Selamat Jalan Vio, Reast In Peace…

Sudah satu tahun lebih aku kenal dan hampir setiap hari bertemu. Engkau selalu menemaniku disaat kuterlelap. Dengan setia engkau menjagaku semalaman. Keindahanmu membuat hatiku yang gundah gulana menjadi sejuk dan kembali berseri. Vio..kenapa engkau pergi setragis itu hah…?

3 minggu aku pergi meninggalkanmu untuk sementara, aku serahkan semua kebutuhanmu ama si Deni. Makan dan minummu tidak pernah telat ditangan Deni, engkau nampak sehat dan terawat. Saat 3 hari yang lalu aku kembali, engkau nampak ceria dengan lenggokan tubuhmu, serasa menyambut kedatanganku.

Namun malam ini saat aku pulang kantor, aku belingsatan mencarimu. Kemana engkau, kutemukan jejak semut. Oh my God… engkau telah terbujur kaku disamping tembok. Aku baru ingat, pasti engkau gerah dan ingin melarikan diri karena engkau ingin minum segar. Maafkan aku, karena lalai mengganti minumanmu. Kubaringkan engkau ditempat istaratmu terakhir.

Selamat Jalan Vio, keindahan, kesetian dan kegiranganmu tak kan kulupakan. Aku janji akan merawat si Bule kakakmu…
Terimakasih buat Vio-letku… ekormu seksi…

(hiks..hikss… ikan siem-ku lompat dari botol selai..haus kalee…)

Salam
Pecinta Ikan Siem, Cupang
Kamar kost, Semarang, 9 juni 2009, 21:10 wib

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. @Time; agar supaya dibaca ampe kelar..

  2. pertama, aye kira guguk, ternyata ikan toh.mulai aneh ketika “dikerubungin semut”.kayanya klo guguk ga ampe dikerubungin semut deh.. *dalam hati*untung dibaca ampe akhir 😀

  3. @jingglang; iya ikan aduan, tapi aku gak tega ngadu.. cuma tak biarin aja berkeliaran di akuarium. Liat megal-megol kesana kemari udah bikin ati ini adem banget… oh ya..kapan kapan tak mampir jojoran ehh… irian barat, ntar di jojoran dapet sepur ama ilmu makro euy… suwun Cak…

  4. ikan siem iki ikan tarung ya bro…di Sby dulu ngak mampir ke Jl. Irian Barat, pas sabtu malam…jadi surganya pencinta ikan hias lo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...