#2 Maryamah Karpov di Karimunjawa

Bayaran Kuli

Masih ditempat yang sama, cerita ini pun berlanjut. Sang mandor Sarju hilir mudik mengawasi para kuli dan tukang yang sedang mengerjakan bangunan Cottage milik orang Belanda, Mr. Joss ya itu namanya. Hari semakin siang, terik mentari seakan tidak memberi kesempatan peluh keringant mendinginkan panas tubuh para kuli yang sejak pagi bekerja.

Jam makan dan istirahat pun tiba, lonceng digampar habis-habisan oleh mandor Sarju untuk menandakan jam istirahat. Semua alat ditinggal begitu saja, para kuli berhamburan ke temapat makan, berupa kedai dan warung tenda disekitar lokasi proyek. Tampaknya mereka masih saja membicarakan emas batu yang di buang oleh Mandor Sarju, tetapi pembicaraan tidak seantusias dibawah pohon asam tadi pagi.

Jam istirahat sekitar jam 12.00 s/d jam 13.30, waktu yang ada digunakan untyk sholat, makan, tiduran dan ngobrol hal-hal sepele dan kemudian bertaruh.

Jam 13.30 Mandor Sarju sudah menaboki lonceng dari velg roda truck, suaranya jelek dan bisa membangunkan orang mimpi atau membuat tersedak yang sedang menikmati jajanan pinggir jalan. Para kuli dengan langkah gontai berjalan menuju lokasi proyek.

Kemungkinan kecapean berkelahi memperebutkan batu emas atau keracunan akibat kekenyangan makan membuat kaki para kuli berat untuk melangkah.

Mandor Sarju yang sejak tadi menggampar-gampar velg truck untuk menyuruh para kuli kembali ketempat kerja masing, semakin geram karena para Kuli belum juga dilokasi kerja. Dengan teriakan lantang “hey kamu, kowe, sampeyan…! Pada niat kerja tidakkkk…?, kalian kerja disini dibayar orang tau!!!”. Para kuli pun terkejut mendengar bentakan Mandor sarju.

Kontan para kuli yang mendengar langsung naik pitam, dengan muka masam yang lebih asam dari Tamarindus indica mendatangi mandor Sarju. Mereka dengan membawa peralatan kerja seperti, cangkul, linggis, kuas dan labur, begel, cetok mengerumuni mandor Sarju. “Pak Mandor, kami tidak terima dengan omongan Pak Mandor” teriak beberapa kuli, Mandor Sarju yang sedikit gemetar bertanya “memang kenapa dengan ucapan saya tadi?”. “Pokoknya kami tidak terima kalau kami kerja disini dibayar orang, tetapi kami minta bayaran uang..uang dan uang” timpal beberapa kuli. Mandor Sarju yang masih gemetaran mencoba menjelaskan “iya…maksud saya yang bayar kalian itu orang dengan uang, bukan di bayar orang”. “Lha tadi Mandor Sarju bilang apa? Kalian kerja disini dibayar orang kan? Yang bener mana” bentak kuli yang memegang linggis. Mandor sarju lalu menghela nafas “Baik….nanti waktu bayaran, kalian semua di bayar dengan uang tunai, jelas…!!!”. “Juueeeelasss…..!!!” serempak para kuli menyahut. Solikin hanya bisa menggerundel “Ndorr..kalo ngomong sing bener, gawe cercah..untung ora di pupoh”

Bersambung Taruhan SMK1 Karimunjawa

*gawe cercah: membuat bentrok, kacau balau

*pupoh: di pukuli rame-rame, main hakim bersama-sama.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. shine3w said: wahahahahaha..kek di laskar pelangi aja nehahahahahahahahahhahahah…karimunjawa tu dimana se bang…hahahhaaahah..

    iya..ke inspirasi andrea hirata..Maryamah Karpov hehehe…

  2. wahahahahaha..kek di laskar pelangi aja nehahahahahahahahahhahahah…karimunjawa tu dimana se bang…hahahhaaahah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mudik Sambil Promosi Jamu Sebagai Salah Satu Identitas Bangsa

Mudik adalah sebuah tradisi dimana para perantau kembali ke kampung halamannya untuk tujuan tertentu. Indonesia dengan kekayaan budayanya telah menciptakan fenomena mudik. Mudik dilakukan untuk ...