stasiun televisi membuat reality show yang mengangkat permasalahan rumah tangga, percintaan menjadi sebuah paket tayangan singkat. Bahkan ada yang ratingnya tinggi sekali dibandingan siaran berita, ilmu pengetahuan atau acara lain. Sifat masyarakat yang ubyang-ubyung (suka ikut perkembangan waktu sesaat) dimanfaatkan untuk mengeruk uang sebesar-besarnya memanfaatkan momment yang ada. Semua tertarik untuk mendaftarkan air, permasalahan, konflik dan cerita rumah tangganya untuk diliput dan ditayangkan. aktor-aktris dadakan mulai menjamur, asal bisa nangis, marah, mengumpat, sok serius bisa dijadikan peran pengganti. Semua pada intinya jualan air mata dan aib yang seharusnya disimpan rapat-rapat.

Nah apakah rasa malu, gengsi, kebanggaan sudah tergadaikan. Makian, umpatan, cercaan dan kisah-kisah percintaan yang kadang tidak layak dinikmati semua tersaji direality show. Adakah nilai-nilai edukasi dan religi yang diperoleh, selain tampilan penuh hinaan dan ketidaklayakan. Anak, remaja dan oarang tua menjadikan sebagai tontonan favorit dibanting acara lain yang mungkin lebih bermanfaat.

Sampai kapan air mata dijadikan barang dagangan dan tontonan? Apakah anda juga akan menjual aib untuk difilmkan atau bahkan membintangi kisah nyata secara langsung. Saatnya bisa memilah dan memilih sesuai porsi yang pas dengan pemirsa.

Maaf bila ada yang kurang berkenan

Salam

DhaVe

Kost Sakit Hati, 7 Agustus 2009; 19:15

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. vivianaasri said: Reality yg gk real alias rekayasa (katanya)Tp umumnya org2 sng ngurusuhi urusan org laen. Hehe.. Benul kt om alex, kalo ada dana, mending pasang tipi kabel berlangganan.

    setu Mbak.. ikut om alek wae pasang tipi kawat….

  2. dhave29 said: serakah lebih tepatnya

    Reality yg gk real alias rekayasa (katanya)Tp umumnya org2 sng ngurusuhi urusan org laen. Hehe.. Benul kt om alex, kalo ada dana, mending pasang tipi kabel berlangganan.

  3. dhave29 said: serakah lebih tepatnya

    @alex;hehehe karena gak punya duit aku cukup nonton, berita malam, dunia dalam berita, daridesakedesa hahaha… siiip kui cak… ayuuuk kita pilemkan kisah cintamu di terbengek-bengek….

  4. dhave29 said: serakah lebih tepatnya

    alhamdulillah…. aku nggak harus liat yg kaya’ gitu (ktanya se nggak “gaol”), soalnya tayangan lokal suka menyesatkan, akhirnya dengan mnyisihkan dana buat langganan tv kabel hidupku lumayan menyenangkan.. daripada cuma liat “air mata aib”.. stresss ok

  5. dhave29 said: serakah lebih tepatnya

    ya betull

  6. soleno said: Buncit kali juragannya

    serakah lebih tepatnya… hehehe,,,,,

  7. dhave29 said: setoran….

    Buncit kali juragannya

  8. soleno said: ehihiyyy..bisnis bismiss biskiss

    iya Om… masih kurang untuk kejar setoran….

  9. dhave29 said: sapa tau bisa dapat tambahan

    ehihiyyy..bisnis bismiss biskiss

  10. soleno said: hehe..kite2 emang masih mending…ltu kamera di TV2 udah ngeri banget, pake ikutan polisi segala main gerebek sana sini kaya udah suci aza.

    ntuh mah over acting saja… sapa tau bisa dapat tambahan hehehe……..

  11. dhave29 said: iya Om… tergantung permintaan untuk sebuah penawaran,,,,, hukum ekonomi berlaku disini.. sisi lain boleh diabaikan.. jadai inget waktu ikut manggul kamera hehehe…. (malu….)

    hehe..kite2 emang masih mending…ltu kamera di TV2 udah ngeri banget, pake ikutan polisi segala main gerebek sana sini kaya udah suci aza.

  12. soleno said: &dibawa kemana suka..diambil mana suka

    iya Om… tergantung permintaan untuk sebuah penawaran,,,,, hukum ekonomi berlaku disini.. sisi lain boleh diabaikan.. jadai inget waktu ikut manggul kamera hehehe…. (malu….)

  13. dhave29 said: memanggul kamera

    &dibawa kemana suka..diambil mana suka

  14. soleno said: stasiun tv seperti srigala, acara2 sekarang ngeri banget

    Srigala memanggul kamera sambil bercerita hehehe…..

  15. bambangpriantono said: betul…benar2 cuma jual penderitaan…najis trajong dach

    Yups… menggadaikan rasa malu untuk keluar dari penderitaan,,,,, biasanya cerita ini hanya fiktif belaka, cerita dan tokoh hanya kebetulan semata sudah diganti BASED TRUE STORY

  16. agungsudrajat said: benar2 sudah lupa pada rasa kemanusiaan hanya untuk kepentingan finansial semata….. (bijak : mode on)

    namanya juga Duit cak…. hayo kepepet kedesak… akhirnya duit jadi jalan terakhir untuk mengatasi walau harus menjual harga diri…terimakasih buat apresiasinya..salam

  17. stasiun tv seperti srigala, acara2 sekarang ngeri banget

  18. betul…benar2 cuma jual penderitaan…najis trajong dach

  19. benar2 sudah lupa pada rasa kemanusiaan hanya untuk kepentingan finansial semata….. (bijak : mode on)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Panorama Alam Terasering Panyaweuyan

Indonesia konon mendapat julukan sebagai negara agraris, sewaktu saya duduk di bangku sekolah dasar 25 tahun yang lalu. Benar adanya karena memang pada waktu itu ...