Kenapa Ku Mudah Jatuh Cinta?

Dari setiap perjalananku dari kota ke kota kutemukan sesuatu yang membuat ku jatuh hati dan merasa betah tinggal lebih lama. Perjalananku dengan angkutan umum; bus, kreta, angkota dan ojek di sertai jalan kaki melintasi jalan-jalan protokol, gang tikus yang nota bene tanpa pemandu dan tanpa tahu sebelumnya memberikan sensasi tersendiri.

Dalam setiap perjalanku, kucoba merayap, meraba setiap petunjuk yang ada untuk mencapai tujuan. Sebuah ketidaktahuan sebelumnya yang menjadi sebuah misteri perjalanan. Petualangan demikian aku meyebut, tidak beda dengan naik gunung yang di penuhi misteri jalur track dan suguhan lukisan landscape, tetapi petualangan cityscape tidak berbeda jauh. Kutemukan sosok human interest yang acapkali membuat iba, marah, geli, dongkol dan tertipu. Itulah sisi menarik manusia yang membuatku harus tetap belajar dan belajar.

Kenapa gampang jatuh cinta? itu yang menjadi pertanyaanku saat ini. Telah kutemukan sesuatu hal yang baru dan menarik yang belum ada seblumnya. Coba ku amati, nikmati sensasinya, petualangan dan misterinya. Tanpa jam terbang dan pengalaman, aku yakin tidak sanggup melewati kondisi tersebut, tetapi anehnya kenapa aku jatuh cinta dan menikmatinya…?

Turun kereta ku tidur di stasiun, lanjut ke terminal dan mandi. Seakan kaki ini ingin melangkah, ku arahkan pada sebuah lereng bukit yang saat itu berkabut dan gerimis. Kuhentikan langkah kaki di Rumah Tuhan, umatNya yang taat sedang shalat dan bertasbih. Kuhanya butuh tempat berteduh dari air hujan, kulalui malam itu dengan sendirian, terlelap dalam mimpi.

Suara ayam menyadarkan aku dari mimpi indah dan menyuruhku segera beranjak dari Mushola kecil. “saatnya hunting sunrise”, kekecewaan berlanjut, awan tebal manutupi sang surya dan cahaya emas tersimpan rapat. Kulangkahkan ke sebuah kedai kecil, disana kutemukan kehangatan sebuah komunitas yang ramah dan familiar.

Saling bertegur sapa dan bertukar cerita, tak terasa jam semakin siang dan kuharus berjalan lagi untuk menemukan cinta lagi yang membuatku jatuh terpuruk. Kucoba menikmati setiap perjalanan dengan balutan misteri petualangan.

Jatuh cinta pada pandangan pertama, selanjutnya terserah anda…

-lereng G.Penanggungan, 19 mei 2009, 09.20

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. dhave29 said: @tjahjokoe; dengan sendirian bisa merasakan batas kemampuan diri tanpa tergantung orang lain… semoga tidak menjadi takabur tetapi bisa lebih bijak.. salam

    @asigasdja; selanjutnya terserah kita…

  2. dhave29 said: @tjahjokoe; dengan sendirian bisa merasakan batas kemampuan diri tanpa tergantung orang lain… semoga tidak menjadi takabur tetapi bisa lebih bijak.. salam

    Pandangan pertama pasti menggoda,

  3. dhave29 said: @tjahjokoe; dengan sendirian bisa merasakan batas kemampuan diri tanpa tergantung orang lain… semoga tidak menjadi takabur tetapi bisa lebih bijak.. salam

    amin…

  4. polarbugs said: Memang ada kalanya jalan sendiri itu lbh nikmat.. Mencari sesuatu.. Nikmatin ajah y.Salam bwt gunung dsana.. ^_^

    @tjahjokoe; dengan sendirian bisa merasakan batas kemampuan diri tanpa tergantung orang lain… semoga tidak menjadi takabur tetapi bisa lebih bijak.. salam

  5. polarbugs said: Memang ada kalanya jalan sendiri itu lbh nikmat.. Mencari sesuatu.. Nikmatin ajah y.Salam bwt gunung dsana.. ^_^

    kadang aku juga lebih suka sendiri..he..

  6. polarbugs said: Memang ada kalanya jalan sendiri itu lbh nikmat.. Mencari sesuatu.. Nikmatin ajah y.Salam bwt gunung dsana.. ^_^

    @polarbugs; iya-iya inget calon anak dan istri deh hehehe…@tjahjokoe: sensasinya beda hehehe…

  7. polarbugs said: Memang ada kalanya jalan sendiri itu lbh nikmat.. Mencari sesuatu.. Nikmatin ajah y.Salam bwt gunung dsana.. ^_^

    Jalan sendiri?..ada kenikmatan tersendiri saat menikmati indahnya ciptaaNYA..

  8. polarbugs said: Memang ada kalanya jalan sendiri itu lbh nikmat.. Mencari sesuatu.. Nikmatin ajah y.Salam bwt gunung dsana.. ^_^

    :)Stlh puas, cpet pulang 😉

  9. polarbugs said: Memang ada kalanya jalan sendiri itu lbh nikmat.. Mencari sesuatu.. Nikmatin ajah y.Salam bwt gunung dsana.. ^_^

    yach.. ni lagi makan pecel pincuk ma wedang pokak anget khas pasuruan hehehe… sendirian

  10. Memang ada kalanya jalan sendiri itu lbh nikmat.. Mencari sesuatu.. Nikmatin ajah y.Salam bwt gunung dsana.. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hutan Bonsai di Lereng Mutis

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak ...