Pramuka yang Tergerus Modernisasi dan Termanjakan Teknologi

Perubahan waktu, teknologi dan kemampuan manusia benar-benar cepat dan tidak terasa. Begitu juga dengan perkembangan dunia kepanduan saat ini. Pramuka yang diprakarsai Boden Powel telah menjelma menjadi boys scout yang instant pada saat ini.

Waktu hunting model di Candi Gedong Songo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, saya begitu miris dan sedih sekali melihat anak-anak Pramuka yang berkemah telah dimanjakan oleh sarana dan prasarana saat ini. Hemat saya, berkemah adalah usaha membatasi diri dari segala kemudahan untuk mencari solusi dari sebuah masalah.

Lain lubuk lain ikanya, lain ladang lain belalang, lain dulu lain sekarang. Pepatah itu memang manjur untuk melihat fenomena yang ada saat itu. Dahulua awal tahun90an waktu saya SD, dari pangkat siaga sudah di ajak berkemah dihutan belantara Kalimantan. Sampai lokasi harus cari tempat buat dirikan tenda, babat sana babat sini, diratakan. Begitu susahnya membentangkan kain tenda dari terpal menjadi tenda segitiga. Kreatifitas dan kerjasama layak dibutuhkan. Untuk mencari air bersih harus berjalan jauh ke dalam hutan sambil membawa jerigen bekas minyak. Mencari tambahan makanan, katakanlah lauk pauk, harus menjadi manusia Purba. Food and gathering, berburu dan meramu, hehehe… jadi inget waktu mancing ikan di sungai, kemudian dibakar dah hasilnya huuekkk…. masih ada darahnya, tapi karena lapar ya sikat saja hehehe… nyum..nyum…kenyang.

Malam hari adalah waktu yang ditunggu untuk mencari kehangatan dan keceriaan, “api..api..api sudah menyala…tralala..trilili…” pesta api unggun dan games sampai larut malam. Pagi hari bangun, senam pagi, upacara, masak, makan pagi dan siangnya acara yang ditunggu. Mencari Jejak, yahuuu… asyik, inilah yang ditunggu-tunggu, karena memberikan tantangan tersendiri, dimana otak dan otot dipakai ditengah belantara kalimantan tengah.

Semaphore, Morse, Sandi Rumput, Tanda-tanda Alam dan berbagai macam simbol-simbol digunakan. Alangkah menyenangkan kegiatan ini, penuh tantangan, misteri dan teka-teki. Tidak perduli kalah menang, yang penting terjun dan bersenang-senang.

Nah bagaimana sekarang, saya melihat dan menilik sedikit dalam tenda Siaga-siaga yang sedang berkemah. Dulu masing-masing anak membawa tali putih yang dianyam dan diikat dalam ikat pinggang, sekarang ponsel berbagai merk yang digantung. Dulu tenda dari kain terpal yang beratnya minta ampun dan susah dipasang, sekarang tenda instant, ringan dan mudah didirikan. Dulu mau masak harus bawa beras sendiri, bikin perapian, masak bergosong-gosong ria, sekarang jamannya kompor gas dan waja teflon hehehe…

Permaianan mencari jejak sudah diambil alih oleh EO atau operator out bond dengan flyng fox dan permainan sejenisnya. Semaphore sudah diganti SMS ria, pesan berantai dengan facebook, keceriaan diganti alunan tape recorder yang menggema dengan lagu “cari jodoh, kuburan band” atau yang lagi ngetrend, sudah tidak ada lagu-lagu lama yang dikumandangkan lagi “sedang apa… sedang apa… sekarang, disini senang disana senang, tempe ganjel pintu…” dan lain sebagainya.

Lebih ironis lagi, sekarang bukan jaman perapian dari kayu bakar, sudah berpindah ke kompor gas, dengan makanan siap saji yang nyum..nyum… lezaatt.. Saya menyaksikan dan melihat dengan mata kepala, ada yang pesan katering buat nasi bungkus, hahahaha….

Bagaimana neh…? ingin sekali mengulang romantisme masa lalu, kemah dihutan, mancing, buat api unggun, mencari jejak, pecah misteri dan games petualangan yang semua serba terbatas dan dibatasi. Alangkah penuh kesan saat itu… Bagaiaman Pramuka sekarang dikondisikan pada masa lalu, atau terkondisikan dalam segala keterbatasan…?

“tepuk pramuka… prok..prok..prok…..prok..prok..prok….prok..prok..prok..prok..prok..prok..prokkkkk…”

Salam, dari yang buku raportnya tidak pernah boleh diambil, karena (extra pramuka: – )

Emperan candi Gedong Songo 26 Juni 2009

Salam
DhaVe

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. ndiphe13 said: ayo mbe aku wae mas, pramuka meneh…

    ayuuuuuuuuuuu……………

  2. ayo mbe aku wae mas, pramuka meneh…

  3. @nakamurawa; yups, padahal dengan kepanduan bisa mencetak manusia-manusia tangguh…. yaw mau gimana lagi neh…. bahkan sekarang pada malu memakai seragam cokelat dengan tunas kelapa hehehehe..

  4. iya mas, prihatin lihat Pramuka jaman sekarang.gimana bisa mencetak pribadi tangguh?

  5. @mbam; wah takut ketulup hehehe..

  6. @mbam; wah takut ketulup hehehe..

  7. Nggak,..tugase mencari jejak OPM hehehehee

  8. @mBam; wah ogah ah berseteru ama org sparatis, serahkan ama ahlinya.. aku mah piss aja dah.. hehehe…

  9. Ada tugas tambahannya lagi…ngejar OPM

  10. aslinya sekalian di Papua..lebih alami

  11. @mbam: aku antusias waktu Siaga dikalimantan sono, begitu di jawa… animal instinku ilang hahaha…

  12. Soalnya pernah jadi pramuka sih

  13. @bamb: cukup prihatin…. juga yach…?

  14. @bamb: cukup prihatin…. juga yach…?

  15. Hmmm…sayang sekali, pramuka sudah kehilangan spiritnya…

  16. @alexamz; iyo ki,,, jengkel yo ngangeni dan nggemesi temen hehehe… praja muda karana… bener kan Alex…

  17. hahahahaaa…. terinpirasi banget ya ma “penceraman” spot di Gd. Songo?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sangiran, Warisan Nenek Moyang yang Diakui UNESCO

Ada sebuh cerita, dulu ditempat ini banyak sekali raksasa. Kehadiran raksasa ditunjukan dengan adanya tulang-tulang berukuran besar. Meskipun tulang-tulang tersebut tidak utuh, tetapi bisa membuktikan, ...